Vigonews

Kopdit Sangosay Menjadi Besar Karena Begini Para Pendirinya Berpikir!



RD. Silvester Betu dalam khotbahnya ketika memimpin misa pembukaan Pra RAT tahun buku 2019 mengatakan, "Kopdit Sangosay menjadi besar karena para pendirinya berpikir besar.


BAJAWA – Kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) Kopdit Sangosay diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus, yang berlangsung Sabtu (22/02/2020. Misa pembukaan itu berlangsung di aula lantai III Kantor pusat Kopdit Sangosay.

Perayaan ekaristi  yang mengangkat tema:  “Berjuang Bersama Sangosay untuk Mewujudkan Hidup Sejahtera dan Bermartabat” sebelum pra RAT, sebelumnya juga dilakukan ritual adat.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh RD. Sil Betu bersama RD. Daniel Aka, yang dimeriahkan oleh kelompok paduan suara dari SMP Katolik Regina Pacis Bajawa. Peserta yang mengikuti parayaan ekaristi yakni utusan dari masing-masing kantor cabang, para penasihat, pengawas, pengurus dan para manager dari masing-masing kantor cabang daratan Flores dan Timor.

Dalam kotbahnya, RD. Sil secara singkat, padat dan jelas menguraikan beberapa hal mendasar yang sangat bersentuhan langsung dengan keberadaan Kopdit Sangosay awal, kini dan yang akan datang.

Latar belakang lahirnya Kopdit Sangosay. Lahirnya Kopdit Sangosay dilatar belakangi oleh keprihatianan dan kepekaan sosial dari pemimpin Yasukda akan kehidupan para guru dahulu. Kala itu, kehidupan para guru selalu diselimuti oleh berbagai kesulitan keuangan. Dampaknya, sering berutang dengan bunga yang sangat memberatkan.

Selain itu para guru juga tidak memiliki tanah dan rumah yang layak. Tidak ada tabungan untuk pendidikan dan kesehatan keluarga. Oleh karena itulah, maka bermodalkan keyakinan bahwa yang bisa menolong diri mereka hanya dengan mengandalkan kemampuan dan kemauan untuk dapat keluar dari berbagai kesulitan itu. Sekaligus dapat mengangkat martabat hidup mereka dalam semangat kebersamaan itu sendiri.

Inilah realitas buah pikiran besar yang dicetuskan oleh para pendahulu hingga menghasilkan gagasan besar yakni mendirikan Kopdit Sangosay sebagai jalan keluar humanis yang paling tepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang melanda para guru pegawai di bawah asuhan Yasukda pada saat itu. Akhirnya martabat para guru dan pegawai berhasil mendapatkan tempat yang semestinya. Dan berlanjut hingga kini.

Pertama, pikiran kecil. Orang yang berpikir kecil adalah tipikal manusia yang suka bicarakan orang lain. Perbincangan atau pertanyaanya selalu mulai dengan siapa? Akibatnya, pikiran kecil selalu menghasilkan gosip yang berdampak pada keserakahan, perselisihan, persaingan tidak sehat dan perpecahan yang berkepanjangan. Oleh karenannya, yang suka membudayakan pikiran kecil, ia tidak layak menjadi bagian dari Sangosay.

Kedua, Pikiran sedang. Orang yang berpikiran sedang akan dan selalu membicarakan peristiwa dan sejarah. Pertanyaanya pun selalu dimulai dengan ada apa? Pikiran sedang selalu menghasilkan pengetahuan. Tahu sangat banyak tentang berbagai peristiwa. Sebab pengetahuanya banyak maka bicaranya juga banyak dan selalu mendominasi semua pembicara. Tipikal orang berpikir sedang juga harus waspadah jikalau ada dalam Kopdit Sangosay.

Ketiga, pikiran besar. Orang yang berpikiran besar selalu membicarakan cara dan langkah. Starategis menyelesaikan masalah. Pertanyaanya selalu dimulai dengan mengapa dan bagaimana? Pikiran besar akan menghasilkan gagasan dan terobosan-terobosan besar.

Kopdit ini telah dimulai dengan pikiran besar yang menghasilkan gagasan yang brilian. Semoga kita terus berada dalam arus utama pikiran besar sehingga yang kita bicarakan tidak sekadar siapa yang akan menjadi ketua, pengurus dan pengawas, tidak hanya bernostalgia tentang peristiwa-peristiwa tapi lebih dari itu harus menemukan berbagai terobosan baru di zaman milenial  dan penuh persaingan seperti saat ini. Sehingga harapan agar terwujudnya anggota yang bermartabat, sejahtera dan bahagia dapat digapai.

Hari ini bersama gereja sejagat kita merayakan Pesta Tahta St. Petrus Rasul. Dan menjadi amat menarik sebab dalam Pra RAT dan RAT tahun 2019 ini kita akan memilih ketua pengurus dan ketua pengawas masa bakti 2020-2024.

Untuk ini beberapa pesan berikut ini dapat dijadikan dasar bagi calon pemimpin dan pemimpin terpilih Sangosay nanti. Pertama, jadilah pemimpin Sangosay yang tulus, jujur, penuh pengabdian dan menjadi teladan bagi semua orang. Untuk itu, St. Petrus dalam suratnya menasihati para pemimpin dan kita semua untuk: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu jangan dengan paksa, tetapi harus dengan semangat sukarela, jangan mau mencari keuntungan tetapi harus dengan semangat pengabdian yang sungguh. Jangan hanya memerintah tetapi jadilah teladan”.

Untuk itu, pemimpin Sangosay yang kita dambakan adalah yang memenuhi kriteria di atas: merangkul sebagai bapak tetapi tetap tegas sebagai pemimpin yang kritis, inovatif dan selalu merangkul yang tercecer.

Kedua, Jadilah pemimpin yang kokoh dan teguh. Kepada Simon yang menjawab secara tepat pertanyaan Yesus, Yesus bersabda: “Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Jemaatku”. Sabda ini mau menegaskan bahwa jadi pemimpin harus tegas dalam prinsip tetapi lembut dalam cara.

Ketiga, Petrus adalah Primus inter Pares. Pesta tahta rasul Petrus ini bukan bermaksud untuk merayakan kekuasaan Petrus yang tanpa batas, tetapi mau menunjukkan model kepemimpian kristiani bahwa Petrus adalah Primus Inter Pares yang pertama dan sederajat. Yang dalam bahasa kita saat ini, dinamakan sebagai kepemimpinan yang kolektif kolegial. Kepemimpinan dalam Kopdit Sangosay juga bersifat kolektif kolegial. Ketua pengawas dan ketua pengurus juga menjadi orang pertama, dia bukan satu-satunya pengambil keputusan, dia adalah salah satu bagian penting pengambil keputusan dalam kepengurusan untuk menindaklanjuti keputusan anggota

Semoga point-point kepemimpinan kepemimpinan kristiani ini dapat membantu kita untuk bisa memilih orang pertama dari calon-calon terbaik. Sehingga pada akhirnya, Kopdit Sangosay akan terus berkembang dan berjuang pada jalan yang tepat dan menjadikan semua anggota bermartabat, sejahtera dan bahagia.

Laporan: Bonefasius Zanda

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :