Vigonews

Diumumkan Secara Online, Siswa SMAK Regina Pacis Bilang: 'Ini Kelulusan yang Sunyi'



Ket foto: Mengantisipasi pandemi covid 19, para siswa kelas XII SMAK Regina Pacis memantau pengumuman kelulusan secara online di rumah masing-masing

BAJAWA – Kepala SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa, ST, Senin (04/05/2020) secara resmi melaunching link pengumuman kelulusan  siswa kelas XII tahun ajaran 2019/2020.

“Dengan berkat Allah Yang Maha Kuasa dan seijin kita semua, maka link kelulusan siswa kelas XII tahun ajaran 2019/2020 secara resmi dibuka,” seru Hendrianto saat melaunching secara resmi pengumuman kelulusan.

Launching kelulusan siswa angkatan 2019/2020 secara online berlangsung di lantai II gedung sekolah itu. Dalam peristiwa ini, hanya dihadiri para wakil kepala sekolah, para wali kelas XII, dan staf  IT sekolah. Peristiwa ini baru pertama kali dilakukan, mengantisipasi pandemi covid 19,  dan  mengindahkan arahan pemerintah.

Launchhing ditandai dengan membuka link website  yang serentak diakses oleh para siswa yang sudah menunggu di rumah, dan berbagai tempat lain. Begitu link dibuka, 176 siswa langsung mengakses untuk mengetahui apakah lulus atau tidak. Masuk pada menit ke 10, sudah ada 250 siswa mengakses, hingga sejam, semua siswa kelas XII yang berjumlah 320 sudah dapat mengakses dan mengetahui kabar kelulusan mereka. “Hanya dalam sejam, 320 siswa kelas XII sudah terpantau mengakses ke link kelulusan siswa,” Kata staf  IT SMAK Regina Pacis, Edmond Kadju.

Dari pengumuman kelulusan secara online itu, 320 siswa kelas XII dinyatakan lulus semua, atau lulus 100%. Dengan rincian untuk program IPA laki-laki 26, peremuan 72; dan program IPS laki-laki 71, perempuan151. Jumlah siswa laki-laki yang lulus 97, dan siswa perempuan 223 orang. Total jumlah siswa yang lulus 320, atau lulus semua.

Siswa yang dinyatakan lulus sudah memenuhi syarat-syarat sebagaimana telah disepakati, bahwa siswa berperilaku minimal baik; mengikuti semua mapel yang dipersyaratkan dan dibuktikan dengan raport semester 1 - 6; mengikuti ujian sekolah semua mapel yang dipersyaratkan;  memiliki rata- rata nilai raport semester 1 - 6 minimal  KKM 70,0; memiliki rata-rata nilai US minimal  65,0; dan memiliki nilai mapel US minimal  55,0

Rindu Siswa

Dalam sambutannya yang juga disampaikan dalam pengumuman tertulis kepada orang tua siswa, Hendriamto Emanuel Ndiwa menegaskan, bahwa angkatan ini adalah angkatan  yang luar biasa dan telah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan bagi komunitas  SMAK Regina Pacis Bajawa.

Kepala sekolah Herdin Ndiwa, pada kesempatan itu  menyampaikan  terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh siswa Kelas XII, atas semangat  dan kerja kerasnya selama menempuh pendidikan di lembaga tercinta Regina Pacis.

“Kerinduan kami sangat  kuat untuk bertemu dengan adik adik kelas XII, tetapi wabah pandemi covid 19  yang membuat  kita untuk tidak bisa bertemu. Dalam doa, kami terus mengucap syukur kepada Tuhan,  agar para siswa yang kini purna belajar di Recis kiranya  diberkati Tuhan untuk terus melangkah maju menggapai cita-cita menuju manusia sukses dikemudian hari,” pesan Herdin. 

Melaui pesan tertulis maupun pernyataannya saat pengumuman kelulusan secara online, Herdin Ndiwa, memaklumkan bahwa tahun ini karena pandemi covid 19, pengumuman kelulusan tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya menghadirkan siswa, orang tua dan undangan lainnya, tetapi kini informasi kelulusan diakses melalui  https://form.jotform.com/201201807351441 dengan menggunakan password  NISN masing-masing siswa.

Herdin juga menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan administrasi siswa seperti surat keterangan lulus dan surat keterangan lainnya akan dilakukan secara terbatas, yang dijadwalkan: 07 Mei 2020: Kelas XII IPA 1, tanggal 08 Mei 2020: Kelas XII IPA 2, tanggal 11 Mei 2020: Kelas XII IPS 1, tanggal 12 Mei 2020: Kelas XII IPS 2, tanggal 13 Mei 2020: Kelas XII IPS 3, tanggal 14 Mei 2020: Kelas XII IPS 4, dan tanggal 15 Mei 2020: Kelas XII IPS 5.

Untuk pelayanan terbatas tersebut, kata Herdin, dibuka mulai pukul 08.30 – 13.00 WITA. Para siswa  dihimbau untuk menggunakan masker dan tidak berkerumun sesuai arahan Pemerintah terkait Covid-19. Pelayanan Administrasi, tegas Herdin,  tidak dilayani  di luar jadwal yang telah ditentukan.  Apabila ada hal mendesak silahkan hubungi Kepala Sekolah.


Permohonan Maaf

Pada kesempatan tersebut, Herdin atas nama lembaga SMAK Regina Pacis
menyampaikan permohonan maaf  atas kurang maksimalnya pelayanan dari sekolah dalam segala hal ketika para siswa studi  di  SMAK Recis.

”Harapan kami, agar kiranya para siswa kelas  XII tahun ajaran 2019/2020, tetap menghidupkan lima nilai yang menjadi dasar dan arah perjuangan kita selama  menempuh di SMAK Regina Pacia Bajawa, yakni: Kejujuran, Disiplin, Kerja keras,  Kerja sama, dan Tanggung jawab,” pesan Herdin.

Dia minta para siswa purna belajar membawa pergi  hal-hal  positif di tempat yang baru dalam bingkai  Ratu Damai, Ratu yang mencintai kedamaian. Jadilah alumnus yang membanggakan orang tua, lembaga pendidikan, maupun siapa saja yang berhadapan dengan kalian.” Recis Bisa, Tetap Bersatu, Tetap semangat dan Optimis.”

Tanpa Pelukan

Salah seorang siswa program IPA, Maya Lobo, langsung merespons begitu mendengar bahwa pengumuman  kelulusan dilakukan secara online. Hanya saja berapa banyak yang lulus tidak diketahui, sehingga tentu semua siswa siap-siap membuka link kelulusan sesaat setelah Kepala Sekola Hendrianto Emanuel Ndiwa melaunching.

Meski dinyatakan lulus setelah mengakses link kelulusan dengan password masing-masing, Maya tetap merasa ada yang kurang, karena harus purna belajar di Recis tanpa perpisahan. “Yang lebih sedih lagi, kami tidak ada acara perpisahan. Harus pisah dan tidak ketemu dengan bapa ibu guru, teman-teman sebelum waktunya,” kata Maya penuh haru.

Namun maya tetap merasa gembira karena sudah dinyatakan lulus. Paling tidak beban sudah terasa lebih ringan, dan tinggal bagimana berjuang ke depan, melanjutkan kuliah. Hanya menurut Maya, terasa juga seperti lulus tanpa perjuangan gigih karena tanpa melewati UN. “Sebenarnya banyak kecewanya, karena terkesan lulus tanpa perjuangan. Apalagi banyak orang yang de’i (olok), bilang kami lulus jalur virus,” kata Maya.

Lain Maya, lain pula Natalia Goja. Hari pengumuman kelulusan sudah siap-siap online. Kata dia, kelulusan adalah peristiwa yang paling ditunggu setiap siswa kelas XII. “Kali ini rasanya tidak enak. Duduk di rumah, buka link, masukkan password  NISN dan lihat hasilnya. Tulisan "LULUS" dengan huruf  besar warna hijau. Kabar ini memang membuat kami senang, tetapi  cara seperti ini  tidak menjadi hal yang paling dirindukan saat ini,” kata Natalia penuh haru.

Kelulusan kali ini, kata Natalia tanpa suasana berbagi ekspresi dengan teman-teman dan guru. Momentum yang paling ditunggu itu hilang, karena harus taat pada arahan pemerintah berkaitan dengan pandemi covid 19. “Tidak serunya, karena berita kelulusan dibaca sendiri, tidak ada pelukan  satu sama lain, tidak ada rasa deg-degan, tidak ada teriakan histeris ketika membaca kata lulus setelah buka enfelop. Beda sekali. Tidak enak. Sedih. Kecewa,” beber Natalia lesuh.


Kelulusan yang Sunyi

Beda lagi dengan Cintya Pati Rani. Ini kelulusan yang sunyi, tidak seperti angkatan sebelumnya. Meski dia tau, bahwa yang teradi saat ini bukan kehendak para guru  dan pemerintah. Ini semata karena krisis pandemi covid 19. “Dan kita tau bersama bahwa wabah ini sangat berbahaya. Namun ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang akan kami tempuh kedepannya,” kata Cintya.

Dikatakan, SMAK Regina Pacis bagi Cintya adalah lembaga sekolah yang sangat bertanggung jawab. Meski situasi serba sulit tetap melanjutkan tugas pendidikan  hingga diumumkannya  kabar kelulusan secara online. Ini demi kebaikan anak didik di tengah pandemi covid 19.

Menurut dia, akibat  wabah corona virus, UN 2020 telah dibatalkan.  Perjuangan yang telah disiapkan secara matang selama 3 tahun seperti berlalu begitu saja oleh virus mematikan ini. Sehingga akhirnya siswa harus kehilangan momentum yang amat berkesan yang biasa terjadi pada pengumuman kelulusan. Dan semua hanya bisa mengakses pengumuman itu secara online. Hal yang tak pernah terbayangkan terjadi.

“Saya sebagai salah seorang  siswa merasa begitu sedih, kecewa,  karena pengumuman kelulusan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Angkatan ini dapat dikatakan menang sebelum berperang, tetapi tentunya semua keputusan yang diambil oleh pemerintah itu merupakan keputusan yang terbaik, dan saya yakin dari peristiwa ini selalu ada hal baik yang dapat dipetik. Berharap, peristiwa ini cepat berlalu agar semua dapat beraktivitas kembali,” pesan Cintya. (bz)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :