Vigonews

Ritual Adat Awali Pra RAT Kopdit Sangosay



BAJAWA - Jelang RAT  tahun buku 2019, Kamis (20/2/2020) Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay adakan Kegiatan Pra RAT, yang dibuka dengan rangkaian ritual adat ‘Zia Ura Ngana’ (belah kepala babi).

Bertempat didepan Kantor Kopdit Sangosay Cabang Utama, Emanuel Lalu memimpin Ritual ini dengan menggunakan bahasa daerah.  Peserta yang hadir dalam ritual adat Ini adalah para pengawas, pengurus, para manager dari setiap cabang, GM, staf managemen dan anggota yang mewakili dari setiap cabang.

Terhadap ritual adat ini, Eman Lulu yang dipercayakan untuk memimpin dan menuntun ritual ini menegaskan, bahwa Ritual adat mau melegitimasi tentang keberadaan manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Orang yang berbudaya, maka dalam hidupnya, ia akan selalu mengandalkan Tuhan. Sebab Tuhan selalu hadir melalui budaya itu sendiri. Selain itu, praktik budaya mau mengingatkan kita untuk selalu mengingatkan dan mendoakan bagi para leluhur, penjasa dan pendiri Kopdit Sangosay.

"Saya sangat percaya bahwa semua pengurus dan anggota Sangosay adalah orang-orang yang berbudaya dan beragam, maka kebiasaan ini harus dan tetap dipertahankan. Dan saya juga senang karena sejak awal pemberkatan kantor pusat Sangosay telah mempercayakan saya untuk membuat ritual yang sama seperti hari ini. Mari menjadi pengurus, pengawas dan anggota Sangosay yang berbudaya, beradat dan ber-Tuhan," katanya.
Ritual Zi'a ura ngana - belah babi
Menurut Plt. Ketua Kopdit Sangosay Lipus Lusi, ritual ini sebenarnya bertujuan untuk menghormati dan meminta restu dari para leluhur untuk senantiasa menyertai setiap perjalanan, perjuangan dan tumbuh kembang Sangosay ke arah semakin baik.

"Ritual ini adalah bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mencetuskan ide dan semangat hingga Sangosay dilahirkan dan besar dalam melayani sesama sampai saat kini dan yang akan datang," imbuhnya.

Dipihak lain, salah seorang  Penasihat Kopdit Sangosay RD. Sil Betu berujar bahwa ritual adat ini dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan bagi para leluhur. Terutama bagi para tuan tanah, fundator, dan penjasa Sangosay.

Selain itu, ritual ini juga adalah ungkapan terdalam untuk menghargai adat, budaya, dan juga sebagai bahan evaluasi serta petunjuk arah bagi keberlangsungan keberadaan Sangosay dalam melayani sesama secara berkelanjutan.
 
Para pengurus Kopdit Sangsay bersama Eman Lalu (Kanan)
"Jadi ritual adat ini adalah bentuk penghormatan pada leluhur dan para fundator Sangosay. Juga sebagai petunjuk yang memiliki daya positif dalam semangat dan sepak terjang Sangosay ke arah yang lebih baik dari Waktu ke waktu" katannya.

Sementara, General Manager (GM) Sangosay, Lodovikus Lenga menegaskan bahwa ritual  ini dapat dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur dan kerendahan hati secara adat. Sebab melalui budaya, Tuhan turut hadir memberkati semua usaha manusia itu sendiri. Oleh karena itu, ritual ini sudah menjadi budaya Sangosay baik saat Pra Rat, RAT, HUT, dan acara lainnya.

"Ya, ritual ini adalah bentuk Syukur pada Tuhan dan bentuk penghargaan bagi para leluhur dan penjasa Sangosay. Sehingga dalam setiap acara apa pun itu, kami selalu mengawalinya dengan doa dan upacara adat," imbuhnya.(BZ)***


Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :