Vigonews

SMPS St. Agustinus Langa di Bajawa Ikut Motivasi Menulis



BAJAWA – Rangkaian motivasi dan penguatan kepada ibu-ibu migran ‘Ine Jao’ di Langa yang digelar sejak Januari lalu, berlanjut dengan kegiatan literasi dan motivasi menulis gagasan secara sederhana, Senin (16/03/2020) yang berlangsung di Cafe ‘Diskusi Kopi Isi Langa’, kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Motivasi untuk memberi penguatan kepada ibu migran itu didukung Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) melalui program Citradaya Nita, yang berkolaborasi dengan sejumlah komunitas lokal seperti: Kelas Inspirasi Bajawa, Komisi Migran dan Perantau Paroki Langa, Orang Muda katolik (OMK) Paroki Langa, Langa Trecking Community (LTC) Asosiasi Wartawan Ngada (Aswan), Forum Ekraf Ngada.

Baca juga:
Ibu Migran ‘Ine Jao’ Terinspirasi Setelah Mendapat Motivasi & Pendampingan Psikologi

Untuk diketahui, motivasi dan penguatan komunitas perempuan yang ditinggal kerja para suami di luar daerah, bahkan ke luar negeri itu sudah diawali dengan sosialisasi dan pembentukan komunitas pada awal tahun ini. Sementara pada kegiatan kedua, di akhir Januari komunitas ini mendapat penguatan dengan materi kesetaraan gender dan pendampingan psikologi, hingga rangkaian kegiatan ketiga dimana peserta diberi pendampingan tentang bermedia sosial secara bijak dengan latihan menulis gagasan sederhana.
 
Emanuel Djomba saat beri motivasi menulis kepada siswa SMPA Langa
Melalui kegiatan ini peserta mendapat pemahaman tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak. Selanjutnya dapat menyampaikan pesan secara utuh dan mudah dipahami guna menghindari dampak negatif seperti gosip dan tindakan yang bisa beresiko hukum dan tentu saja tidak produktif dalam keluarga juga secara sosial.

Kegiatan motivasi menulis gagasan sederhana itu melibatkan sebagian besar peserta siswa dari SMPS St. Agustinus Langa, yang didampingi guru, ibu migran, dan sejumlah orang muda Katolik (OMK). Para peserta mendapat pemahaman yang jelas tentang etika berkomunikasi baik lisan maupun tertulis  – melalui media sosial.

Dibuka koordinator kegiatan Merlyn Idju Lalu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Rumah Literasi Cermat Ngada yang juga Ketua Asosiasi Watawan Ngada (Aswan) Emanuel Djomba.
 
Siswa SMPA Langa sedang latihan menulis
Pada sesi motivasi, Emanuel mengatakan menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi tertulis yang bertujuan agar pesan dari pengirim (komunikator) dapat dimengerti oleh penerima pesan (komunikan), sehingga komunikasi memiliki manfaat yang positif.

“Waktu kita berinteraksi dengan orang lain secara lisan atau tertulis melalui media sosial, misalnya, sebenarnya kita sedang mengirim pesan. Jadi pesan itu harus utuh sehingga dapat dimengerti oleh khalayak sehingga menciptakan relasi yang baik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Emanuel juga mengajak peserta yang sebagian besar siswa itu mengintip dinding facebook masing-masing; pesan apa yang ditulis disana? Kebanyakan pesan (berita/informasi) yang disampaikan oleh komunikator belum utuh sehingga bisa memunculkan tafsiran keliru.

Terkait dengan pemanfaatan media sosial yang kini ‘membanjir’ itu, Emanuel mengajak peserta agar menggunakannya secara bijak. Media sesial seperti facebook adalah ruang publik yang dapat diakses oleh siapapun. “Pesan apapun yang kita kirim meski dari kamar tidur kita – apakah itu baik atau mengandung resiko hukum -  juga masuk ke kamar tidur orang lain,” papar Emanuel.
 
Peserta motivasi menulis 
Pada kesempatan itu Emanuel membimbing peserta, bagaimana menulis gagasan/pesan/berita/informasi yang utuh sehingga terhindar dari distorsi informasi di ruang publik. Untuk tujuan itu, peserta diajak untuk menulis dengan teknik jurnalistik yang menggunakan rumusan 5W 1H menurut teori komunikasi Dennis McQuail. Dengan rumusan ini, setidaknya informasi yang disampaikan sudah dikatakan lengkap. “Jadi, salam jurnalistik, komunikasi dikatakan efektif,  jika pesan yang dikirim jika dirumuskan secara lengkap,”.

Pada kesempatan itu, Koordinator kegiatan Merlyn Idju Lalu, juga mengingatkan peserta agar  dapat menggunakan media sosial secara bijak setelah mengikuti motivasi dan latihan menulis gagasan sederhana.

Dikatakan motivasi menulis merupakan kegiatan keempat dari rangkaian kegiatan motivasi dan penguatan ibu-ibu mogran yang berlangsung sejak Januari lalu yang didukung PPMN melalui program Citradaya Nita dari Jakarta. Kegiatan selanjutnya, kata Merlyn akan dilanjutkan dengan dialog interaktif di radio tentang pemahaman gender yang melibatkan para pemangku kepentingan. (Rn)***

Baca Lengkap
Vigonews

Pastor Paroki Maronggela, Riung Barat, Ajak Orang Muda Katolik Giat Tanam Pohon



MARONGGELA - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki  Santa Maria Asumpta Maronggela melakukan aksi penanaman pohon di Stasi Santa Theresia Namut, Desa Wolomeze II, Kecamatan Riung Barat, Sabtu (29/02/2020). Aksi penanaman pohon itu, menandai  pencanangan pekan OMK tahun 2020.

Selain penanaman pohon, serangkaian pencanangan pekan OMK 2020 itu juga dilaksanakan rekoleksi dan Misa Kudus Pencanangan pekan OMK tahun 2020 yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Maria Asumpta Maronggela, RD. Anjelinus R. Denny Parisai dan Pater Albert OCD.

Pencanagan sekaligus membuka  rangkaian kegiatan menuju hari puncak Pekan OMK yang akan dilaksanakan tanggal 23 – 28 Juni 2020 di Stasi Santa Theresia Namut, Desa Wolomeze II. Saat pencanangan dihadiri umat stasi setempat dan pengurus OMK dari berbagai stasi/lingkungan di wilayah Paroki Maronggela.

Ketua Panitia  Pengarah Gregorius Lewa pada kesempatan itu mengatakan bahwa, kegiatan pencanangan disi dengan beberapa jenis kegiatan antara lain, penanaman pohon di lokasi Kapela Namut, rekoleksi, pengakuan/ibadat tobat, serta pertemuan bersama untuk merumuskan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan puncak pekan OMK.  
 
OMK Paroki Maronggela mulai menanam pohon dengan berdoa
Umat Stasi namut, menyammbut baik kegiatan tersebut. Hal ini dilihat dari kerelaan mereka untuk hadir dan berpartisipasi membersihkan lokasi, menggali Lobang untuk ditanami anakan pohon. Kepala Desa Wolomeze II, Martinus Rema memberi apresiasi atas kegiatan yang dilakukan di wilayahnya dan menjadi tempat pelaksanaan pekan OMK pada bulan Juni 2020 mendatang.

Kesetiaan Ekologis

Pastor Paroki St. Maria Asumpta Maronggela, RD. Anjelinus R. Denny Parisai, saat penanaman pohon mengajak orang muda katolik di parokinya untuk mencintai lingkungan ekologi. “Orang muda harus setia untuk memelihara lingkungan demi keberlanjutan kehidupan. Kesetiaan merawat lingkungan sangat penting, karena lingkungan menghidupi kita. Tanpa lingkungan kita tidak bisa hidup,” katanya.

Dikatakan, bahwa wilayah Paroki Maria Asumpta Maronggela yang meliputi Kecamatan Riung Barat -- sebagian besar padang savana terlihat hijau di musim hujan. Dan itu mudah, karena pada musim ini  curah hujan menghijaukan hamparan savana.
 
Aksi tanam pohon OMK Paroki Maronggela
Karena itu, kata Rm. Denny Parisai, wilayah paroki ini harus diubah agar hijau juga pada musim kemarau. Karena itu, perlu peran orang muda Katolik  menanam pohon mulai dari lingkungan kecil  dan rumah sendiri.  Mulailah dengan menanam pohon yang bernilai ekonomis sehingga membawa manfaat ganda – untuk menghijaukan dan memberi manfaat ekonomi.

Ajakan pastor Denny Parisai kepada orang muda Katolik  searah dengan arah pastoral Keuskupan Agung Ende yang menempatkan orang muda sebagai kelompok strategis. Kelompok strategis  harus didorong dan diberdayakan dengan memaksimalkan perannya dalam membangun gereja, membangun kehidupan iman . Dan merawat ekologi juga menjadi bagian dari upaya  menjaga karya ciptaan bagi keberlanjutan kemanusiaan.

Sementara tokoh masyarakat Maronggela, Sain Songkares mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini didukung Yayasan Puge Figo (YPF) yang bergerak dalam bidang konservasi alam dan pemberdayaan. YPF membantu 200 anakan cengkeh yang ditanam sebagai percontohan di kebun sekitar Kapel Namut. Dan rencananya akan dikembangkan ke stasi-stasi lainnya di paroki ini.

Menurut Sain, wilayah Maronggela, Riung Barat cocok untuk tanaman cengkeh. Itu yang kemudian mendorong kegiatan penanaman anakan cengkeh di lahan percontohan ini.  Sain katakan cengkeh cocok di wilayah itu, karena saat ini para transmiran lokal yang berasal dari wilayah Maupunggo beberapa dekade lampau – saat ini sudah memanen cengkeh karena saat datang pertama  mereka mencoba menanam. (ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Kopdit Kenisa Jadikan Moment Pra RAT untuk Literasi Keuangan



WOLOMEZE – Koperasi Kredit (Kopdit) Kenisa memanfaatkan kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) sebagai moment strategis untuk literasi keuangan bagi anggotanya. Demikian dikemukakan salah seorang pengurus Kopdit itu, Ahmad Lamo menjawab vigonews.com di sela-sela kegiatan pra RAT tahun buku 2019 di Tempat Pelayanan (TP) Wolomeze di Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kabupaten Ngada.

Pra RAT bagi Kopdit yang berkantor pusat di Kacamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo itu menjadi sarana untuk pertanggung jawaban kepada semua anggota , yang tidak mungkin diundang semua pada saat RAT. Oleh karena itu salah satu cara  menyapa semua anggota adalah momen pra RAT yang dilaksanakan di masing-masing TP (Tempat Pelayanan).

Salah satu TP adalah Wolomeze di Riung Selatan, dari empat TP yang ada di Kopdit ini, dengan tiga TP lainnya, yakni: TP Mauponggo, TP Mbay dan TP Aewoe. Selain bentuk pertanggung jawaban pengurus kepada anggota terhadap pengelolaan Kopdit selama setahun, momen ini dinilai  sebagai sarana efektif untuk melakukan literasi keungan kepada para anggota yang sebagian besar adalah petani/peternak dan usaha kecil.

Lebih dari 100 anggota yang hadir pada saat pra RAT di Wolomeze, sebagian besar adalah perempuan – ibu rumah tangga. Mereka tinggal di wilayah kecamatan Wolomeze, Soa, Bajawa, Bajawa Utara dan Riung. Ini bukan kebetulan, karena sekitar 52 persen dari 8.176 anggota Kopdit Kenisa adalah perempuan.

Menurut Ahmad Lamo, selain pertanggung jawaban pengelolaan koperasi selama setahun, ini juga momen edukasi yang strategis. Melalui proses ini para anggota yang rata-rata petani mendapat mencerahan terkait dengan neraca laba rugi keuangan koperasi, produk yang ditawarkan, suku bunga, serta hak dan kewajiban sebagai anggota.

Dikatakan, sesuai dengan semangat mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, maka literasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga menjadi momen strategis. “Pengelolaan keuangan yang baik perlu diterapkan dalam rumah tangga dengan ibu sebagai pelakunya. Saya rasa hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan juga cocok bagi calon ibu muda yang mengikuti kursus perkawinan, misalnya,” jelasnya.

Sejumlah ibu yang mengikuti  kegiatan RAT ini memberi apresiasi karena kegiatan RAT bisa dilaksanakan pada setiap TP sehingga bisa menjangkau semua anggota yang tentu saja sulit ditampung kalau harus mengikuti momen RAT.

Mama Imelda dari wilayah Soa memberi apresiasi pra RAT dilaksanakan di setiap TP, karena kalau gabung semua belum tentu dirinya bisa ikut. “Penjelasan dalam kegiatan pra RAT membuat kami semakin mengerti cara mengelola keuangan dan tau hak dan kewajiban kami sebagai anggota,” katanya.
 
Para anggota Kopdit Kenisa yang sebagian besar perempuan (ibu) antusias mengikuti kegiatan pra-RAT
Hanya dia minta pengurus dan manajemen tetap menjaga mutu pelayanan kepada anggota. Menolong anggota yang rata-rata petani untuk mengatur ekonomi rumah tangga. Dia juga menyarankan agar pendidikan terus digemakan hingga menyentuh semua anggota sehingga bisa tau manfaat berkoperasi. Sementara mama Emi dari wilayah Kecamatan Bajawa  juga beri apresiasi, karena pra RAT di TP dapat  menyentuh dirinya dengan anggota-anggota di kelompoknya.

Di bagian lain, Ahmad memberi motivasi kepada para ibu untuk bangkit mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, supaya tidak tergantung pada penghasilan suami semata, melalui produk seperti kredit usaha yang sudah ditawarkan, misalnya tawaran kredit mikro.

Dikatakan,  melalui pra RAT di sejumlah TP maka terjadi proses dan dinamika bersama anggota di tingkat paling bawah. Ini menarik sehingga bisa menyerap berbagai kepentingan anggota yang pada momen RAT belum tentu mendapat ruang bicara. Sehingga pra RAT menjadi ruang lain yang dapat mengakomodir kepentingan anggota termasuk untuk edukasi.

Wolomeze adalah satu-satunya TP di Kopdit Kenisa yang berada di Kabupaten Ngada dengan pertumbuhan anggota cukup positif setahun terakhir bila dibanding TP lainnya, yakni: sekitar 18,81 persen dengan jumlah anggota 691 pada tahun  2018, naik menjadi 821 pada tahun 2019.

TP Mauponggo pertumbuhan anggota 9,97 persen dari jumlah anggota 2.117 pada tahun 2018 meningkat  2.328 pada tahun 2019; TP Mbay pertumbuhan anggota 11,12 persen dari jumlah anggota 3272 pada tahun 2018,  menjadi 3.636 pada tahun 2019; sedangkan TP Aewoe  pertumbuhan anggota 12,36 persen dari jumlah anggota 1.238 pada tahun 2018 menjadi  1.391 pada tahun 2019. Total jumlah anggota Kopdit Kenisa 8.176 dengan pertumbuhan anggota 11,73 persen dari jumlah anggota 7.318 pada tahun 2018. Total aset Kopdit Kenisa Rp 44.844.970.513.

Dengan jumlah anggota 821, TP wolomeze kini memiliki aset Rp 3 miliar lebih. “Saya bangga karena TP ini bisa memiliki aset cukup besar dari 821 anggota yang rata-rata petani. Jadi petani punya uang banyak, dan itu menjadi kekuatan kalau kita berhimpung bersama,” kata Ahmad Lamo.(ed)***


Baca Lengkap
Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa: ‘PDAM dan Dinas Perumahan KPP Ubah Pola Kelola Air Bersih



Bupati Ngada Paulus Soliwoa ingatkan PDM dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (KPP) Kabupaten Ngada agar ubah pola pikir dalam pengelolaan air bersih. Demikian dikatakannya pada saat hibah asset kepada PDAM di Bajawa.


BAJAWA - Pemerintah Kabupaten Ngada Hibahkan Asset Milik Daerah kepada PDAM Ngada. Demikian siaran pers Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda melalui Kabag Admas, Marthinus P.Langa, SE, yang diterima vigonews.com, Selasa (25/02/2020).

Menurut Marthinus, Penyerahan asset tersebut ditandai dengan penandatangan surat perjanjian hibah asset antara Pemkab Ngada selaku pihak yang menyerahkan asset oleh Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan PDAM Ngada selaku penerima asset yang ditandatangani Direktur PDAM Ngada, Paskalis Losa. Kegiatan itu berlangsung di ruang pertemuan Bupati Ngada, Selasa (18/02/2020).

Dikatakan Marthinus, Direktur PDAM Ngada, Paskalis Losa dalam sambutannya mengatakan kegiatan itu merupakan penyerahan sarana pengelolaan air bersih milik pemerintah Kabupaten Ngada kepada PDAM Ngada untuk dikelola secara bertanggungjawab. Penyerahan asset ini tentu menjadi dukungan buat PDAM untuk pengelolaan dan pelayanan sarana air bersih.

Menurutnya, segala aspek pembangunan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dapat berhasil baik kalau didukung dengan ketersedian air bersih, khususnya bagi masyarakat marginal. Dikatakannya, PDAM Ngada telah bertekad untuk bekerja keras mendukung salah satu program atau target pemerintah yaitu Wae Gebho Gabho. Hal ini dapat berjalan apabila ada koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, katanya.

Lebih lanjut, Paskalis Losa menjelaskan saat ini PDAM Ngada mengelola sambungan rumah atau SR kurang lebih 10 ribu, sementara masih banyak masyarakat Ngada yang belum terlayani sekitar 20 ribuan lebih. 20 puluh ribuan rumah ini menjadi target pemerintah melalui PDAM dan untuk memenuhi target tersebut, segala upaya tengah dilakukan oleh PDAM.

Ditambahkannya, bahwa dalam rangka pelayanan air bersih pada tahun anggaran 2020, PDAM mendapat dukungan dana APBN untuk sasaran Riung dan Bekek senilai 5,7 miliar. Dan informasi dari Balai Sungai, di akhir Mei sudah akan dilakukan tender untuk program pelayanan air bersih di wilayah itu.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang telah membangun Waduk Bheto Waso dengan sambungan layanan rumah 100 lebih. Dikatakan Kabag Admas, Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa pada kegiatan itu mengatakan bahwa untuk mendukung pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah dan PDAM Ngada menjadi hal penting.

Ubah Pola

Menurut Bupati Soliwoa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan air minum. Salah satunya dokumen rencana induk sistem pengelolaan air minum (RESPAM) yang sudah disampaikan oleh Pemerintah kepada PDAM. Dokumen ini mesti menjadi acuan dalam pengelolaan air minum, sebab biaya yang dikeluarkan untuk penyusunan dokumen ini sangat besar, sementara dalam tataran implementasi pengelolaan air bersih tidak sesuai dengan dokumen tersebut. Untuk itu, PDAM perlu memperhatikan dokumen tersebut, sehingga dalan pengelolaan air minun kita tidak ngambang, sehingga bisa sejalan dengan salah satu target pemerintah yakni Wae Gebho Gabho.

Dia menegaskan, bahwa kalau kita melihat data, biaya yang dikeluarkan belum sebanding dengan sambungan rumah yang sudah dilakukan. Untuk itu, pola pikir atau mind set PDAM dan Dinas Perumahan selaku pengola air minum harus diubah melalui program dan kegiatan. Hal ini penting sebab muara akhir kita mesti berujung pada penambahan sambungan rumah, katanya.

“Penambahan sambungan rumah harus menjadi prioritas sebab sambungan rumah menjadi salah satu sumber pendapatan PDAM. Dua hal yang memang harus berjalan beriringan sebab disatu sisi PDAM berorientasi pada pelayanan air bersih dan sisi lain harus memperoleh keuntungan,”  katanya Bupati Soliwoa.  Dia menambahkan, kalau debitasi air memungkinkan dan sarana prasarana mendukung, maka penambahnan SR harus menjadi prioritas.

Sementara, menurut Kabag Marthinus, sejumlah asset milik Pemkab Ngada yang diserahkan kepada PDAM diantaranya jaringan pembawa pembuatan Intake Mukofoka AB IKK Kota Bajawa yang berlokasi di Kecamatan Bajawa, pekerjaan SPAM mata air Wae Wako di Desa Tarawaja Kecamatan Soa dan peningkatan cakupan sistem penyedian air minum IKK Bajawa di Waturutu Kecamatan Bajawa. Hibah ini dituangkan dalam Surat Perjanjian Hibah Nomor 111/PH/HK/2020-Nomor UM.01.01-PDAM/NG/13/II/2020 tanggal 18 Februari 2020 tentang hibah asset tetap bangunan air, instalasi dan jaringan air minum milik pemerintah Kabupaten Ngada tahun anggaran 2020.(h)***

Baca Lengkap
Vigonews

Kopdit Sangosay Menjadi Besar Karena Begini Para Pendirinya Berpikir!



RD. Silvester Betu dalam khotbahnya ketika memimpin misa pembukaan Pra RAT tahun buku 2019 mengatakan, "Kopdit Sangosay menjadi besar karena para pendirinya berpikir besar.


BAJAWA – Kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) Kopdit Sangosay diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus, yang berlangsung Sabtu (22/02/2020. Misa pembukaan itu berlangsung di aula lantai III Kantor pusat Kopdit Sangosay.

Perayaan ekaristi  yang mengangkat tema:  “Berjuang Bersama Sangosay untuk Mewujudkan Hidup Sejahtera dan Bermartabat” sebelum pra RAT, sebelumnya juga dilakukan ritual adat.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh RD. Sil Betu bersama RD. Daniel Aka, yang dimeriahkan oleh kelompok paduan suara dari SMP Katolik Regina Pacis Bajawa. Peserta yang mengikuti parayaan ekaristi yakni utusan dari masing-masing kantor cabang, para penasihat, pengawas, pengurus dan para manager dari masing-masing kantor cabang daratan Flores dan Timor.

Dalam kotbahnya, RD. Sil secara singkat, padat dan jelas menguraikan beberapa hal mendasar yang sangat bersentuhan langsung dengan keberadaan Kopdit Sangosay awal, kini dan yang akan datang.

Latar belakang lahirnya Kopdit Sangosay. Lahirnya Kopdit Sangosay dilatar belakangi oleh keprihatianan dan kepekaan sosial dari pemimpin Yasukda akan kehidupan para guru dahulu. Kala itu, kehidupan para guru selalu diselimuti oleh berbagai kesulitan keuangan. Dampaknya, sering berutang dengan bunga yang sangat memberatkan.

Selain itu para guru juga tidak memiliki tanah dan rumah yang layak. Tidak ada tabungan untuk pendidikan dan kesehatan keluarga. Oleh karena itulah, maka bermodalkan keyakinan bahwa yang bisa menolong diri mereka hanya dengan mengandalkan kemampuan dan kemauan untuk dapat keluar dari berbagai kesulitan itu. Sekaligus dapat mengangkat martabat hidup mereka dalam semangat kebersamaan itu sendiri.

Inilah realitas buah pikiran besar yang dicetuskan oleh para pendahulu hingga menghasilkan gagasan besar yakni mendirikan Kopdit Sangosay sebagai jalan keluar humanis yang paling tepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang melanda para guru pegawai di bawah asuhan Yasukda pada saat itu. Akhirnya martabat para guru dan pegawai berhasil mendapatkan tempat yang semestinya. Dan berlanjut hingga kini.

Pertama, pikiran kecil. Orang yang berpikir kecil adalah tipikal manusia yang suka bicarakan orang lain. Perbincangan atau pertanyaanya selalu mulai dengan siapa? Akibatnya, pikiran kecil selalu menghasilkan gosip yang berdampak pada keserakahan, perselisihan, persaingan tidak sehat dan perpecahan yang berkepanjangan. Oleh karenannya, yang suka membudayakan pikiran kecil, ia tidak layak menjadi bagian dari Sangosay.

Kedua, Pikiran sedang. Orang yang berpikiran sedang akan dan selalu membicarakan peristiwa dan sejarah. Pertanyaanya pun selalu dimulai dengan ada apa? Pikiran sedang selalu menghasilkan pengetahuan. Tahu sangat banyak tentang berbagai peristiwa. Sebab pengetahuanya banyak maka bicaranya juga banyak dan selalu mendominasi semua pembicara. Tipikal orang berpikir sedang juga harus waspadah jikalau ada dalam Kopdit Sangosay.

Ketiga, pikiran besar. Orang yang berpikiran besar selalu membicarakan cara dan langkah. Starategis menyelesaikan masalah. Pertanyaanya selalu dimulai dengan mengapa dan bagaimana? Pikiran besar akan menghasilkan gagasan dan terobosan-terobosan besar.

Kopdit ini telah dimulai dengan pikiran besar yang menghasilkan gagasan yang brilian. Semoga kita terus berada dalam arus utama pikiran besar sehingga yang kita bicarakan tidak sekadar siapa yang akan menjadi ketua, pengurus dan pengawas, tidak hanya bernostalgia tentang peristiwa-peristiwa tapi lebih dari itu harus menemukan berbagai terobosan baru di zaman milenial  dan penuh persaingan seperti saat ini. Sehingga harapan agar terwujudnya anggota yang bermartabat, sejahtera dan bahagia dapat digapai.

Hari ini bersama gereja sejagat kita merayakan Pesta Tahta St. Petrus Rasul. Dan menjadi amat menarik sebab dalam Pra RAT dan RAT tahun 2019 ini kita akan memilih ketua pengurus dan ketua pengawas masa bakti 2020-2024.

Untuk ini beberapa pesan berikut ini dapat dijadikan dasar bagi calon pemimpin dan pemimpin terpilih Sangosay nanti. Pertama, jadilah pemimpin Sangosay yang tulus, jujur, penuh pengabdian dan menjadi teladan bagi semua orang. Untuk itu, St. Petrus dalam suratnya menasihati para pemimpin dan kita semua untuk: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa, tetapi harus dengan semangat sukarela, jangan mau mencari keuntungan tetapi harus dengan semangat pengabdian yang sungguh. Jangan hanya memerintah tetapi jadilah teladan”.

Untuk itu, pemimpin Sangosay yang kita dambakan adalah yang memenuhi kriteria di atas: merangkul sebagai bapak tetapi tetap tegas sebagai pemimpin yang kritis, inovatif dan selalu merangkul yang tercecer.

Kedua, Jadilah pemimpin yang kokoh dan teguh. Kepada Simon yang menjawab secara tepat pertanyaan Yesus, Yesus bersabda: “Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Jemaatku”. Sabda ini mau menegaskan bahwa jadi pemimpin harus tegas dalam prinsip tetapi lembut dalam cara.

Ketiga, Petrus adalah Primus inter Pares. Pesta tahta rasul Petrus ini bukan bermaksud untuk merayakan kekuasaan Petrus yang tanpa batas, tetapi mau menunjukkan model kepemimpian kristiani bahwa Petrus adalah Primus Inter Pares yang pertama dan sederajat. Yang dalam bahasa kita saat ini, dinamakan sebagai kepemimpinan yang kolektif kolegial. Kepemimpinan dalam Kopdit Sangosay juga bersifat kolektif kolegial. Ketua pengawas dan ketua pengurus juga menjadi orang pertama, dia bukan satu-satunya pengambil keputusan, dia adalah salah satu bagian penting pengambil keputusan dalam kepengurusan untuk menindaklanjuti keputusan anggota

Semoga point-point kepemimpinan kepemimpinan kristiani ini dapat membantu kita untuk bisa memilih orang pertama dari calon-calon terbaik. Sehingga pada akhirnya, Kopdit Sangosay akan terus berkembang dan berjuang pada jalan yang tepat dan menjadikan semua anggota bermartabat, sejahtera dan bahagia.

Laporan: Bonefasius Zanda

Baca Lengkap
Vigonews

Konferensi Anak Daerah Berakhir dengan Pengukuhan Duta Anak Ngada 2020




Pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020 oleh Kadis PMDP3A Johanes C.W Ngebu dan Kabid P3A Mathilde Paulina Laban.


BAJAWA – Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada, berakhir Sabtu (23/02/20) dinihari dengan pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020.

Salestin Adriano Tena dan Maria Laudavika Moi Kelly dari SMAK Regina Pacis Bajawa terpilih secara demokratis dalam puncak kegiatan Konfrensi Anak pada  Jumat malam. Pada malam itu 70 anak utusan dari berbagai SMP, SMA/SMK juga secara demokratis memilih Frederikus Marinus Buku dari SMAN Golewa Selatan sebagai Ketua Forum Anak Ngada tahun 2020.

Pemilihan duta anak dan pengurus Forum Anak merupakan kegiatan tertutup yang hanya diikuti oleh anak-anak. Kegiatan ini lepas dari intervensi  para pendamping dan panitia kegiatan konferensi. Pemilihan itu sendiri berlangsung lancar dan demokratis dalam nuansa penuh persaudaraan dan menyenangkan.

Lewat tengah malam, Kepala Dinas PMDP3A Johanes C.W Ngebu didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Mathilde Paulina Laban mengukuhkan Duta Anak Ngada terpilih Tahun 2020. Kedua duta anak tersebut selanjutnya akan mengikuti Konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi NTT yang diperkirakan akan berlangsung Juni 2020 mendatang, dan mengemban sejumlah tugas dalam memperjuangkan hak-hak anak dari Kabupaten Ngada.
Duta Anak Ngada 2020 Andy dan Vika diapiti Duta Anak Ngada 2019 Prisco dan Cindy diapiti Kadis PMDP3A Johanes C.W Ngebu (Kanan) dan Kabid P3A Mathilde Paulina Laban (Kiri)
Acara pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020 itu berlangsung dalam acara penutupan Konferensi Anak Daerah, Sabtu (23/02/2020) dini hari. Serangkaian kegiatan tersebut, juga diumumkan hasil berbagai lomba yang diselenggarakan guna mengasah kemampuan anak selama dua hari, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah.

Lomba pidato tingkat SMP, juara pertama diraih oleh Carmelita S.P Ratu Edo dari SMPK Regina Pacis Bajawa, menyusul ditempat kedua Steven dari SMPN 1 Bajawa, juara ketiga Jeane Rosalia Kapoh Dolu dari SMPN Satap 1 Bajawa, dan juara harapan 1 diraih Maria Grasia Celina Wunu Sina dari SMPS St. Hubertus Laja, Kecamatan Golewa Selatan.

Lomba cipta dan baca puisi tingkat SMP, juara pertama diraih Yohanes M. Vianey Ta’i dari SMPS St. Hubertus Laja Golewa Selatan, juara kedua Maria B Eno dari SMPN 2 Soa, juara ketiga Maria Gabriela Wua Raghi dari SMP Kartini Mataloko dan juara harapan satu Elyazer Karel Wadu dari SMPN 1 Aimere.

Lomba cipta dan baca puisi tingkat SMA/SMA, juara pertama diraih oleh Maria Laudavika Moi Kelly dari SMAK Regina Pacis Bajawa, juara kedua Agnesia Monika Mau Foju dari SMAN 1 Bajawa, juara ketiga Maria Inecensia Moi Bay dari SMAN 1 Soa, dan juara harapan satu Martinus A. Adhy Ngamo dari SMAK Seminari Mataloko.

Sementara pada lomba debat tingkat SMA/SMK, juara pertama dari SMAN Riung Barat (Christianus H.S Minggu dan Maria Gratia Paing), juara kedua dari SMAN Golewa Selatan (Frederikus Marius Buku dan Melania Loda), juara ketiga dari SMAK regina Pacis (Salestin Adriano Tena dan Maria Laudavika Moi Kelly), dan juara harapan satu SMAN 1 Bajawa (Melkior Nuwa dan Agnesia Monika Mau Foju.

Pada penutupan kegiatan konferensi anak, Kepala Dinas PMDP3A Kabupaten Ngada, Yohanes C.W Ngebu memberi apresiasi kepada anak-anak yang terlihat sangat bersemangat dan penuh persaudaraan mengikuti rangkaian kegiatan dua hari cukup padat. Bahkan hingga pengukuhan duta anak pada Sabtu dinihari, diikuti hingga akhir. “Terus terang hati saya bergetar (tergerak)  melihat semangat semua peserta yang sangat bersemangat sejak hari pertama,” apresiasi Johny.
 
Duta Anak Ngada 2020 bersama Duta Anak Ngada 2019, dan panitia, dewan juri dan fasilitator kegiatan
“Kalau kami dulu tidak diproses seperti begini saja bisa memberi peran yang strategis, apalagi kalian sekarang ini. Melalui proses seperti ini yang tak pernah di alamai generasi sebelumnya tentu kalian akan memberi peran sangat besar kepada Kabupaten Ngada di masa mendatang. Suatu ketika kalian semua akan jadi luar biasa,” kata Johny memberi semangat.

Dikatakan Johny, energi/antusias seperti ini diyakini hanya datang dari kedalaman hati yang dibaluti ketulusan dan cinta untuk membangun diri dan pada giliran membangun bangsa, sebagaimana tema yang kita artikulasikan selama dua hari: “Selamatkan anak – selamatkan masa depan bangsa.”

Ditambahkannya, kekuatan membangun diri dan bangsa hanya datang dari dalam diri yang ditopang oleh Tuhan. Johny kepada anak-anak mengingatkan pentingnya keteladanan dalam memperjuangkan hak-hak anak, dan teladan bagi sesama teman demi kebaikan bersama. (ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa Soroti Kekerasan Terhadap Anak Di Konferensi Anak Daerah



Di forum Konferensi Anak Daerah tingkat Kabupaten Ngada, Bupati Ngada Paulus Soliwoa disambut meriah aplaus anak-anak


BAJAWA – Kasus kekerasan terhadap anak, khususnya  kekerasan sesksual terhadap anak mendapat perhatian serius Bupati Ngada Paulus Soliwoa. Dia minta  berbagai pihak turun tangan ikut ambil bagian dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan semakin marak.

Bupati Paulus Soliwoa beberapa keli memberi penekanan terhadap kasus kekerasan sebagai ancaman serius. Dia seperti cemas dengan keadaan ini yang menurutnya akan berdampak pada generasi masa depan Ngada dan bangsa ini. Paulus Soliwoa menegaskan itu ketika membuka Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada Kamis (20/02/2020) yang berlangsung dua hari di Rumah Khalwat Bintang Bethlehem, Bejo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Saat membuka kegiatan, dihadapan 70 siswa utusan dari berbagai SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Ngada yang juga dihadiri 35 guru pendamping serta udangan lainnya, Paulus Soliwoa ‘tercengang’ karena tahun 2020 yang baru masuk awal bulan Februari sudah terjadi tiga kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan anak sebagai pelaku kekerasan dua orang.

Tahun 2019, Kata Bupati Soliwoa tercatat ada 20 kasus kekerasan terhadap anak, 15 di antaranya kasus kekerasan seksual, empat kasus penelantaran anak, dan satu kasus bully. Disayangkan, bahwa kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang-orang dekat korban, seperti orang tua sendiri, maupun kakak adik, om, tante dan orang dekat lainnya. Ada juga kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh anak dengan korban anak.

Jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan dari kasus-kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, sosial,  dan lainnya, maka baik pemerintah, masyarakat, para penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan harus merapatkan barisan ‘memerangi’ tindak kekerasan yang banyak melibatkan pelaku orang-orang dekat korban ini.
Forum Konferensi Anak adalah ruang demokrasi bagi anak
Pemda Ngada sendiri, sebagaimana dikemukakan Bupati Soliwoa di hadapan 70 utusan siswa dari berbagai sekolah dan para guru pendamping berjanji akan melakukan interfensi melalui kebijakan anggaran. Sehingga, kata dia, dengan anggaran yang cukup dapat melakukan berbagai kegiatan dan upaya advokasi anak.

Menurut sumber di Dinas PMDP3A  kabupaten Ngada yang membidangi urusan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tahun lalu untuk bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mendapat jatah anggaran sekitar Rp 60 juta, dan tahun ini ada tambahan anggaran menjadi Rp 89 juta lebih.

Diakui Bupati Soliwoa, mengingat keterbatasan anggaran dalam membiayai berbagai pembangunan, maka kebijakan anggaran selalu disesuaikan. “Tetapi kita akan terus beri perhatian pada masalah ini. Karena ini demi masa depan Ngada dan masa depan bangsa. Sehingga interfensi anggaran untuk bidang ini menjadi perhatian supaya bisa lakukan diversifikasi kegiatan anak  sebagai langkah kampanye menolak kekerasan terhadap anak,” kata Soliwoa.

Harus Beda

Tema konferensi: ‘Selamatkan anak, selamatkan masa depan bangsa’  menjadi perhatian Bupati Soliwoa. “Ini tema yang menarik dan aktual. Mari kita mulai selamatkan diri sendiri, untuk masa depan Ngada baru yang lebih besar selamatkan bangsa. Kalau kita tidak siap dari sekarang akan menyesal kemudian,” kata Bupati Soliwoa menghibau anak-anak.
Anak-anak utusan dari berbagai sekolah SMP/SMA/SMK di Kabupaten Ngada bersama Bupati Paulus Soliwoa di Konferensi Anak Daerah
Bupati Soliwoa juga berpesan kepada para guru agar terus berkreasi membantu anak-anak membentuk karakter sesuai nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Pendidikan karakter harus jadi model setiap sekolah yang dilandasi keteladanan. Dia juga mengusulkan perlu ada semacam festival yang khusus melibatkan anak seperti pada konferensi anak daerah.

Pesan Bupati Soliwoa, Konferda Ngada 2020  harus menciptakan suasana beda, suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Suasana persaudaraan yang menumbuhkan kecintaan dan persaudaraan sehingga kalau anak tidak ada dalam momen menyenangkan ini, dia merasa rugi. Suasana ini juga harus tercipta di sekolah yang dikreasikan guru.

Konferda sedapat mungkin menjadi momen yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak dalam menciptakan pengalaman-pengalaman baru bagi anak. Selanjutnya pengalaman-pengalaman tersebut direfkeksikan anak kemudian dari sana anak dapat menimba nilai-nilai dalam membentuk karakter unggul.

Terkait dengan hal-hal tersebut, Bupati  Paulus Soliwoa menaruh harapan agar momen konferensi menjadi wahana bagi anak dalam memahami  hak-hak yang harus dimiliki serta kemampuan berorganisasi. Hak seperti: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi, hak untuk bermain, hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan nama, hak mendapatkan perlindungan.

Konferensi anak, kata Bupati Soliwoa menjadi wahana berekspresi dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya. Anak Ngada harus dapat bertumbuh dan berkembang menjadi tunas bangsa melalui perkembangan perilaku mereka dalam kehidupan bermasyarakat dengan memerhatikan etika, moral dan budaya bangsa.

Konferensi anak juga diharapkan mampu menggerakkan anak sehingga dapat mengadvokasi dirinya serta mampu memecahkan masalah terhadap persoalan yang dihadapi temannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan sikap empati dan peduli dalam diri anak terhadap sesama teman.
 
Berbagai permainan edukasi menguatkan keceriaan anak-anak pada konferensi anak daerah tingkat Kabupaten Ngada
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Anak Daerah Tingkat Kabupaten Ngada, Mathilde Paulina Laban, S.Sos dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tetang organisasi dan kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi, partisipasi dan pengambilan keputusan.

Dikatakan, konferensi juga mampu mendorong anak dapat merumuskan program kegiatan dan rekomendasi yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak sehingga tercapai pengarusutamaan hak anak. Mendorong anak agar  dapat bertumbuh, berkembang  dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan  etika/moral dan karakter bangsa serta mengembangkan minat dan bakat anak.

Diharapkan ada perubahan sikap dan mental dalam kehidupan bermasyarakat sesuai etika dan karakter bangsa. Dan, terpilihnya duta anak Kabupaten Ngada 2020 yang akan mengikuti konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi dan jika terpilih akan dikirim ke tingkat nasional sebagai Duta Anak NTT.

Dalam  konferensi selama dua hari  anak juga diberi edukasi dalam suasana menyenangkan, antara lain: Sekolah Ramah Anak oleh Kadis Pendidikan Vinsensius Milo, Pendidikan Nilai/Karakter oleh RD. Daniel Aka, dan materi
Tinjauan Psikologi Tumbuh Kembang Anak dan Dampak Kekerasan pada Anak, oleh Lidwina Dhiu.

Diselingi berbagai permainan, 70 anak dari berbagai sekolah itu juga mengikuti sejumlah jenis lomba, seperti: Lomba debat tingkat SMA/SMK, lomba pidato tingkat SMP, lomba cipta dan baca puisi tingkat SMP dan SMA/SMK.(ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Kopdit Sangosay Kedepankan Layanan Humanis untuk Kesejahteraan Anggota



BAJAWA – Pra RAT (Rapat Anggota Tahunan) 2019 Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay, Bajawa dibuka secara resmi oleh Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, Jumat (21/02/2020). Kegiatan dengan tema: “Berjuang Bersama Sangosay Mewujudkan Kehidupan Sejehtera dan Bermartabat”, berlangsung di lantai III aula kantor Pusat Sangosay di Bajawa.

Peserta yang hadir dalam kegiatan Pra RAT ini adalah perwakilan dari 10 kantor cabang dan lima kantor cabang pembantu, pengurus, pengawas, penasihat, GM, manager dari masing-masing cabang, dan staf managemen. Diperkirakan peserta yang hadir yakni sekitar 560 orang termasuk para staf managemen. Kegiatan ini dimeriakan oleh Akustik Band SMAK Regina Pacis.

Dalam sambutanya, Paulus Soliwoa menegaskan bahwa hidup harus memiliki perjuangan yang tangguh. Apalagi berbicara tentang koperasi, itu sangat kaitan erat dengan hidup, perjuangan untuk memberdayakan anggota dan masyarakat luas. Untuk itu momen Pra RAT ini harus menjadi forum humanis untuk menetapkan targetnya, sehingga Kopdit Sangosay ke depannya semakin baik dan berkualitas. Selain itu, tak dapat di mungkiri bahwa keberadaan Kopdit Sangosay sungguh telah membantu pemerintah untuk bersama-sama bekerja dalam semangat kolaboratif demi kesejahteraan masyarakat secara luas.
 
Para utusan pra RAT 2019  Kopdit Sangosay
“Sabagai Bupati saya berharap agar momen Pra RAT ini dapat membuat Sangosay semakin baik dalam menetapkan target dan juga pemberdayaan terhadap anggota. Terima kasih karena telah menjadi Kopdit yang sungguh membantu Pemerintah dalam menyejahterahkan masyarakat secara umum,” Imbuhnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Para RAT Jheni Rato dalam sambutan singkatnya menyampaikan beberapa hal yakni pertama, Sangosay mesti terus bertumbuh agar bisa diandalkan sebagai media untuk sama-sama kita perjuangkan untuk hidup yang semakin sejahtera dan bermartabat. Dan sejahtera tidak hanya sebatas ketercukupan sandang, pangan, dan papan melainkan juga memiliki akses pendidikan, perawatan kesehatan, bahkan sampai pada hiburan atau rekreasi yang bermanfaat.

Selain itu, bermartabat tidak hanya berbicara tentang berjuang dengan kekuatan sendiri, tetapi juga tentang perilaku terhormat di mana tidak ada sikap saling mempecundangi, tidak ada sikap asal saya untung dan persetan dengan yang lain. Tidak ada juga sikap spekulasi untuk mengadu keuntungan dari kebersamaan di Kopdit Sangosay.

Kedua, jadilah Kopdit Sangosay yang humanis, berkualitas dan bermartabat. Untuk itu, sebagai anggota kita harus simpan secara teratur, cicil secara teratur dan tuntas, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan pengembalian, juga gunakan pinjaman secara bertanggung jawab.
 
Philipus Lusi, Plt. Ketua Kopdit Sangosay
“Saya berharap, Kopdit Sangosay terus bertumbuh dan diandalkan dalam pemberdayaan anggota dan masyarakat luas. Selain itu jadilah anggota yang cerdas dan bertanggung jawab agar Sangosay  terus tumbuh kembang ke arah yang lebih berkualitas dalam banyak hal,” Imbuhnya.

Dipihak lain, Plt. Kopdit Sangosay, Philipus Lusi dalam sambutanya menyampaikan bahwa pada momen Pra RAT ini kami atas nama pengurus mengajak semua yang hadir untuk hening sejenak sembari berdoa mohon keselamatan arwah Ketua Kopdit Sangosay, Alamarhum Bapak Rinu Romanus. Kita juga perlu bersyukur bahwa Kopdit Sangosay setiap tahunya berkembang terus ke arah kemajuan dari segi anggota maupun aset. Ini semua terjadi karena berkat penjasa para leluhur dan juga Sang Pencipta itu sendiri. Mari kita sukseskan Pra RAT ini dengan semangat kekeluargan yang teguh.

“Mari sebagai anggota, pengurus dan semua yang mencintai Sangosay, kita bekerja secara bersama-sama dalam semangat cinta kasih. Diharapkan juga kita selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan hidup kita. Juga selalu mendoakan bagi para penjasa yang telah dipanggil Tuhan.  Sebab kemajuan Sangosay ada di tangan kita semua yang dalam setiap perjuangan selalu melibatkan Tuhan” katannya.

Laporan: Bonefasius Zanda

Baca Lengkap