Vigonews

Pastor Paroki Maronggela, Riung Barat, Ajak Orang Muda Katolik Giat Tanam Pohon



MARONGGELA - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki  Santa Maria Asumpta Maronggela melakukan aksi penanaman pohon di Stasi Santa Theresia Namut, Desa Wolomeze II, Kecamatan Riung Barat, Sabtu (29/02/2020). Aksi penanaman pohon itu, menandai  pencanangan pekan OMK tahun 2020.

Selain penanaman pohon, serangkaian pencanangan pekan OMK 2020 itu juga dilaksanakan rekoleksi dan Misa Kudus Pencanangan pekan OMK tahun 2020 yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Maria Asumpta Maronggela, RD. Anjelinus R. Denny Parisai dan Pater Albert OCD.

Pencanagan sekaligus membuka  rangkaian kegiatan menuju hari puncak Pekan OMK yang akan dilaksanakan tanggal 23 – 28 Juni 2020 di Stasi Santa Theresia Namut, Desa Wolomeze II. Saat pencanangan dihadiri umat stasi setempat dan pengurus OMK dari berbagai stasi/lingkungan di wilayah Paroki Maronggela.

Ketua Panitia  Pengarah Gregorius Lewa pada kesempatan itu mengatakan bahwa, kegiatan pencanangan disi dengan beberapa jenis kegiatan antara lain, penanaman pohon di lokasi Kapela Namut, rekoleksi, pengakuan/ibadat tobat, serta pertemuan bersama untuk merumuskan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan puncak pekan OMK.  
 
OMK Paroki Maronggela mulai menanam pohon dengan berdoa
Umat Stasi namut, menyammbut baik kegiatan tersebut. Hal ini dilihat dari kerelaan mereka untuk hadir dan berpartisipasi membersihkan lokasi, menggali Lobang untuk ditanami anakan pohon. Kepala Desa Wolomeze II, Martinus Rema memberi apresiasi atas kegiatan yang dilakukan di wilayahnya dan menjadi tempat pelaksanaan pekan OMK pada bulan Juni 2020 mendatang.

Kesetiaan Ekologis

Pastor Paroki St. Maria Asumpta Maronggela, RD. Anjelinus R. Denny Parisai, saat penanaman pohon mengajak orang muda katolik di parokinya untuk mencintai lingkungan ekologi. “Orang muda harus setia untuk memelihara lingkungan demi keberlanjutan kehidupan. Kesetiaan merawat lingkungan sangat penting, karena lingkungan menghidupi kita. Tanpa lingkungan kita tidak bisa hidup,” katanya.

Dikatakan, bahwa wilayah Paroki Maria Asumpta Maronggela yang meliputi Kecamatan Riung Barat -- sebagian besar padang savana terlihat hijau di musim hujan. Dan itu mudah, karena pada musim ini  curah hujan menghijaukan hamparan savana.
 
Aksi tanam pohon OMK Paroki Maronggela
Karena itu, kata Rm. Denny Parisai, wilayah paroki ini harus diubah agar hijau juga pada musim kemarau. Karena itu, perlu peran orang muda Katolik  menanam pohon mulai dari lingkungan kecil  dan rumah sendiri.  Mulailah dengan menanam pohon yang bernilai ekonomis sehingga membawa manfaat ganda – untuk menghijaukan dan memberi manfaat ekonomi.

Ajakan pastor Denny Parisai kepada orang muda Katolik  searah dengan arah pastoral Keuskupan Agung Ende yang menempatkan orang muda sebagai kelompok strategis. Kelompok strategis  harus didorong dan diberdayakan dengan memaksimalkan perannya dalam membangun gereja, membangun kehidupan iman . Dan merawat ekologi juga menjadi bagian dari upaya  menjaga karya ciptaan bagi keberlanjutan kemanusiaan.

Sementara tokoh masyarakat Maronggela, Sain Songkares mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini didukung Yayasan Puge Figo (YPF) yang bergerak dalam bidang konservasi alam dan pemberdayaan. YPF membantu 200 anakan cengkeh yang ditanam sebagai percontohan di kebun sekitar Kapel Namut. Dan rencananya akan dikembangkan ke stasi-stasi lainnya di paroki ini.

Menurut Sain, wilayah Maronggela, Riung Barat cocok untuk tanaman cengkeh. Itu yang kemudian mendorong kegiatan penanaman anakan cengkeh di lahan percontohan ini.  Sain katakan cengkeh cocok di wilayah itu, karena saat ini para transmiran lokal yang berasal dari wilayah Maupunggo beberapa dekade lampau – saat ini sudah memanen cengkeh karena saat datang pertama  mereka mencoba menanam. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :