Vigonews

Pembangunan Drainase di Nangamese Dinilai Menyimpang, Anggota DPRD Ngada Bosko Ponong Minta Inspektorat Segera Audit



Di sela-sela reses, anggota DPRD Ngada, Yohanes Don Bosko Ponong meninjau pengerjaan drainase di kelurahan Nangamese, setelah menerima keluhan warga karena diduga ada penyimpangan -- 

RIUNG - Di tengah kewaspadaan terhadap pandemi covid 19, anggota DPRD Ngada tetap menggelar reses. Namun, dalam reses ini, para anggota dewan tidak mengumpulkan warga dalam jumlah banyak. Malah ada yang melaksanakan reses dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian para wakil rakyat guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Salah seorang anggota DPRD Ngada, Yohanes Don Bosko Ponong menggelar reses terbatas, Rabu (20/03/2020) di Desa Persiapan Kota Raja, Kelurahan Benteng Tengah, Kecamatan Riung. Masyarakat yang hadir terbatas jumlahnya, dengan protokol kesehatan yang ketat. Sejumlah warga yang datang diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak antar satu dengan yang lainnya.

Meski dalam suasana seperti itu, wakil rakyat  tetap melaksanakan tugas kedewanan, setelah jeda masa sidang. Tujuannya agar dapat menyerap aspirasi dan memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan masing-masing, sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Don Bosko Ponong sempat mengingatkan warga agar selalu menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah selama pandemi covid 19. Terkait dengan itu, reses pun disesuaikan dengan situasi kondisi saat ini. Terkait dengan pandemi covid 19, Don Bosko menyampaikan bahwa, biaya reses dapat digunakan untuk membeli sembako kepada warga masyarakat.

Sebelum menyerahkan bantuan yang dialokasikan dari dana reses, Don Bosko menyampaikan bahwa, dana reses kali ini mengalami kenaikan  Rp 3.435.000 dari sebelumnya Rp 18.000.000 per sekali reses. “Jadi total dana Reses kali ini sebesar Rp. 21.435.000,” urai Bosko.

Dana sebesar itu, Bosko lanjut merincikan bahwa penggunaan antara lain untuk sewa gedung Rp 1.395. 000, konsumsi Rp 6.050.000, dan transportasi untuk 100 orang Rp 15.000.000. “Pada reses ini saya juga menyampaikan serapan APBD tahun 2020 ke wilayah kecamatan Riung, dan Pokir (pokok pikiran) anggota dewan yang sudah diinput dalam Renja perangkat Daerah.

Setelah menerima bantuan dari dana reses, Dedy Makmur  memberi apresiasi atas reses yang dilaksanakan di Desa Persiapan Kota Raja. Atas nama warga yang hadir, Dedy juga memberi apresiasi karena anggota dewan terbuka soal dana reses. Apalagi reses ini dilaksanakan di tengah situasi pandemi covid 19 sehingga bisa digunakan untuk membeli sembako bagi warga.

Pantau pembangunan drainase

Pada reses tersebut warga menyampaikan aspirasi mereka, di antaranya yang perlu mendapat perhatian adalah dermaga terapung pariwisata yang sudah tidak berfungsi dengan baik, pembangunan drainase di Kelurahan Nangamese yang dinilai menyimpang karena tidak disertai dengan papan tender, dan meninjau MTs Al Hikmah Riung yang kondisinya rusak.
 
Don Bosko Ponong meninjau dermaga terapung di pelabuhan pariwisata 17 pulau Riung
Pembangunan drainase di Nagarembo tidak dilengkapi dengan papan  nama proyek, sehingga warga tidak tahu berapa nilai pengerjaan drainase di kawasan sekitar pelabuhan terapung itu. Keluhan itu disampaikan Zulkifli saat reses  anggota dewan yang setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi pengerjaan drainase.

Tiba dilokasi anggota dewan yang juga juru bicara Fraksi PAN DPRD Ngada, Don Bosko Ponong menyaksikan sendiri drainase yang telah dikerjakan namun salah satu sisinya lebih rendah dari sisi yang lainnya (tidak sama tinggi). Dia juga sempat mencari-cari papan proyek, tetapi tidak ditemukan. Informasi dari warga setempat bahwa, pengerjaan dengan dana kelurahan yang mestinya melibatkan warga melalui padat karya, justru yang ini dikerjakan oleh tukang dari luar. Prosesnya hingga pengerjaan tidak melibatkan masyarakat.

Don Bosko juga meninjau dermaga terapung di pelabuhan pariwisata 17 pulau, didampingi tokoh masyarakat, di antaranya Thamrin dan sejumlah tokoh lainnya. Setelah dicermati dari dekat dermaga terapung sudah rusak parah dan tidak layak untuk digunakan lagi. Kalau dipaksanakan bisa membahayakan para wisatawan yang akan mengunjungi 17 pulau Riung.

Setelah itu bersama Kepala MTs  Al Hikmah, Thamrin, Don Bosko meninjau MTs Al Hikmah yang beberapa bagian gedung – seperti lantai, dinding dan plafon – sudah  mengalami kerusakan dan ada ruangan yang sudah dibangun namun belum selesai hingga saat ini. Kondisi sekolah yang memprihatinkan itu memang perlu perhatian dari pemerintah.

Sarat Penyimpangan

Yohanes Don Bosko Ponong yang juga pimpinan Komisi I DPRD Ngada membidangi hukum dan pemerintahan mengatakan, idealnya semua pembangunan yang terjadi di kelurahan mesti dimusyawarakan bersama masyarakat di wilayah kelurahan tersebut. Dia menambahkan bahwa, ketika pembangunan yang direalisasikan itu merupakan kesepakatan bersama dengan semua masyarakat maka, peran pengawasan sipil masyarakat akan berjalan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan agar ditemukan solusi.
 
Beberapa bagian bangunan MTs Al Hikmah Riung, rusak.
Bosko menduga kuat bahwa pelaksanaan program pembangunan drainase di wilayah kelurahan Nangamese itu syarat penyimpanan karena tidak ada timbunan tanah disekitar bahu drainase, dan drainase dikerjakan lebih rendah dari badan jalan, tidak dilengkapi dengan papan proyek. Mantan sekjend PMKRI cabang Ende juga merasa naif karena drainase yang dikerjakan dari dana kelurahan tanpa ada papan nama. Hal ini tentunya sudah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Bosko melanjutkan, bahwa sesuai dengan Permendagri nomor 130 pasal 4, inspektorat bisa menggunakan pasal ini untuk melakukan audit terhadap pengerjaan drainase di kelurahan Nangamese. "Sebagai Pimpinan komisi I saya akan mendesak inspektorat agar segera melakukan audit terhadap segmen pengerjaan drainase di kelurahan Nangamese. Pengerjaan proyek dari dana Negara tanpa papan nama. Inikan ironis" tegas Bosko kecewa.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :