Vigonews

Antisipasi Pandemi Covid 19, SMA Katolik Regina Pacis Beli Pulsa untuk 746 Siswa Ikuti UAS Online



Ket foto: Sejak pandemi covid 19, siswa Recis tetap giat belajar di rumah. Kini mereka siap menghadapi UAS online –

BAJAWA – Sebanyak 746 siswa kelas X dan XI SMA Katolik  Regina Pacis akan  mengikuti ujian akhir semester dalam jaring online (daring) yang dijawalkan berlangsung 11 – 16 Mey 2020 mendatang. UAS secara daring ini menindaklanjuti  proses belajar secara daring pula yang diberlakukan  sejak penyebaran covid 19, menyusul instruksi pemerintah meliburkan sekolah dengan belajar dari rumah.

Informasi layanan UAS secara daring  itu diperoleh setelah dikeluarkan surat edaran dengan Nomor : 044/ SMAK/ RPC/ IV/ 2020  perihal persyaratan dan panduan pendampingan siswa SMAK Regina Pacis untuk melaksanakan ujian online dari rumah. Surat edaran yang juga dipublikasikan melalu media sosial tersebut ditanda tangani Kepala SMA Katolik Regina Pacis, Hendrianto Emanuel Ndiwa, ST.

Kepada awak media, Jumat (01/05/2020), Herdianto Emanuel Ndiwa yang akrab disapa Herdin itu mengemukakan, pelaksanaan  UAS secara daring  merupakan upaya pihak lembaga dalam memenuhi hak-hak anak dalam memperoleh pendidikan. Dari 746 siswa, kelas X 388, kelas XI 358, dan yang tidak memiliki HP 19 anak – akan dilayani secara ofline.

Dijelaskan Herdin, bahwa selama kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari rumah, tentu guru dan  siswa mengalami kendala dalam memenuhi proses, akibat pandemi covid 19. “Meski  dalam kesulitan kita masih  dapat menjalankan tugas dengan baik. Bukan hanya guru dan murid, tetapi juga orang tua yang harus menggantikan peran guru karena anak-anak terpaksa belajar dari rumah. Namun situasi ini telah membuat kita belajar bagaimana harus berperan maksimal di tengah keadaan sulit,’ kata Herdin.

Sehubungan dengan masa ‘dirumahkan’ telah diperpanjang hingga awal Juni, dikatakan Herdin, maka pihak lembaga menyampaikan beberapa hal, sekaligus sebagai persayaratan dan tuntutan bagi peserta didik dan orangtua/wali untuk melakukan pendampingan belajar dan ujian online dari rumah, dengan menerapkan beberapa kebijakan.

Melalui edaran tersebut, pihak lembaga menyampaikan 10 hal yang perlu diperhatikan, antara lain, pertama: ujian secara daring dari rumah akan dilakasanakan serentak sejak tanggal 11-16 Mei 2020.  Kedua: yang berhak mengikuti ujian adalah siswa yang sudah menuntaskan semua tugas yang diberikan oleh guru dari setiap mata pelajaran. Terkait dengan hal ini, maka setiap wali kelas tetap melakukan koordinasi dengan semua anak walinya, terkhusus bagi anak-anak yang belum tuntas agar segera menuntaskannya sampai 9 Mei 2020.
 
Putri, Chintia dan Irma yang rumah berdekatan di kota Bajawa, belajar bersama menghadapi UAS online
Beli Pulsa

Ketiga: pihak lembaga akan mengirim pulsa bagi peserta didik sebesar 40 ribu/anak. Dengan total dana yang dikeluarkan yakni Rp. 30.000.000 yang diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) tahun 2020. Oleh karena itu, setiap peserta didik wajib melaporkan nomor hand phone aktif kepada wali kelasnya masing-masing.

Keempat: setiap peserta didik wajib mempersiapkan diri secara baik agar dapat mengikuti ujian online secara bertanggung jawab. Kelima: bagi 19 anak yang tidak memiliki handphone, maka ujiannya ditempuh melalui pemberian tugas dan akan dikumpulkan pada saat masuk sekolah.

Keenam: demi menjaga kesehatan, dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, maka semua peserta didik wajib menjaga kebersihan diri, rumah, lingkungan sosial, tetap di rumah serta menaati semua aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Ketujuh: orangtua/wali tetap menjadi figur penuntun, penasihat, pelindung, dan juga guru bagi anak-anak selama belajar di rumah secara intens dan bertanggung jawab. Sebab tugas mendidik anak-anak adalah tanggung jawab kolektif tanpa pengecualian.

Kedelapan: kami menghimbau agar orang tua siswa mencicil keuangan sekolah sesuai kemampuan melalui rekening sekolah (4625-01-040276-53-8-AN. SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa). Khusus peserta didik yang mengalami kendala keuangan sekolah, tetap mengikuti ujian, dan melakukan komunikasi dengan pihak sekolah melalui wali kelasnya masing-masing. Prinsipnya, hak-hak anak tetap dilayani dan nilai kemanusiaan tetap dipertimbangkan.

Kesembilan: setelah ujian online berakhir, anak-anak tetap melanjutkan tugas-tugas yang diberikan sejak awal ‘dirumahkan’ yakni iktisar, resensi, artikel ilmiah dan makalah ilmiah. Kesepuluh: dalam kebersamaan hidup di rumah, setiap peserta didik wajib menghidupi lima nilai yang sudah dibudayakan di sekolah, yakni: kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama dan kerja keras.

Herdin, juga menegaskan, bahwa semua aturan, usaha, berbagai kebijakan yang dibuat oleh lembaga, berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan bermuara pada kebaikan bersama. Oleh karena itu, hak-hak tetap dilayani dengan ketulusan hati sebagaimana semboyan kita: “Populis dalam pelayanan dan elitis dalam mutu.”

“Kita tentu menyadari, bahwa untuk menyukseskan KBM selama masa ‘dirumahkan’, khususnya ujian online ini, dibutuhkan dukungan semua pihak yakni:  peserta didik, orang tua, komite, yayasan dan juga masyarakat luas. Sebab lembaga SMAK Regina Pacis adalah milik umat dan kita semua. Sebagai insan beriman, kita juga terus berjuang dan berpasrah pada Tuhan agar pandemi covid 19 cepat berlalu dari kehidupan kita,” pinta Herdin.
 
Di Kurubhoko - Wolomeze, Cyntia, Alin yang rumah berdekatan belajar bersama persiapan UAS online, bersama seorang siswi dari sekolah lain.
Mendukung

UAS secara daring mendapat respons dari sejumlah pihak. Baik pihak yayasan, orang tua, tokoh masyarakat, maupun alumni Recis. Mereka menilai, ini terobosan cerdas agar siswa tetap memiliki semangat dan tanggung jawab serta habit dalam belajar. Di tengah kesulitan, nanum pihak sekolah berani mengambil langkah ini.

Ketua Yasukda Ngada, RD Silverius Betu, Pr menyatakan sangat mendukung langkah sekolah untuk gelar UAS online. “Saya sangat setuju dengan langkah yang diambil oleh sekolah. Kami yayasan juga sudah bahas sebelum  mengeluarkan edaran 2 atau 3 minggu yang lalu,” kata Silverius.

Pointnya, kata RD. Silverius, tetap taat pada kebijakan pemerintah, namun jangan merugikan sekolah, siswa, para guru dan pegawai serta jangan merugikan orang tua. “Kita berada dalam situasi yang tidak normal, maka mesti ada kebijakan yang  baik, sehingga kebutuhan siswa dan semua kepentingan tetap terlayani,” tambahnya.

Sementara, Petrus E.Y. Ngilo Rato sebagai orang tua siswa juga menyambut baik langkah ini. Dia mengaku, mengambil peran bukan hanya sebagai orang tua, tetapi mengambil peran sebagai guru. “Memang, saya ikuti  kegiatan belajar anak saya di rumah yang sekolah di Recis. Saya melihat belajar online gaya Recis tetap efektif. Siswa kerja tugas dari guru lalu email ke guru dan guru memberikan koreksinya,” urai Jehni atas pengalamannya.

Dikatakan Jehny, meskipun tidak ada aktivitas belajar di sekolah, siswa tetap belajar mandiri. Belajar dengan cara ini tidak bisa secara penuh menggantikan belajar konvensional. Para siswa sangat membutuhkan kebersamaan dengan teman-teman sebaya. Mereka punya dunia sendiri. Banyak hal lain yang mereka belajar dari interaksi langsung bersama teman-temanya jika ada di sekolah.

Menyediakan uang pulsa bagi siswa untuk mempermudah akses belajar online, kata Jehny, adalah keputusan yang bijak dari pihak sekolah. Sebagai ganti biaya ATK  yang dihabiskan kalau belajar di sekolah. Dia menyampaikan terima kasih kepada pihak SMA Katolik Regina Pacis karena memberi fasilitas pulsa itu.
 
Petrus Lodo Nono, SKH, salah seorang alumnus Recis memberi apresiasi pelaksanaan UAS online dan memotivasi para juniornya.

Tolok Ukur

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Bajawa, Paskalis Lalu, mengatakan Recis tetap kreatif menemukan cara untuk terus menjalin komunikasi pendidikan dengan siswa di tengah pandemi covid 19. Secara operasional, manajemen sekolah mempunyai strategi untuk kegiatan belajar dari rumah yang semuanya serba online, tidak kehilangan substansi peran lembaga dalam mencerdaskan anak bangsa.

Kata Paskalis, ini menunjukkan manajemen sekolah tidak kendur tanggung jawab. Justru dengan kondisi ini semakin memaksimalkan peran dan tanggung jawabnya membimbing siswa dengan kiat-kiat baru. Tidak kehilangan momentum dalam membantu peserta didik  dan terus membina hubungan emosional. Salah satu bentuk adalah membantu siswa dengan pulsa supaya selalu terjalin  komunikasi selama pandemi covid 19. Siswa juga dilatih secara mandiri untuk menemukan literatur untuk memenuhi tugas yang diberikan guru.

Bagi orang tua yang selama ini pasif dalam penndidikan anak, tambah Paskalis, dengan belajar mandiri seperti saat ini, dipacu untuk aktif memberi perhatian pada anak, bukan hanya secara moril saja, tetapi materil seperti  menyiapkan uang pulsa untuk anak ketika belajar online setiap hari.

“Saya yakin,  ketika mereka ke perguruan tinggi, tidak kaget lagi karena semakin mandiri dan tanggung jawab. Uang pulsa yang diberikan sekolah itu perangsang untuk memberi motivasi  kepada siswa termasuk para guru supaya tetap menjalin komunikasi dengan siswa. Tetapi sebenarnya orang tua juga mensuport hal itu,” jelas Paskalis.

Sementara, salah seorang alumnus SMA Katolik Regina Pacis, Petrus Lodo Nono, SKH, ketika dimintai tanggapannya, mengatakan ujian online  pada kondisi sekarang ini harus didukung.  Ujian online ini, kata Lodo Nono, sekaligus dijadikan alat ukur seberapa besar dampak belajar di rumah bagi siswa selama pandemi covid 19 ini. “Nanti bisa dilihat apakah siswa Recis memang siap mental untuk ujian dari rumah atau tidak,” katanya.

Soal penggunaan dana bos yang disisihkan untuk pulsa, Lodo Nono mengatakan sepakat, karena tujuannya jelas, yaitu demi siswa dalam memenuhi tugas-tugas belajar. “Saran saya, setelah pulsa dikirim, adik-adik siswa Recis dengan penuh tanggung jawab memberi konfirmasi kepada pihak sekolah, melalui para wali kelas dengan melakukan check list di absensi siswa,” saran Lodo Nono. (bz)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :