Vigonews

30 Siswa SMA Katolik Regina Pacis Bajawa Lolos Seleksi Beasiswa VDMS Belanda



Ket foto: Penerima beasiswa VDMS tahun ajaran 2018/2019 foto bersama manajemen VDMS Belanda -- 

BAJAWA - Sebanyak 30 siswa SMAK Regina Pacis Bajawa, lolos seleksi celon penerima beasiswa Van Deventer-Maas Stiching (VDMS) untuk tahun ajaran 2020/2021. Mereka dinyatakan lolos menjadi calon penerima beasiswa ini, setelah melewati dua tahap seleksi.

Demikian dikemukakan Koordinator VDMS untuk SMAK Regina Pacis, Dra. Sawu Romana Fransiska, menjawab media, Kamis (30/04/2020) di Bajawa.

Pendaftaran seleksi beasiswa dilakukan secara online yang dimulai pada tertengahan bulan Januari  sampai pertengahan bulan  Februari 2020 lalu. Selanjutnya siswa yang sudah mendaftar diperkenankan memasukan berkas/dokumen sebagaimana disyaratkan oleh pihak VDMS untuk diseleksi.

Menurut Sawu Romana, atau yang akrab disapa Vince,  sejak program kerja sama VDMS dengan SMAK Regina Pacis dimulai pada tahun ajaran 2009/2010 hingga saat ini, sudah meloloskan 285 siswa sebagai penerima beasiswa ini.  Pada  tahun ajaran 2019/2020, tercatat ada  30 siswa yang menerima beasiswa VDMS, yang direalisasikan saat duduk di kelas XII.

Untuk diketahui, Van Deventer-Maas Stiching (VDMS) adalah sebuah yayasan yang berpusat di Belanda. Yayasan ini bergerak untuk kemanusiaan, terutama dalam bidang pendidikan. Melalui dunia pendidikan, VDMS  menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dari Sabang sampai Merauke,  dengan sasaran utamanya adalah mahasiswa/i yang kurang mampu secara ekonomis.

Mengapa siswa SMAK Regina Pacis? Sejak tahun 2008, VDMS secara resmi menjalin kerja sama dengan SMA Katolik Regina Pacis, untuk  memberi beasiswa dan program pelatihan tenaga pendidikan dan kependidikan. Kerja sama beasiswa tahun pertama menyasar 15 siswa, selanjutnya menjadi 30 siswa pada tahun kedua, ketiga, hingga tahun ajaran 2020/2021. Besarnya bantuan beasiswa per-siswa Rp 350.000 setiap bulan. Bantuan beasiswa akan masuk ke rekening siswa setiap tanggal 27 dalam bulan.
Penerima beasiswa VDMS tahun ajaran 2018/2019 sedang mendengar pengarahan dari manajemen VDMS Belanda

Untuk mendukung misi VDMS di Indonesia, sejak 12 September 2017 terbentuklah Yayasan Van Deventer Mass Indonesia (VDMI), dikelola oleh pengurus dan pembina dari Indonesia yang dianggap lebih memahami kebutuhan pendidikan putra/putri Indonesia.

VDMI kemudian memberi bantuan beasiswa hampir semua Perguruan Tinggi di Indonesia. Untuk tingkat SMA, ternyata Regina Pacis menjad sekolah umum satu-satunya yang menerima fasilitas beasiswa ini. Sehingga sejak ada kerja sama resmi, VDMS dari Belanda recara berkala mengunjungi sekolah ini untuk misi khsusnya itu. Beasiswa yang sudah diawali ketika siswa duduk di kelas XI dan XI akan dilanjutkan ke perguruan tinggi. Terkait dengan itu, para siswa diberi motivasi terus-menerus agar mampu menunjukkan prestasi.

Kerja sama VDMS Belanda dengan SMAK Regina Pacis Bajawa, kata Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis, Hendryanto Emanuel Ndiwa, ST, tidak terlepas dari peran Ketua Yasukda  waktu itu, RD. Daniel Aka dan Kepala SMAK Regina Pacis kala itu, Almarhum Rinu Romanus. Manajemen saat ini tentu akan terus bekerja dengan baik demi keberlanjutan kerja sama yang sudah dirintis oleh alm. Rinu Romanus.

Herdin Ndiwa, begitu Kepsek ini akrab disapa, memberi apresiasi atas kepercayaan VDMS/VDMI kepada SMAK Regina Pacis untuk mengemban misi kemanusiaan di Indonesia – dimana SMAK Regina Pacis adalah sebagai SMA umum yang menjadi sasaran program ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada VDMS/VDMI yang tetap menjalin kerja sama dengan SMAK Regina Pacis. Semoga karena kerja sama ini dapat membantu siswa yang kurang mampu. Dan saya harap para siswa dapat  memanfaatkan bantuan ini dengan penuh tanggung jawab,” ucap Herdin. (bz)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :