Vigonews

Pembelajaran Matematika Realistik Melatih Proses Berpikir Siswa Secara Analitik Masa Kini



Suka atau tidak suka seseorang terhadap matematika, tidak dapat dihindari bahwa hidupnya senantiasa bertemu dengan matematika, entah itu dalam pembelajaran formal, non formal maupun dalam kehidupan praktis sehari-hari. Matematika merupakan alat bantu kehidupan dan pelayan bagi ilmu-ilmu yang lain, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik, ekonomi, farmasi maupun matematika sendiri.

Mungkin diantara kita banyak yang bertanya bukankah saat ini sudah ada kalkulator dan komputer sehingga matematika sebagai alat bantu kehidupan menjadi berkurang? Mungkin itu benar, karena dengan kehadiran kedua alat tersebut banyak persoalan kehidupan yang awalnya sulit menjadi mudah, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Namun perlu diketahui bahwa alat-alat tersebut pun juga menggunakan prinsip matematika. Tanpa adanya prinsip-prinsip dan konsep matematika kedua alat tersebut yaitu kalkulator dan komputer tidak mungkin ada. Begitu pentingnya matematika dalam kehidupan maka tidak aneh jika pembelajaran matematika mengalami perkembangan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Banyak cabang Matematika baru yang bertambah seperti: (1) Topologi --  mempelajari posisi dan posisi relatif unsur-unsur dalam himpunan, (2) Mekanika -- mempelajari kerja gaya terhadap benda, kesetimbangan dan gerakan, (3) Dinamika -- mempelajari penyebab dan sebab benda-benda nyata bergerak, (4) Statistika -- mempelajari segala macam data numeris yang penting bagi masalah dalam berbagai cabang kehidupan manusia, misal cacah jiwa, angka kematian, angka produktivitas, pertanian, angka perdagangan; (5) Peluang -- kebolehjadian atau angka banding banyaknya cara suatu kejadian dapat muncul dan jumlah banyaknya semua kejadian yang dapat muncul; (6) Analisis -- cara memeriksa suatu masalah, untuk menemukan semua unsur dasar dan hubungan antara unsur-unsur yang bersangkutan, (7) Serta logika -- ilmu ukur segitiga, dan banyak lagi yang lainnya. Pembelajaran matematika tersebut dipelajari dalam pendidikan formal dari SD, SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi.

Bangun ruang adalah salah satu materi dalam matematika. Bangun ruang masuk kedalam cabang ilmu matematika yaitu analisis dan logika ilmu ukur. Materi bangun ruang sudah mulai dipelajari dari SD, SMP, dan SMA. Hal yang dipelajari adalah banyaknya rusuk, titik sudut, sisi, luas bangun, dan juga volumenya. Implikasinya bangun ruang juga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menghitung volume yang ada didalam drum penampungan agar diketahui setiap penggunaannya, luas papan yang dibutuhkan untuk membuat plafon rumah, dan masih banyak lagi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran matematika secara relalistik lebih modern dari pada pembelajaran matematika secara konvensional. Pembelajaran realistik menggunakan masalah kontekstual sehingga memungkinkan siswa menggunakan pengalaman sebelumnya dan pengetahuan awal yang dimilikinya.  Pada materi bangun ruang seringkali model pembelajaran konvensional  yang digunakan. Karena mengutamakan keterampilan berhitung, hafalan rumus-rumus, dan pengajaran berpusat ke guru yang memberikan materi.

Dalam proses pembelajaran matematika guru umumnya terlalu berkonsentrasi pada latihan menyelesaikan soal yang lebih bersifat prosedural dan mekanistis daripada menanamkan pemahaman. Dalam kegiatan pembelajaran guru biasanya menjelaskan konsep secara informatif, memberikan contoh soal, dan memberikan soal-soal latihan. Dari SD, SM,  sampai SMA terdapat materi bangun ruang. Dibutuhkan logika dan penalaran siswa dalam memecahkan masalah pada materi bangun ruang. Dibutuhkan pengembangan rumus-rumus yang ada sehingga persolan tersebut dapat terselesaikan.

Banyak faktor yang membuat materi bangun ruang tersebut sulit, yaitu kurangnya pamahaman siswa tentang rumus yang ada, kemalasan berfikir karena untuk mendapatkan hasilnya diperlukan pengembangan dari rumus-rumus dasar perihal bangun ruang dan masih banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan persoalan sulitnya pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang.

Menurut Rachmat (2000:8-9) mengklasifikasikan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika yaitu: (a) Kesalahan konsep, yang dibuat oleh siswa karena menafsirkan konsep-konsep, rumus-rumus, operasi-operasi atau salah dalam penerapannya; (b) Kesalahan operasi, yang dibuat siswa karena salah melakukan operasi hitung/aljabar dan sifat-sifatnya; (c) Kesalahan ceroboh,yang dibuat siswa karena kealpaan, namun pada dasarnya siswa tersebut mengetahui cara penyelesaiannya. Setiawan (1995: 21) yang mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa sekolah menengah pertama dalam menyelesaikan masalah masalah perbandingan bentuk soal cerita dikelompokkan kedalam beberapa jenis kesalahan antara lain: (1) kesalahan konsep (2) kesalahan prinsip (3) kesalahan operasi dan (4) kesalahan kealpaan.

Armiati (1994: 38) menyatakan bahwa siswa salah memahami konsep antara lain: (1) ketidak mampuan mengingat nama-nama secara teknis, (2) ketidakmampuan untuk menyatakan arti dari istilah yang menunjukkan suatu konsep khusus, (3) tidak dapat memberikan atau mengenal suatu contoh (ketidakmampuan untuk menarik kesimpulan dari informasi suatu konsep).


Banyak sekali kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi bangun ruang. Mulai dari kesalahan dalam membaca soal, kesalahan dalam memahami soal, bahkan kesalahan dalam menghitung dan menyelesaikannya. Ketidaksukaan siswa pada pelajaran matematika juga merupakan salah satu penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan materi pada pembelajaran matematika tersebut. Karena banyak siswa yang menganggap matematika itu sulit, rumit, dan sulit untuk dipahami.

Guru juga perlu membenahi dirinya dalam mengajarkan materi bangun ruang tersebut. Memikirkan bagaimana penerapan dan cara yang terbaik agar materi tersebut dapat terserap dengan baik kepada para siswa-siswanya. Seperti pada penghitungan luas sebuah bangun prisma segi 6. Banyak kesulitan yang dihadapi siswa. Pemahaman, bahwa alasnya berbentuk segi 6 dan tidak ada rumus untuk bangun segi 6. Tetapi jika kita perhatikan lagi alas tersebut jika ditarik setiap diagonalnya akan membentuk segitiga sama sisi sebanyak 6 buah. Itulah salah satu alasan sulitnya materi ini menurut para siswa. Sehingga sebagai seorang pengajar guru harus mampu menjelaskan dan mengembangkan kemampuan siswanya dalam memecahkan masalah pelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang.

Karena itu, guru  dituntut harus memahami keadaan kondisi dikelas. Selain menggunakan metode pembelajaran yang sesuai, guru pun harus menggunakan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Contohnya penggunaan kerangka bangun ruang seperti kubus, balok, limas, prisma, dan bangun yang lainnya untuk memudahkan pemahaman siswa akan bangun dan bentuknya. Media yang digunakan dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bambu, kayu, sedotan, stik besi dan lain-lain. Dengan karton untuk membentuk jaring-jaring bangun juga diperlukan guna mjemberikan kemudahan dalam pemahaman pembelajaran matematika pda materi bangun ruang.

Kebijakan penyelenggaraan  pelatihan bagi guru  merupakan salah satu solusi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan matematika. Pelatihan untuk guru juga harus diadakan untuk mengajarkan guru tersebut agar mengajar dengan sistem yang benar. Dan pelatihan juga menjadikan guru dapat lebih mengetahui semua materi dalam pembelajaran matematika. Peran pemerintah penting sebagai penyelenggara pelatihan sehingga dapat menyasar semakin banyak guru yang professional.

Kesulitan belajar dalam pelajaran matematika yang dialami para peserta didik dapat menimbulkan kondisi yang tidak semestinya, baik di dalam kelas ataupun di luar kelas. Banyak faktor yang mempengaruhi,  salah satunya adalah kemampuan siswa itu sendiri dan juga cara mengajar guru di dalam kelas. pentingnya peran guru dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswa. Setiap guru harus dapat menganalisis kesalahan-kesalahan yang dilakuakn siswa dan memberikan solusi agar setiap siswa dapat mengerti apa yang dipelajarinya teruma matematika di materi bangun ruang.***


Penulis: Angelus Weto & Angelia Wako
Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Citra Bakti Ngada

(Isi tanggung jawab penulis)

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :