Vigonews

Diduga Produksi Minuman Tradisional Beralkohol Berbahaya, Ini Tindakan Pemda Ngada



BAJAWA - Siaran pers Admas Ngada yang diterima vigonews.com awal Februari  2020 lalu menyebutkan Pemerintah Kabupaten Ngada telah melakukan penertiban terhadap beberapa produsen yang melakukan kegiatan produksi minuman tradisional beralkohol pada dua desa dalam wilayah Kecamatan Aimere yakni di desa Waesae dan Legalapu.

Siaran pers yang disampaikan Kabag Admas Ngada Martinus P. Langa itu menyebutkan Pemerintah Ngada sebagaimana disampaikan Bupati Paulus Soliwoa melalui timnya menemukan kegiatan produksi minuman tersebut secara aspek kesehatan tidak memenuhi syarat dan tidak menggunakan bahan baku yang sesungguhnya, seperi dari aren atau nira. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, sehingga sangat merugikan konsumen yang mengkonsumsi minuman tersebut. “Terhadap hal ini, Pemerintah Kabupaten Ngada segera melakukan tindakan cepat berupa pembinaan dan pengawasan terhadap para produsen sehingga tidak merugikan para konsumen,” kata Paulus Soliwoa.

Dikatakan, tindakan yang dilakukan oleh produsen minuman tradisional beralkohol yang tidak sesuai dengan standar dan aspek kesehatan sangat merugikan masyarakat konsumen. Secara regulasi tindakan ini dapat berdampak pada sanksi hukum. Misalnya soal undang-undang perlindungan konsumen berupa sanksi administratif seperti ganti rugi, sanksi pidana kepada pelaku atau produsen dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda 2 miliard. Dan dari Peraturan Gubernur dan Badan POM, para pelaku atau produsen dapat dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penarikan, penghentian produksi bahkan pencabutan ijin peredaran.

Pemerintah Kabupaten Ngada, kata Paulus Soliwoa memiliki prinsip akan melakukan pendampingan dan pengendalian sepanjang pelaku atau produsen menggunakan sumber bahan baku asli seperti aren dan nira, sementara yang tidak menggunakan bahan baku yang sebenarnya pemerintah perlu secepatnya untuk mengendalikan dan mengawasi untuk kembali ke cara atau produksi yang benar. Hal serius yang perlu disikapi dikarenakan di satu sisi ada produsen yang menjalankan usaha untuk peningkatan ekonominya, tetapi disisi lain ada konsumen yang perlu dilindungi oleh Pemerintah.

Sementara Ketua DPRD Berny Dhey Ngebu pada pertemuan yang juga dihadiri Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Ngada, Peterus Ngabi dan Aloysius Soa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Ngada, minta pemerintah secepatnya melakukan pendampingan kepada para produsen minuman tradisional beralkohol, termasuk menguji sampel minuman yang telah disita untuk diteliti sesuai dengan syarat-syarat kesehatan.

Pengujian sampel tersebut, kata Berny, tidak saja untuk mengukur kadar alkohol dan etanol, tetapi juga aspek-aspek lain yang secara kesehatan memang dapat merugikan konsumen, pintanya. Selain itu, Pemerintah juga segera mendata para produsen by name, by address untuk didampingi sehingga mereka dapat memproduksi miras tradisional sesuai dengan standar yang benar.

Di bagian lain, Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhitama, S.I.K, MH mengatakan, hal penting yang mesti dilakukan saat ini adalah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para produsen sebelum di bawah ke ranah hukum. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penyadaran kepada produsen bahwa tindakan mereka dalam produksi minuman beralkohol yang bukan dari sumber baku aslinya adalah salah. Pihaknya akan segera melakukan penertiban minuman tradisional beralkohol yang tidak menggunakan bahan baku utama dan secara produksi tidak sesuai dengan standar-standard kesehatan.

Pihaknya mengajak peran serta semua stakeholder untuk mensosialisasikan kepada produsen dan konsumen tentang bahaya memproduksi dan mengkonsumsi minum beralkohol yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan.

Sehubungan dengan persoalan alkohol bermasalah tersebut, forum pertemuan tersebut telah menyepakati beberapa hal sebagai rencana tindak lanjut yakni pemerintah akan menutup sementara tempat produksi miras tradisional yang telah dilakukan penertiban dan penyitaan yang berlokasi di Desa Waesae dan Legalapu.

Selain itu, penertiban dan penyitaan pada lokasi lain yang memproduksi minuman tradisional beralkohol yang tidak sesuai standar dan tidak memenuhi aspek kesehatan dan mengeluarkan Surat Edaran kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa berkaitan dengan larangan bagi masyarakat/produsen minuman tradisional berkalkohol untuk tidak memproduksi dan mengedarkan minuman beralkohol tradisional yang tidak dipores secara tradisional sesuai dengan standar yang ada.(ad)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :