Vigonews

Kopdit Kenisa Jadikan Moment Pra RAT untuk Literasi Keuangan



WOLOMEZE – Koperasi Kredit (Kopdit) Kenisa memanfaatkan kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) sebagai moment strategis untuk literasi keuangan bagi anggotanya. Demikian dikemukakan salah seorang pengurus Kopdit itu, Ahmad Lamo menjawab vigonews.com di sela-sela kegiatan pra RAT tahun buku 2019 di Tempat Pelayanan (TP) Wolomeze di Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kabupaten Ngada.

Pra RAT bagi Kopdit yang berkantor pusat di Kacamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo itu menjadi sarana untuk pertanggung jawaban kepada semua anggota , yang tidak mungkin diundang semua pada saat RAT. Oleh karena itu salah satu cara  menyapa semua anggota adalah momen pra RAT yang dilaksanakan di masing-masing TP (Tempat Pelayanan).

Salah satu TP adalah Wolomeze di Riung Selatan, dari empat TP yang ada di Kopdit ini, dengan tiga TP lainnya, yakni: TP Mauponggo, TP Mbay dan TP Aewoe. Selain bentuk pertanggung jawaban pengurus kepada anggota terhadap pengelolaan Kopdit selama setahun, momen ini dinilai  sebagai sarana efektif untuk melakukan literasi keungan kepada para anggota yang sebagian besar adalah petani/peternak dan usaha kecil.

Lebih dari 100 anggota yang hadir pada saat pra RAT di Wolomeze, sebagian besar adalah perempuan – ibu rumah tangga. Mereka tinggal di wilayah kecamatan Wolomeze, Soa, Bajawa, Bajawa Utara dan Riung. Ini bukan kebetulan, karena sekitar 52 persen dari 8.176 anggota Kopdit Kenisa adalah perempuan.

Menurut Ahmad Lamo, selain pertanggung jawaban pengelolaan koperasi selama setahun, ini juga momen edukasi yang strategis. Melalui proses ini para anggota yang rata-rata petani mendapat mencerahan terkait dengan neraca laba rugi keuangan koperasi, produk yang ditawarkan, suku bunga, serta hak dan kewajiban sebagai anggota.

Dikatakan, sesuai dengan semangat mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, maka literasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga menjadi momen strategis. “Pengelolaan keuangan yang baik perlu diterapkan dalam rumah tangga dengan ibu sebagai pelakunya. Saya rasa hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan juga cocok bagi calon ibu muda yang mengikuti kursus perkawinan, misalnya,” jelasnya.

Sejumlah ibu yang mengikuti  kegiatan RAT ini memberi apresiasi karena kegiatan RAT bisa dilaksanakan pada setiap TP sehingga bisa menjangkau semua anggota yang tentu saja sulit ditampung kalau harus mengikuti momen RAT.

Mama Imelda dari wilayah Soa memberi apresiasi pra RAT dilaksanakan di setiap TP, karena kalau gabung semua belum tentu dirinya bisa ikut. “Penjelasan dalam kegiatan pra RAT membuat kami semakin mengerti cara mengelola keuangan dan tau hak dan kewajiban kami sebagai anggota,” katanya.
 
Para anggota Kopdit Kenisa yang sebagian besar perempuan (ibu) antusias mengikuti kegiatan pra-RAT
Hanya dia minta pengurus dan manajemen tetap menjaga mutu pelayanan kepada anggota. Menolong anggota yang rata-rata petani untuk mengatur ekonomi rumah tangga. Dia juga menyarankan agar pendidikan terus digemakan hingga menyentuh semua anggota sehingga bisa tau manfaat berkoperasi. Sementara mama Emi dari wilayah Kecamatan Bajawa  juga beri apresiasi, karena pra RAT di TP dapat  menyentuh dirinya dengan anggota-anggota di kelompoknya.

Di bagian lain, Ahmad memberi motivasi kepada para ibu untuk bangkit mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, supaya tidak tergantung pada penghasilan suami semata, melalui produk seperti kredit usaha yang sudah ditawarkan, misalnya tawaran kredit mikro.

Dikatakan,  melalui pra RAT di sejumlah TP maka terjadi proses dan dinamika bersama anggota di tingkat paling bawah. Ini menarik sehingga bisa menyerap berbagai kepentingan anggota yang pada momen RAT belum tentu mendapat ruang bicara. Sehingga pra RAT menjadi ruang lain yang dapat mengakomodir kepentingan anggota termasuk untuk edukasi.

Wolomeze adalah satu-satunya TP di Kopdit Kenisa yang berada di Kabupaten Ngada dengan pertumbuhan anggota cukup positif setahun terakhir bila dibanding TP lainnya, yakni: sekitar 18,81 persen dengan jumlah anggota 691 pada tahun  2018, naik menjadi 821 pada tahun 2019.

TP Mauponggo pertumbuhan anggota 9,97 persen dari jumlah anggota 2.117 pada tahun 2018 meningkat  2.328 pada tahun 2019; TP Mbay pertumbuhan anggota 11,12 persen dari jumlah anggota 3272 pada tahun 2018,  menjadi 3.636 pada tahun 2019; sedangkan TP Aewoe  pertumbuhan anggota 12,36 persen dari jumlah anggota 1.238 pada tahun 2018 menjadi  1.391 pada tahun 2019. Total jumlah anggota Kopdit Kenisa 8.176 dengan pertumbuhan anggota 11,73 persen dari jumlah anggota 7.318 pada tahun 2018. Total aset Kopdit Kenisa Rp 44.844.970.513.

Dengan jumlah anggota 821, TP wolomeze kini memiliki aset Rp 3 miliar lebih. “Saya bangga karena TP ini bisa memiliki aset cukup besar dari 821 anggota yang rata-rata petani. Jadi petani punya uang banyak, dan itu menjadi kekuatan kalau kita berhimpung bersama,” kata Ahmad Lamo.(ed)***


Baca Lengkap
Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa: ‘PDAM dan Dinas Perumahan KPP Ubah Pola Kelola Air Bersih



Bupati Ngada Paulus Soliwoa ingatkan PDM dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (KPP) Kabupaten Ngada agar ubah pola pikir dalam pengelolaan air bersih. Demikian dikatakannya pada saat hibah asset kepada PDAM di Bajawa.


BAJAWA - Pemerintah Kabupaten Ngada Hibahkan Asset Milik Daerah kepada PDAM Ngada. Demikian siaran pers Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda melalui Kabag Admas, Marthinus P.Langa, SE, yang diterima vigonews.com, Selasa (25/02/2020).

Menurut Marthinus, Penyerahan asset tersebut ditandai dengan penandatangan surat perjanjian hibah asset antara Pemkab Ngada selaku pihak yang menyerahkan asset oleh Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan PDAM Ngada selaku penerima asset yang ditandatangani Direktur PDAM Ngada, Paskalis Losa. Kegiatan itu berlangsung di ruang pertemuan Bupati Ngada, Selasa (18/02/2020).

Dikatakan Marthinus, Direktur PDAM Ngada, Paskalis Losa dalam sambutannya mengatakan kegiatan itu merupakan penyerahan sarana pengelolaan air bersih milik pemerintah Kabupaten Ngada kepada PDAM Ngada untuk dikelola secara bertanggungjawab. Penyerahan asset ini tentu menjadi dukungan buat PDAM untuk pengelolaan dan pelayanan sarana air bersih.

Menurutnya, segala aspek pembangunan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dapat berhasil baik kalau didukung dengan ketersedian air bersih, khususnya bagi masyarakat marginal. Dikatakannya, PDAM Ngada telah bertekad untuk bekerja keras mendukung salah satu program atau target pemerintah yaitu Wae Gebho Gabho. Hal ini dapat berjalan apabila ada koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, katanya.

Lebih lanjut, Paskalis Losa menjelaskan saat ini PDAM Ngada mengelola sambungan rumah atau SR kurang lebih 10 ribu, sementara masih banyak masyarakat Ngada yang belum terlayani sekitar 20 ribuan lebih. 20 puluh ribuan rumah ini menjadi target pemerintah melalui PDAM dan untuk memenuhi target tersebut, segala upaya tengah dilakukan oleh PDAM.

Ditambahkannya, bahwa dalam rangka pelayanan air bersih pada tahun anggaran 2020, PDAM mendapat dukungan dana APBN untuk sasaran Riung dan Bekek senilai 5,7 miliar. Dan informasi dari Balai Sungai, di akhir Mei sudah akan dilakukan tender untuk program pelayanan air bersih di wilayah itu.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang telah membangun Waduk Bheto Waso dengan sambungan layanan rumah 100 lebih. Dikatakan Kabag Admas, Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa pada kegiatan itu mengatakan bahwa untuk mendukung pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah dan PDAM Ngada menjadi hal penting.

Ubah Pola

Menurut Bupati Soliwoa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan air minum. Salah satunya dokumen rencana induk sistem pengelolaan air minum (RESPAM) yang sudah disampaikan oleh Pemerintah kepada PDAM. Dokumen ini mesti menjadi acuan dalam pengelolaan air minum, sebab biaya yang dikeluarkan untuk penyusunan dokumen ini sangat besar, sementara dalam tataran implementasi pengelolaan air bersih tidak sesuai dengan dokumen tersebut. Untuk itu, PDAM perlu memperhatikan dokumen tersebut, sehingga dalan pengelolaan air minun kita tidak ngambang, sehingga bisa sejalan dengan salah satu target pemerintah yakni Wae Gebho Gabho.

Dia menegaskan, bahwa kalau kita melihat data, biaya yang dikeluarkan belum sebanding dengan sambungan rumah yang sudah dilakukan. Untuk itu, pola pikir atau mind set PDAM dan Dinas Perumahan selaku pengola air minum harus diubah melalui program dan kegiatan. Hal ini penting sebab muara akhir kita mesti berujung pada penambahan sambungan rumah, katanya.

“Penambahan sambungan rumah harus menjadi prioritas sebab sambungan rumah menjadi salah satu sumber pendapatan PDAM. Dua hal yang memang harus berjalan beriringan sebab disatu sisi PDAM berorientasi pada pelayanan air bersih dan sisi lain harus memperoleh keuntungan,”  katanya Bupati Soliwoa.  Dia menambahkan, kalau debitasi air memungkinkan dan sarana prasarana mendukung, maka penambahnan SR harus menjadi prioritas.

Sementara, menurut Kabag Marthinus, sejumlah asset milik Pemkab Ngada yang diserahkan kepada PDAM diantaranya jaringan pembawa pembuatan Intake Mukofoka AB IKK Kota Bajawa yang berlokasi di Kecamatan Bajawa, pekerjaan SPAM mata air Wae Wako di Desa Tarawaja Kecamatan Soa dan peningkatan cakupan sistem penyedian air minum IKK Bajawa di Waturutu Kecamatan Bajawa. Hibah ini dituangkan dalam Surat Perjanjian Hibah Nomor 111/PH/HK/2020-Nomor UM.01.01-PDAM/NG/13/II/2020 tanggal 18 Februari 2020 tentang hibah asset tetap bangunan air, instalasi dan jaringan air minum milik pemerintah Kabupaten Ngada tahun anggaran 2020.(h)***

Baca Lengkap
Vigonews

Kopdit Sangosay Menjadi Besar Karena Begini Para Pendirinya Berpikir!



RD. Silvester Betu dalam khotbahnya ketika memimpin misa pembukaan Pra RAT tahun buku 2019 mengatakan, "Kopdit Sangosay menjadi besar karena para pendirinya berpikir besar.


BAJAWA – Kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) Kopdit Sangosay diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus, yang berlangsung Sabtu (22/02/2020. Misa pembukaan itu berlangsung di aula lantai III Kantor pusat Kopdit Sangosay.

Perayaan ekaristi  yang mengangkat tema:  “Berjuang Bersama Sangosay untuk Mewujudkan Hidup Sejahtera dan Bermartabat” sebelum pra RAT, sebelumnya juga dilakukan ritual adat.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh RD. Sil Betu bersama RD. Daniel Aka, yang dimeriahkan oleh kelompok paduan suara dari SMP Katolik Regina Pacis Bajawa. Peserta yang mengikuti parayaan ekaristi yakni utusan dari masing-masing kantor cabang, para penasihat, pengawas, pengurus dan para manager dari masing-masing kantor cabang daratan Flores dan Timor.

Dalam kotbahnya, RD. Sil secara singkat, padat dan jelas menguraikan beberapa hal mendasar yang sangat bersentuhan langsung dengan keberadaan Kopdit Sangosay awal, kini dan yang akan datang.

Latar belakang lahirnya Kopdit Sangosay. Lahirnya Kopdit Sangosay dilatar belakangi oleh keprihatianan dan kepekaan sosial dari pemimpin Yasukda akan kehidupan para guru dahulu. Kala itu, kehidupan para guru selalu diselimuti oleh berbagai kesulitan keuangan. Dampaknya, sering berutang dengan bunga yang sangat memberatkan.

Selain itu para guru juga tidak memiliki tanah dan rumah yang layak. Tidak ada tabungan untuk pendidikan dan kesehatan keluarga. Oleh karena itulah, maka bermodalkan keyakinan bahwa yang bisa menolong diri mereka hanya dengan mengandalkan kemampuan dan kemauan untuk dapat keluar dari berbagai kesulitan itu. Sekaligus dapat mengangkat martabat hidup mereka dalam semangat kebersamaan itu sendiri.

Inilah realitas buah pikiran besar yang dicetuskan oleh para pendahulu hingga menghasilkan gagasan besar yakni mendirikan Kopdit Sangosay sebagai jalan keluar humanis yang paling tepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang melanda para guru pegawai di bawah asuhan Yasukda pada saat itu. Akhirnya martabat para guru dan pegawai berhasil mendapatkan tempat yang semestinya. Dan berlanjut hingga kini.

Pertama, pikiran kecil. Orang yang berpikir kecil adalah tipikal manusia yang suka bicarakan orang lain. Perbincangan atau pertanyaanya selalu mulai dengan siapa? Akibatnya, pikiran kecil selalu menghasilkan gosip yang berdampak pada keserakahan, perselisihan, persaingan tidak sehat dan perpecahan yang berkepanjangan. Oleh karenannya, yang suka membudayakan pikiran kecil, ia tidak layak menjadi bagian dari Sangosay.

Kedua, Pikiran sedang. Orang yang berpikiran sedang akan dan selalu membicarakan peristiwa dan sejarah. Pertanyaanya pun selalu dimulai dengan ada apa? Pikiran sedang selalu menghasilkan pengetahuan. Tahu sangat banyak tentang berbagai peristiwa. Sebab pengetahuanya banyak maka bicaranya juga banyak dan selalu mendominasi semua pembicara. Tipikal orang berpikir sedang juga harus waspadah jikalau ada dalam Kopdit Sangosay.

Ketiga, pikiran besar. Orang yang berpikiran besar selalu membicarakan cara dan langkah. Starategis menyelesaikan masalah. Pertanyaanya selalu dimulai dengan mengapa dan bagaimana? Pikiran besar akan menghasilkan gagasan dan terobosan-terobosan besar.

Kopdit ini telah dimulai dengan pikiran besar yang menghasilkan gagasan yang brilian. Semoga kita terus berada dalam arus utama pikiran besar sehingga yang kita bicarakan tidak sekadar siapa yang akan menjadi ketua, pengurus dan pengawas, tidak hanya bernostalgia tentang peristiwa-peristiwa tapi lebih dari itu harus menemukan berbagai terobosan baru di zaman milenial  dan penuh persaingan seperti saat ini. Sehingga harapan agar terwujudnya anggota yang bermartabat, sejahtera dan bahagia dapat digapai.

Hari ini bersama gereja sejagat kita merayakan Pesta Tahta St. Petrus Rasul. Dan menjadi amat menarik sebab dalam Pra RAT dan RAT tahun 2019 ini kita akan memilih ketua pengurus dan ketua pengawas masa bakti 2020-2024.

Untuk ini beberapa pesan berikut ini dapat dijadikan dasar bagi calon pemimpin dan pemimpin terpilih Sangosay nanti. Pertama, jadilah pemimpin Sangosay yang tulus, jujur, penuh pengabdian dan menjadi teladan bagi semua orang. Untuk itu, St. Petrus dalam suratnya menasihati para pemimpin dan kita semua untuk: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa, tetapi harus dengan semangat sukarela, jangan mau mencari keuntungan tetapi harus dengan semangat pengabdian yang sungguh. Jangan hanya memerintah tetapi jadilah teladan”.

Untuk itu, pemimpin Sangosay yang kita dambakan adalah yang memenuhi kriteria di atas: merangkul sebagai bapak tetapi tetap tegas sebagai pemimpin yang kritis, inovatif dan selalu merangkul yang tercecer.

Kedua, Jadilah pemimpin yang kokoh dan teguh. Kepada Simon yang menjawab secara tepat pertanyaan Yesus, Yesus bersabda: “Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Jemaatku”. Sabda ini mau menegaskan bahwa jadi pemimpin harus tegas dalam prinsip tetapi lembut dalam cara.

Ketiga, Petrus adalah Primus inter Pares. Pesta tahta rasul Petrus ini bukan bermaksud untuk merayakan kekuasaan Petrus yang tanpa batas, tetapi mau menunjukkan model kepemimpian kristiani bahwa Petrus adalah Primus Inter Pares yang pertama dan sederajat. Yang dalam bahasa kita saat ini, dinamakan sebagai kepemimpinan yang kolektif kolegial. Kepemimpinan dalam Kopdit Sangosay juga bersifat kolektif kolegial. Ketua pengawas dan ketua pengurus juga menjadi orang pertama, dia bukan satu-satunya pengambil keputusan, dia adalah salah satu bagian penting pengambil keputusan dalam kepengurusan untuk menindaklanjuti keputusan anggota

Semoga point-point kepemimpinan kepemimpinan kristiani ini dapat membantu kita untuk bisa memilih orang pertama dari calon-calon terbaik. Sehingga pada akhirnya, Kopdit Sangosay akan terus berkembang dan berjuang pada jalan yang tepat dan menjadikan semua anggota bermartabat, sejahtera dan bahagia.

Laporan: Bonefasius Zanda

Baca Lengkap
Vigonews

Konferensi Anak Daerah Berakhir dengan Pengukuhan Duta Anak Ngada 2020




Pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020 oleh Kadis PMDP3A Johanes C.W Ngebu dan Kabid P3A Mathilde Paulina Laban.


BAJAWA – Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada, berakhir Sabtu (23/02/20) dinihari dengan pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020.

Salestin Adriano Tena dan Maria Laudavika Moi Kelly dari SMAK Regina Pacis Bajawa terpilih secara demokratis dalam puncak kegiatan Konfrensi Anak pada  Jumat malam. Pada malam itu 70 anak utusan dari berbagai SMP, SMA/SMK juga secara demokratis memilih Frederikus Marinus Buku dari SMAN Golewa Selatan sebagai Ketua Forum Anak Ngada tahun 2020.

Pemilihan duta anak dan pengurus Forum Anak merupakan kegiatan tertutup yang hanya diikuti oleh anak-anak. Kegiatan ini lepas dari intervensi  para pendamping dan panitia kegiatan konferensi. Pemilihan itu sendiri berlangsung lancar dan demokratis dalam nuansa penuh persaudaraan dan menyenangkan.

Lewat tengah malam, Kepala Dinas PMDP3A Johanes C.W Ngebu didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Mathilde Paulina Laban mengukuhkan Duta Anak Ngada terpilih Tahun 2020. Kedua duta anak tersebut selanjutnya akan mengikuti Konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi NTT yang diperkirakan akan berlangsung Juni 2020 mendatang, dan mengemban sejumlah tugas dalam memperjuangkan hak-hak anak dari Kabupaten Ngada.
Duta Anak Ngada 2020 Andy dan Vika diapiti Duta Anak Ngada 2019 Prisco dan Cindy diapiti Kadis PMDP3A Johanes C.W Ngebu (Kanan) dan Kabid P3A Mathilde Paulina Laban (Kiri)
Acara pengukuhan Duta Anak Ngada tahun 2020 itu berlangsung dalam acara penutupan Konferensi Anak Daerah, Sabtu (23/02/2020) dini hari. Serangkaian kegiatan tersebut, juga diumumkan hasil berbagai lomba yang diselenggarakan guna mengasah kemampuan anak selama dua hari, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah.

Lomba pidato tingkat SMP, juara pertama diraih oleh Carmelita S.P Ratu Edo dari SMPK Regina Pacis Bajawa, menyusul ditempat kedua Steven dari SMPN 1 Bajawa, juara ketiga Jeane Rosalia Kapoh Dolu dari SMPN Satap 1 Bajawa, dan juara harapan 1 diraih Maria Grasia Celina Wunu Sina dari SMPS St. Hubertus Laja, Kecamatan Golewa Selatan.

Lomba cipta dan baca puisi tingkat SMP, juara pertama diraih Yohanes M. Vianey Ta’i dari SMPS St. Hubertus Laja Golewa Selatan, juara kedua Maria B Eno dari SMPN 2 Soa, juara ketiga Maria Gabriela Wua Raghi dari SMP Kartini Mataloko dan juara harapan satu Elyazer Karel Wadu dari SMPN 1 Aimere.

Lomba cipta dan baca puisi tingkat SMA/SMA, juara pertama diraih oleh Maria Laudavika Moi Kelly dari SMAK Regina Pacis Bajawa, juara kedua Agnesia Monika Mau Foju dari SMAN 1 Bajawa, juara ketiga Maria Inecensia Moi Bay dari SMAN 1 Soa, dan juara harapan satu Martinus A. Adhy Ngamo dari SMAK Seminari Mataloko.

Sementara pada lomba debat tingkat SMA/SMK, juara pertama dari SMAN Riung Barat (Christianus H.S Minggu dan Maria Gratia Paing), juara kedua dari SMAN Golewa Selatan (Frederikus Marius Buku dan Melania Loda), juara ketiga dari SMAK regina Pacis (Salestin Adriano Tena dan Maria Laudavika Moi Kelly), dan juara harapan satu SMAN 1 Bajawa (Melkior Nuwa dan Agnesia Monika Mau Foju.

Pada penutupan kegiatan konferensi anak, Kepala Dinas PMDP3A Kabupaten Ngada, Yohanes C.W Ngebu memberi apresiasi kepada anak-anak yang terlihat sangat bersemangat dan penuh persaudaraan mengikuti rangkaian kegiatan dua hari cukup padat. Bahkan hingga pengukuhan duta anak pada Sabtu dinihari, diikuti hingga akhir. “Terus terang hati saya bergetar (tergerak)  melihat semangat semua peserta yang sangat bersemangat sejak hari pertama,” apresiasi Johny.
 
Duta Anak Ngada 2020 bersama Duta Anak Ngada 2019, dan panitia, dewan juri dan fasilitator kegiatan
“Kalau kami dulu tidak diproses seperti begini saja bisa memberi peran yang strategis, apalagi kalian sekarang ini. Melalui proses seperti ini yang tak pernah di alamai generasi sebelumnya tentu kalian akan memberi peran sangat besar kepada Kabupaten Ngada di masa mendatang. Suatu ketika kalian semua akan jadi luar biasa,” kata Johny memberi semangat.

Dikatakan Johny, energi/antusias seperti ini diyakini hanya datang dari kedalaman hati yang dibaluti ketulusan dan cinta untuk membangun diri dan pada giliran membangun bangsa, sebagaimana tema yang kita artikulasikan selama dua hari: “Selamatkan anak – selamatkan masa depan bangsa.”

Ditambahkannya, kekuatan membangun diri dan bangsa hanya datang dari dalam diri yang ditopang oleh Tuhan. Johny kepada anak-anak mengingatkan pentingnya keteladanan dalam memperjuangkan hak-hak anak, dan teladan bagi sesama teman demi kebaikan bersama. (ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa Soroti Kekerasan Terhadap Anak Di Konferensi Anak Daerah



Di forum Konferensi Anak Daerah tingkat Kabupaten Ngada, Bupati Ngada Paulus Soliwoa disambut meriah aplaus anak-anak


BAJAWA – Kasus kekerasan terhadap anak, khususnya  kekerasan sesksual terhadap anak mendapat perhatian serius Bupati Ngada Paulus Soliwoa. Dia minta  berbagai pihak turun tangan ikut ambil bagian dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan semakin marak.

Bupati Paulus Soliwoa beberapa keli memberi penekanan terhadap kasus kekerasan sebagai ancaman serius. Dia seperti cemas dengan keadaan ini yang menurutnya akan berdampak pada generasi masa depan Ngada dan bangsa ini. Paulus Soliwoa menegaskan itu ketika membuka Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada Kamis (20/02/2020) yang berlangsung dua hari di Rumah Khalwat Bintang Bethlehem, Bejo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Saat membuka kegiatan, dihadapan 70 siswa utusan dari berbagai SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Ngada yang juga dihadiri 35 guru pendamping serta udangan lainnya, Paulus Soliwoa ‘tercengang’ karena tahun 2020 yang baru masuk awal bulan Februari sudah terjadi tiga kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan anak sebagai pelaku kekerasan dua orang.

Tahun 2019, Kata Bupati Soliwoa tercatat ada 20 kasus kekerasan terhadap anak, 15 di antaranya kasus kekerasan seksual, empat kasus penelantaran anak, dan satu kasus bully. Disayangkan, bahwa kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang-orang dekat korban, seperti orang tua sendiri, maupun kakak adik, om, tante dan orang dekat lainnya. Ada juga kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh anak dengan korban anak.

Jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan dari kasus-kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, sosial,  dan lainnya, maka baik pemerintah, masyarakat, para penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan harus merapatkan barisan ‘memerangi’ tindak kekerasan yang banyak melibatkan pelaku orang-orang dekat korban ini.
Forum Konferensi Anak adalah ruang demokrasi bagi anak
Pemda Ngada sendiri, sebagaimana dikemukakan Bupati Soliwoa di hadapan 70 utusan siswa dari berbagai sekolah dan para guru pendamping berjanji akan melakukan interfensi melalui kebijakan anggaran. Sehingga, kata dia, dengan anggaran yang cukup dapat melakukan berbagai kegiatan dan upaya advokasi anak.

Menurut sumber di Dinas PMDP3A  kabupaten Ngada yang membidangi urusan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tahun lalu untuk bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mendapat jatah anggaran sekitar Rp 60 juta, dan tahun ini ada tambahan anggaran menjadi Rp 89 juta lebih.

Diakui Bupati Soliwoa, mengingat keterbatasan anggaran dalam membiayai berbagai pembangunan, maka kebijakan anggaran selalu disesuaikan. “Tetapi kita akan terus beri perhatian pada masalah ini. Karena ini demi masa depan Ngada dan masa depan bangsa. Sehingga interfensi anggaran untuk bidang ini menjadi perhatian supaya bisa lakukan diversifikasi kegiatan anak  sebagai langkah kampanye menolak kekerasan terhadap anak,” kata Soliwoa.

Harus Beda

Tema konferensi: ‘Selamatkan anak, selamatkan masa depan bangsa’  menjadi perhatian Bupati Soliwoa. “Ini tema yang menarik dan aktual. Mari kita mulai selamatkan diri sendiri, untuk masa depan Ngada baru yang lebih besar selamatkan bangsa. Kalau kita tidak siap dari sekarang akan menyesal kemudian,” kata Bupati Soliwoa menghibau anak-anak.
Anak-anak utusan dari berbagai sekolah SMP/SMA/SMK di Kabupaten Ngada bersama Bupati Paulus Soliwoa di Konferensi Anak Daerah
Bupati Soliwoa juga berpesan kepada para guru agar terus berkreasi membantu anak-anak membentuk karakter sesuai nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Pendidikan karakter harus jadi model setiap sekolah yang dilandasi keteladanan. Dia juga mengusulkan perlu ada semacam festival yang khusus melibatkan anak seperti pada konferensi anak daerah.

Pesan Bupati Soliwoa, Konferda Ngada 2020  harus menciptakan suasana beda, suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Suasana persaudaraan yang menumbuhkan kecintaan dan persaudaraan sehingga kalau anak tidak ada dalam momen menyenangkan ini, dia merasa rugi. Suasana ini juga harus tercipta di sekolah yang dikreasikan guru.

Konferda sedapat mungkin menjadi momen yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak dalam menciptakan pengalaman-pengalaman baru bagi anak. Selanjutnya pengalaman-pengalaman tersebut direfkeksikan anak kemudian dari sana anak dapat menimba nilai-nilai dalam membentuk karakter unggul.

Terkait dengan hal-hal tersebut, Bupati  Paulus Soliwoa menaruh harapan agar momen konferensi menjadi wahana bagi anak dalam memahami  hak-hak yang harus dimiliki serta kemampuan berorganisasi. Hak seperti: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi, hak untuk bermain, hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan nama, hak mendapatkan perlindungan.

Konferensi anak, kata Bupati Soliwoa menjadi wahana berekspresi dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya. Anak Ngada harus dapat bertumbuh dan berkembang menjadi tunas bangsa melalui perkembangan perilaku mereka dalam kehidupan bermasyarakat dengan memerhatikan etika, moral dan budaya bangsa.

Konferensi anak juga diharapkan mampu menggerakkan anak sehingga dapat mengadvokasi dirinya serta mampu memecahkan masalah terhadap persoalan yang dihadapi temannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan sikap empati dan peduli dalam diri anak terhadap sesama teman.
 
Berbagai permainan edukasi menguatkan keceriaan anak-anak pada konferensi anak daerah tingkat Kabupaten Ngada
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Anak Daerah Tingkat Kabupaten Ngada, Mathilde Paulina Laban, S.Sos dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tetang organisasi dan kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi, partisipasi dan pengambilan keputusan.

Dikatakan, konferensi juga mampu mendorong anak dapat merumuskan program kegiatan dan rekomendasi yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak sehingga tercapai pengarusutamaan hak anak. Mendorong anak agar  dapat bertumbuh, berkembang  dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan  etika/moral dan karakter bangsa serta mengembangkan minat dan bakat anak.

Diharapkan ada perubahan sikap dan mental dalam kehidupan bermasyarakat sesuai etika dan karakter bangsa. Dan, terpilihnya duta anak Kabupaten Ngada 2020 yang akan mengikuti konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi dan jika terpilih akan dikirim ke tingkat nasional sebagai Duta Anak NTT.

Dalam  konferensi selama dua hari  anak juga diberi edukasi dalam suasana menyenangkan, antara lain: Sekolah Ramah Anak oleh Kadis Pendidikan Vinsensius Milo, Pendidikan Nilai/Karakter oleh RD. Daniel Aka, dan materi
Tinjauan Psikologi Tumbuh Kembang Anak dan Dampak Kekerasan pada Anak, oleh Lidwina Dhiu.

Diselingi berbagai permainan, 70 anak dari berbagai sekolah itu juga mengikuti sejumlah jenis lomba, seperti: Lomba debat tingkat SMA/SMK, lomba pidato tingkat SMP, lomba cipta dan baca puisi tingkat SMP dan SMA/SMK.(ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Kopdit Sangosay Kedepankan Layanan Humanis untuk Kesejahteraan Anggota



BAJAWA – Pra RAT (Rapat Anggota Tahunan) 2019 Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay, Bajawa dibuka secara resmi oleh Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, Jumat (21/02/2020). Kegiatan dengan tema: “Berjuang Bersama Sangosay Mewujudkan Kehidupan Sejehtera dan Bermartabat”, berlangsung di lantai III aula kantor Pusat Sangosay di Bajawa.

Peserta yang hadir dalam kegiatan Pra RAT ini adalah perwakilan dari 10 kantor cabang dan lima kantor cabang pembantu, pengurus, pengawas, penasihat, GM, manager dari masing-masing cabang, dan staf managemen. Diperkirakan peserta yang hadir yakni sekitar 560 orang termasuk para staf managemen. Kegiatan ini dimeriakan oleh Akustik Band SMAK Regina Pacis.

Dalam sambutanya, Paulus Soliwoa menegaskan bahwa hidup harus memiliki perjuangan yang tangguh. Apalagi berbicara tentang koperasi, itu sangat kaitan erat dengan hidup, perjuangan untuk memberdayakan anggota dan masyarakat luas. Untuk itu momen Pra RAT ini harus menjadi forum humanis untuk menetapkan targetnya, sehingga Kopdit Sangosay ke depannya semakin baik dan berkualitas. Selain itu, tak dapat di mungkiri bahwa keberadaan Kopdit Sangosay sungguh telah membantu pemerintah untuk bersama-sama bekerja dalam semangat kolaboratif demi kesejahteraan masyarakat secara luas.
 
Para utusan pra RAT 2019  Kopdit Sangosay
“Sabagai Bupati saya berharap agar momen Pra RAT ini dapat membuat Sangosay semakin baik dalam menetapkan target dan juga pemberdayaan terhadap anggota. Terima kasih karena telah menjadi Kopdit yang sungguh membantu Pemerintah dalam menyejahterahkan masyarakat secara umum,” Imbuhnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Para RAT Jheni Rato dalam sambutan singkatnya menyampaikan beberapa hal yakni pertama, Sangosay mesti terus bertumbuh agar bisa diandalkan sebagai media untuk sama-sama kita perjuangkan untuk hidup yang semakin sejahtera dan bermartabat. Dan sejahtera tidak hanya sebatas ketercukupan sandang, pangan, dan papan melainkan juga memiliki akses pendidikan, perawatan kesehatan, bahkan sampai pada hiburan atau rekreasi yang bermanfaat.

Selain itu, bermartabat tidak hanya berbicara tentang berjuang dengan kekuatan sendiri, tetapi juga tentang perilaku terhormat di mana tidak ada sikap saling mempecundangi, tidak ada sikap asal saya untung dan persetan dengan yang lain. Tidak ada juga sikap spekulasi untuk mengadu keuntungan dari kebersamaan di Kopdit Sangosay.

Kedua, jadilah Kopdit Sangosay yang humanis, berkualitas dan bermartabat. Untuk itu, sebagai anggota kita harus simpan secara teratur, cicil secara teratur dan tuntas, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan pengembalian, juga gunakan pinjaman secara bertanggung jawab.
 
Philipus Lusi, Plt. Ketua Kopdit Sangosay
“Saya berharap, Kopdit Sangosay terus bertumbuh dan diandalkan dalam pemberdayaan anggota dan masyarakat luas. Selain itu jadilah anggota yang cerdas dan bertanggung jawab agar Sangosay  terus tumbuh kembang ke arah yang lebih berkualitas dalam banyak hal,” Imbuhnya.

Dipihak lain, Plt. Kopdit Sangosay, Philipus Lusi dalam sambutanya menyampaikan bahwa pada momen Pra RAT ini kami atas nama pengurus mengajak semua yang hadir untuk hening sejenak sembari berdoa mohon keselamatan arwah Ketua Kopdit Sangosay, Alamarhum Bapak Rinu Romanus. Kita juga perlu bersyukur bahwa Kopdit Sangosay setiap tahunya berkembang terus ke arah kemajuan dari segi anggota maupun aset. Ini semua terjadi karena berkat penjasa para leluhur dan juga Sang Pencipta itu sendiri. Mari kita sukseskan Pra RAT ini dengan semangat kekeluargan yang teguh.

“Mari sebagai anggota, pengurus dan semua yang mencintai Sangosay, kita bekerja secara bersama-sama dalam semangat cinta kasih. Diharapkan juga kita selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan hidup kita. Juga selalu mendoakan bagi para penjasa yang telah dipanggil Tuhan.  Sebab kemajuan Sangosay ada di tangan kita semua yang dalam setiap perjuangan selalu melibatkan Tuhan” katannya.

Laporan: Bonefasius Zanda

Baca Lengkap
Vigonews

Ritual Adat Awali Pra RAT Kopdit Sangosay



BAJAWA - Jelang RAT  tahun buku 2019, Kamis (20/2/2020) Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay adakan Kegiatan Pra RAT, yang dibuka dengan rangkaian ritual adat ‘Zia Ura Ngana’ (belah kepala babi).

Bertempat didepan Kantor Kopdit Sangosay Cabang Utama, Emanuel Lalu memimpin Ritual ini dengan menggunakan bahasa daerah.  Peserta yang hadir dalam ritual adat Ini adalah para pengawas, pengurus, para manager dari setiap cabang, GM, staf managemen dan anggota yang mewakili dari setiap cabang.

Terhadap ritual adat ini, Eman Lulu yang dipercayakan untuk memimpin dan menuntun ritual ini menegaskan, bahwa Ritual adat mau melegitimasi tentang keberadaan manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Orang yang berbudaya, maka dalam hidupnya, ia akan selalu mengandalkan Tuhan. Sebab Tuhan selalu hadir melalui budaya itu sendiri. Selain itu, praktik budaya mau mengingatkan kita untuk selalu mengingatkan dan mendoakan bagi para leluhur, penjasa dan pendiri Kopdit Sangosay.

"Saya sangat percaya bahwa semua pengurus dan anggota Sangosay adalah orang-orang yang berbudaya dan beragam, maka kebiasaan ini harus dan tetap dipertahankan. Dan saya juga senang karena sejak awal pemberkatan kantor pusat Sangosay telah mempercayakan saya untuk membuat ritual yang sama seperti hari ini. Mari menjadi pengurus, pengawas dan anggota Sangosay yang berbudaya, beradat dan ber-Tuhan," katanya.
Ritual Zi'a ura ngana - belah babi
Menurut Plt. Ketua Kopdit Sangosay Lipus Lusi, ritual ini sebenarnya bertujuan untuk menghormati dan meminta restu dari para leluhur untuk senantiasa menyertai setiap perjalanan, perjuangan dan tumbuh kembang Sangosay ke arah semakin baik.

"Ritual ini adalah bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mencetuskan ide dan semangat hingga Sangosay dilahirkan dan besar dalam melayani sesama sampai saat kini dan yang akan datang," imbuhnya.

Dipihak lain, salah seorang  Penasihat Kopdit Sangosay RD. Sil Betu berujar bahwa ritual adat ini dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan bagi para leluhur. Terutama bagi para tuan tanah, fundator, dan penjasa Sangosay.

Selain itu, ritual ini juga adalah ungkapan terdalam untuk menghargai adat, budaya, dan juga sebagai bahan evaluasi serta petunjuk arah bagi keberlangsungan keberadaan Sangosay dalam melayani sesama secara berkelanjutan.
 
Para pengurus Kopdit Sangsay bersama Eman Lalu (Kanan)
"Jadi ritual adat ini adalah bentuk penghormatan pada leluhur dan para fundator Sangosay. Juga sebagai petunjuk yang memiliki daya positif dalam semangat dan sepak terjang Sangosay ke arah yang lebih baik dari Waktu ke waktu" katannya.

Sementara, General Manager (GM) Sangosay, Lodovikus Lenga menegaskan bahwa ritual  ini dapat dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur dan kerendahan hati secara adat. Sebab melalui budaya, Tuhan turut hadir memberkati semua usaha manusia itu sendiri. Oleh karena itu, ritual ini sudah menjadi budaya Sangosay baik saat Pra Rat, RAT, HUT, dan acara lainnya.

"Ya, ritual ini adalah bentuk Syukur pada Tuhan dan bentuk penghargaan bagi para leluhur dan penjasa Sangosay. Sehingga dalam setiap acara apa pun itu, kami selalu mengawalinya dengan doa dan upacara adat," imbuhnya.(BZ)***


Baca Lengkap
Vigonews

Pastor Paroki Laja, Bantu Pembangunan Masjid Maumbawa



BAJAWA – Umat Katolik Paroki St. Yoseph, Laja di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, menyatakan solidaritas mereka kepada umat Muslim di Maumbawa yang sedang membangun Masjid. Rasa solidaritas itu diwujudkan dengan bantuan 100 sak semen untuk pembangunan Mesjid Nurul Huda yang sedang berlangsung saat ini.

Bantuan semen 100 sak itu diserahkan oleh Pastor paroki St. Yoseph Laja, Anisetus Hani, Pr  didampingi sejumlah fungsionaris pastoral, kepada Panitia Pembangunan Mesjid Nurul Huda di Maumbawa, Senin (03/02/2020) lalu. Informasi penyerahan bantuan tersebut diperoleh vigonews.com dari salah seorang pengurus DPP Paroki Laja, Kasimirus Pili ketika ditemui di Bajawa, Senin (10/10/2020).

Pastor Paroki St. Yoseph Laja, Anisetus Hani, Pr  ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan, penyerahan bantuan ini tidak seberapa besar, namun ini sebagai rasa solidaritas umat Katolik dan bentuk toleransi dalam membangun suatu dialog karya antar kedua umat beragama di wilayah itu, seperti yang sudah diwariskan oleh para pendahulu, baik dari umat Muslim maupun dari umat katolik.   

“Ini merupakan bentuk solidaritas umat Katolik kepada umat Muslim, karena kami sudah menganggap mereka itu saudara kami. Sejak dulu selalu ada komunikasi/dialog yang baik seperti melalui kegiatan dari kedua umat beragama ini.  Jadi kalau mereka ada beban, kami rasa itu juga beban kami,” kata Romo Anisetus.

Menurut Rm. Anisetus, bantuan ini  menjadi semacam dukungan moril  agar pembangunan tempat ibadat umat Muslim yang sudah dimulai dengan fundasi bisa berjalan terus hingga selesai.

Solidaritas ini  merupakan ekspresi atas sikap toleransi umat kedua agama ini sejak dulu. Kalau di Gereja ada kegiatan, sudah pasti umat Muslim dari Maumbawa akan memberi dukungan penuh, misalnya pada setiap hari raya dan acara silaturahmi lainnya. Demikian juga sebaliknya. Sikap ini bisa menjadi contoh bagi hubungan antar umat beragama yang akhir-akhir ini masih diwarnai  intoleran di tanah air. “Ternyata kami di Golewa Selatan mampu menunjukkan kerukunan dan itu sudah berlangsung dari waktu ke waktu,” kata Romo Anisetus.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Nurul Huda Maumbawa, Ibrahim Sumbawa yang dihubungi melalui ponselnya menyampaikan apresiasi atas sikap solidaritas yang ditunjukkan umat Katolik dari Paroki St. Yoseph Laja membantu 100 sak semen untuk mendukung  pembangunan masjid Nurul Huda yang sudah dimulai.

“Kami umat Muslim di Maumbawa menyampaikan terima kasih atas solidaritas umat Katolik melalui bantuan ini.  Terima kasih kepada Pastor Paroki yang sudah menyerahkan bantuan dalam bentuk 100 sak semen,” ucap Ibrahim.

Hubungan baik yang sudah dijalin sejak dulu, kata Ibrahim perlu dipertahankan, dan ini akan menjadi teladan yang baik bagi generasi berikutnya. Sebelumnya pada perayaan  Natal, umat Muslim memberi dukungan berupa pengamanan kegiatan Natal maupun perayaan paskah sebelumnya. Biasanya ini melibatkan remaja mesjid. “Kami juga hadir  dan memberi dukungan pada acara peresmian gereja yang dihadiri Uskup beberapa waktu lalu,” katanya.

Dikatakan Ibrahim, pihaknya berharap intoleran yang terjadi di luar sana tidak terjadi di Ngada.  Karena hubungan kekeluargaan antar umat beragama  yang sudah terjalin selama ini sangat baik sehingga  toleransi tetap terpelihara.

Untuk diketahui Masjid Nurul Huda Maumbawa yang sudah mulai diibangun ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 2 miliar.  Sebelumnya pernah dua kali renovasi, sejak dibangun pertama tahun 1960 lampau.”Pembangunan mesjid berukuran 20 x 20 meter itu diharapkan dapat menampung 700  jemaah dan mengantisipasi  pertumbuhan jemaah ke depan,” tambah Ibrahim yang sehari-hari guru di MTs Darusalam Maumbawa itu. (ed)***

Baca Lengkap
Vigonews

Diduga Produksi Minuman Tradisional Beralkohol Berbahaya, Ini Tindakan Pemda Ngada



BAJAWA - Siaran pers Admas Ngada yang diterima vigonews.com awal Februari  2020 lalu menyebutkan Pemerintah Kabupaten Ngada telah melakukan penertiban terhadap beberapa produsen yang melakukan kegiatan produksi minuman tradisional beralkohol pada dua desa dalam wilayah Kecamatan Aimere yakni di desa Waesae dan Legalapu.

Siaran pers yang disampaikan Kabag Admas Ngada Martinus P. Langa itu menyebutkan Pemerintah Ngada sebagaimana disampaikan Bupati Paulus Soliwoa melalui timnya menemukan kegiatan produksi minuman tersebut secara aspek kesehatan tidak memenuhi syarat dan tidak menggunakan bahan baku yang sesungguhnya, seperi dari aren atau nira. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, sehingga sangat merugikan konsumen yang mengkonsumsi minuman tersebut. “Terhadap hal ini, Pemerintah Kabupaten Ngada segera melakukan tindakan cepat berupa pembinaan dan pengawasan terhadap para produsen sehingga tidak merugikan para konsumen,” kata Paulus Soliwoa.

Dikatakan, tindakan yang dilakukan oleh produsen minuman tradisional beralkohol yang tidak sesuai dengan standar dan aspek kesehatan sangat merugikan masyarakat konsumen. Secara regulasi tindakan ini dapat berdampak pada sanksi hukum. Misalnya soal undang-undang perlindungan konsumen berupa sanksi administratif seperti ganti rugi, sanksi pidana kepada pelaku atau produsen dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda 2 miliard. Dan dari Peraturan Gubernur dan Badan POM, para pelaku atau produsen dapat dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penarikan, penghentian produksi bahkan pencabutan ijin peredaran.

Pemerintah Kabupaten Ngada, kata Paulus Soliwoa memiliki prinsip akan melakukan pendampingan dan pengendalian sepanjang pelaku atau produsen menggunakan sumber bahan baku asli seperti aren dan nira, sementara yang tidak menggunakan bahan baku yang sebenarnya pemerintah perlu secepatnya untuk mengendalikan dan mengawasi untuk kembali ke cara atau produksi yang benar. Hal serius yang perlu disikapi dikarenakan di satu sisi ada produsen yang menjalankan usaha untuk peningkatan ekonominya, tetapi disisi lain ada konsumen yang perlu dilindungi oleh Pemerintah.

Sementara Ketua DPRD Berny Dhey Ngebu pada pertemuan yang juga dihadiri Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Ngada, Peterus Ngabi dan Aloysius Soa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Ngada, minta pemerintah secepatnya melakukan pendampingan kepada para produsen minuman tradisional beralkohol, termasuk menguji sampel minuman yang telah disita untuk diteliti sesuai dengan syarat-syarat kesehatan.

Pengujian sampel tersebut, kata Berny, tidak saja untuk mengukur kadar alkohol dan etanol, tetapi juga aspek-aspek lain yang secara kesehatan memang dapat merugikan konsumen, pintanya. Selain itu, Pemerintah juga segera mendata para produsen by name, by address untuk didampingi sehingga mereka dapat memproduksi miras tradisional sesuai dengan standar yang benar.

Di bagian lain, Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhitama, S.I.K, MH mengatakan, hal penting yang mesti dilakukan saat ini adalah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para produsen sebelum di bawah ke ranah hukum. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penyadaran kepada produsen bahwa tindakan mereka dalam produksi minuman beralkohol yang bukan dari sumber baku aslinya adalah salah. Pihaknya akan segera melakukan penertiban minuman tradisional beralkohol yang tidak menggunakan bahan baku utama dan secara produksi tidak sesuai dengan standar-standard kesehatan.

Pihaknya mengajak peran serta semua stakeholder untuk mensosialisasikan kepada produsen dan konsumen tentang bahaya memproduksi dan mengkonsumsi minum beralkohol yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan.

Sehubungan dengan persoalan alkohol bermasalah tersebut, forum pertemuan tersebut telah menyepakati beberapa hal sebagai rencana tindak lanjut yakni pemerintah akan menutup sementara tempat produksi miras tradisional yang telah dilakukan penertiban dan penyitaan yang berlokasi di Desa Waesae dan Legalapu.

Selain itu, penertiban dan penyitaan pada lokasi lain yang memproduksi minuman tradisional beralkohol yang tidak sesuai standar dan tidak memenuhi aspek kesehatan dan mengeluarkan Surat Edaran kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa berkaitan dengan larangan bagi masyarakat/produsen minuman tradisional berkalkohol untuk tidak memproduksi dan mengedarkan minuman beralkohol tradisional yang tidak dipores secara tradisional sesuai dengan standar yang ada.(ad)***

Baca Lengkap