Vigonews

Kopdit Kenisa Jadikan Moment Pra RAT untuk Literasi Keuangan



WOLOMEZE – Koperasi Kredit (Kopdit) Kenisa memanfaatkan kegiatan pra RAT (Rapat Tahunan Anggota) sebagai moment strategis untuk literasi keuangan bagi anggotanya. Demikian dikemukakan salah seorang pengurus Kopdit itu, Ahmad Lamo menjawab vigonews.com di sela-sela kegiatan pra RAT tahun buku 2019 di Tempat Pelayanan (TP) Wolomeze di Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kabupaten Ngada.

Pra RAT bagi Kopdit yang berkantor pusat di Kacamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo itu menjadi sarana untuk pertanggung jawaban kepada semua anggota , yang tidak mungkin diundang semua pada saat RAT. Oleh karena itu salah satu cara  menyapa semua anggota adalah momen pra RAT yang dilaksanakan di masing-masing TP (Tempat Pelayanan).

Salah satu TP adalah Wolomeze di Riung Selatan, dari empat TP yang ada di Kopdit ini, dengan tiga TP lainnya, yakni: TP Mauponggo, TP Mbay dan TP Aewoe. Selain bentuk pertanggung jawaban pengurus kepada anggota terhadap pengelolaan Kopdit selama setahun, momen ini dinilai  sebagai sarana efektif untuk melakukan literasi keungan kepada para anggota yang sebagian besar adalah petani/peternak dan usaha kecil.

Lebih dari 100 anggota yang hadir pada saat pra RAT di Wolomeze, sebagian besar adalah perempuan – ibu rumah tangga. Mereka tinggal di wilayah kecamatan Wolomeze, Soa, Bajawa, Bajawa Utara dan Riung. Ini bukan kebetulan, karena sekitar 52 persen dari 8.176 anggota Kopdit Kenisa adalah perempuan.

Menurut Ahmad Lamo, selain pertanggung jawaban pengelolaan koperasi selama setahun, ini juga momen edukasi yang strategis. Melalui proses ini para anggota yang rata-rata petani mendapat mencerahan terkait dengan neraca laba rugi keuangan koperasi, produk yang ditawarkan, suku bunga, serta hak dan kewajiban sebagai anggota.

Dikatakan, sesuai dengan semangat mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, maka literasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga menjadi momen strategis. “Pengelolaan keuangan yang baik perlu diterapkan dalam rumah tangga dengan ibu sebagai pelakunya. Saya rasa hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan juga cocok bagi calon ibu muda yang mengikuti kursus perkawinan, misalnya,” jelasnya.

Sejumlah ibu yang mengikuti  kegiatan RAT ini memberi apresiasi karena kegiatan RAT bisa dilaksanakan pada setiap TP sehingga bisa menjangkau semua anggota yang tentu saja sulit ditampung kalau harus mengikuti momen RAT.

Mama Imelda dari wilayah Soa memberi apresiasi pra RAT dilaksanakan di setiap TP, karena kalau gabung semua belum tentu dirinya bisa ikut. “Penjelasan dalam kegiatan pra RAT membuat kami semakin mengerti cara mengelola keuangan dan tau hak dan kewajiban kami sebagai anggota,” katanya.
 
Para anggota Kopdit Kenisa yang sebagian besar perempuan (ibu) antusias mengikuti kegiatan pra-RAT
Hanya dia minta pengurus dan manajemen tetap menjaga mutu pelayanan kepada anggota. Menolong anggota yang rata-rata petani untuk mengatur ekonomi rumah tangga. Dia juga menyarankan agar pendidikan terus digemakan hingga menyentuh semua anggota sehingga bisa tau manfaat berkoperasi. Sementara mama Emi dari wilayah Kecamatan Bajawa  juga beri apresiasi, karena pra RAT di TP dapat  menyentuh dirinya dengan anggota-anggota di kelompoknya.

Di bagian lain, Ahmad memberi motivasi kepada para ibu untuk bangkit mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, supaya tidak tergantung pada penghasilan suami semata, melalui produk seperti kredit usaha yang sudah ditawarkan, misalnya tawaran kredit mikro.

Dikatakan,  melalui pra RAT di sejumlah TP maka terjadi proses dan dinamika bersama anggota di tingkat paling bawah. Ini menarik sehingga bisa menyerap berbagai kepentingan anggota yang pada momen RAT belum tentu mendapat ruang bicara. Sehingga pra RAT menjadi ruang lain yang dapat mengakomodir kepentingan anggota termasuk untuk edukasi.

Wolomeze adalah satu-satunya TP di Kopdit Kenisa yang berada di Kabupaten Ngada dengan pertumbuhan anggota cukup positif setahun terakhir bila dibanding TP lainnya, yakni: sekitar 18,81 persen dengan jumlah anggota 691 pada tahun  2018, naik menjadi 821 pada tahun 2019.

TP Mauponggo pertumbuhan anggota 9,97 persen dari jumlah anggota 2.117 pada tahun 2018 meningkat  2.328 pada tahun 2019; TP Mbay pertumbuhan anggota 11,12 persen dari jumlah anggota 3272 pada tahun 2018,  menjadi 3.636 pada tahun 2019; sedangkan TP Aewoe  pertumbuhan anggota 12,36 persen dari jumlah anggota 1.238 pada tahun 2018 menjadi  1.391 pada tahun 2019. Total jumlah anggota Kopdit Kenisa 8.176 dengan pertumbuhan anggota 11,73 persen dari jumlah anggota 7.318 pada tahun 2018. Total aset Kopdit Kenisa Rp 44.844.970.513.

Dengan jumlah anggota 821, TP wolomeze kini memiliki aset Rp 3 miliar lebih. “Saya bangga karena TP ini bisa memiliki aset cukup besar dari 821 anggota yang rata-rata petani. Jadi petani punya uang banyak, dan itu menjadi kekuatan kalau kita berhimpung bersama,” kata Ahmad Lamo.(ed)***


Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :