Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa Soroti Kekerasan Terhadap Anak Di Konferensi Anak Daerah



Di forum Konferensi Anak Daerah tingkat Kabupaten Ngada, Bupati Ngada Paulus Soliwoa disambut meriah aplaus anak-anak


BAJAWA – Kasus kekerasan terhadap anak, khususnya  kekerasan sesksual terhadap anak mendapat perhatian serius Bupati Ngada Paulus Soliwoa. Dia minta  berbagai pihak turun tangan ikut ambil bagian dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan semakin marak.

Bupati Paulus Soliwoa beberapa keli memberi penekanan terhadap kasus kekerasan sebagai ancaman serius. Dia seperti cemas dengan keadaan ini yang menurutnya akan berdampak pada generasi masa depan Ngada dan bangsa ini. Paulus Soliwoa menegaskan itu ketika membuka Konferensi Anak Daerah (Konferda) tingkat Kabupaten Ngada Kamis (20/02/2020) yang berlangsung dua hari di Rumah Khalwat Bintang Bethlehem, Bejo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Saat membuka kegiatan, dihadapan 70 siswa utusan dari berbagai SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Ngada yang juga dihadiri 35 guru pendamping serta udangan lainnya, Paulus Soliwoa ‘tercengang’ karena tahun 2020 yang baru masuk awal bulan Februari sudah terjadi tiga kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan anak sebagai pelaku kekerasan dua orang.

Tahun 2019, Kata Bupati Soliwoa tercatat ada 20 kasus kekerasan terhadap anak, 15 di antaranya kasus kekerasan seksual, empat kasus penelantaran anak, dan satu kasus bully. Disayangkan, bahwa kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang-orang dekat korban, seperti orang tua sendiri, maupun kakak adik, om, tante dan orang dekat lainnya. Ada juga kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh anak dengan korban anak.

Jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan dari kasus-kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, sosial,  dan lainnya, maka baik pemerintah, masyarakat, para penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan harus merapatkan barisan ‘memerangi’ tindak kekerasan yang banyak melibatkan pelaku orang-orang dekat korban ini.
Forum Konferensi Anak adalah ruang demokrasi bagi anak
Pemda Ngada sendiri, sebagaimana dikemukakan Bupati Soliwoa di hadapan 70 utusan siswa dari berbagai sekolah dan para guru pendamping berjanji akan melakukan interfensi melalui kebijakan anggaran. Sehingga, kata dia, dengan anggaran yang cukup dapat melakukan berbagai kegiatan dan upaya advokasi anak.

Menurut sumber di Dinas PMDP3A  kabupaten Ngada yang membidangi urusan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tahun lalu untuk bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mendapat jatah anggaran sekitar Rp 60 juta, dan tahun ini ada tambahan anggaran menjadi Rp 89 juta lebih.

Diakui Bupati Soliwoa, mengingat keterbatasan anggaran dalam membiayai berbagai pembangunan, maka kebijakan anggaran selalu disesuaikan. “Tetapi kita akan terus beri perhatian pada masalah ini. Karena ini demi masa depan Ngada dan masa depan bangsa. Sehingga interfensi anggaran untuk bidang ini menjadi perhatian supaya bisa lakukan diversifikasi kegiatan anak  sebagai langkah kampanye menolak kekerasan terhadap anak,” kata Soliwoa.

Harus Beda

Tema konferensi: ‘Selamatkan anak, selamatkan masa depan bangsa’  menjadi perhatian Bupati Soliwoa. “Ini tema yang menarik dan aktual. Mari kita mulai selamatkan diri sendiri, untuk masa depan Ngada baru yang lebih besar selamatkan bangsa. Kalau kita tidak siap dari sekarang akan menyesal kemudian,” kata Bupati Soliwoa menghibau anak-anak.
Anak-anak utusan dari berbagai sekolah SMP/SMA/SMK di Kabupaten Ngada bersama Bupati Paulus Soliwoa di Konferensi Anak Daerah
Bupati Soliwoa juga berpesan kepada para guru agar terus berkreasi membantu anak-anak membentuk karakter sesuai nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Pendidikan karakter harus jadi model setiap sekolah yang dilandasi keteladanan. Dia juga mengusulkan perlu ada semacam festival yang khusus melibatkan anak seperti pada konferensi anak daerah.

Pesan Bupati Soliwoa, Konferda Ngada 2020  harus menciptakan suasana beda, suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Suasana persaudaraan yang menumbuhkan kecintaan dan persaudaraan sehingga kalau anak tidak ada dalam momen menyenangkan ini, dia merasa rugi. Suasana ini juga harus tercipta di sekolah yang dikreasikan guru.

Konferda sedapat mungkin menjadi momen yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak dalam menciptakan pengalaman-pengalaman baru bagi anak. Selanjutnya pengalaman-pengalaman tersebut direfkeksikan anak kemudian dari sana anak dapat menimba nilai-nilai dalam membentuk karakter unggul.

Terkait dengan hal-hal tersebut, Bupati  Paulus Soliwoa menaruh harapan agar momen konferensi menjadi wahana bagi anak dalam memahami  hak-hak yang harus dimiliki serta kemampuan berorganisasi. Hak seperti: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi, hak untuk bermain, hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan nama, hak mendapatkan perlindungan.

Konferensi anak, kata Bupati Soliwoa menjadi wahana berekspresi dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya. Anak Ngada harus dapat bertumbuh dan berkembang menjadi tunas bangsa melalui perkembangan perilaku mereka dalam kehidupan bermasyarakat dengan memerhatikan etika, moral dan budaya bangsa.

Konferensi anak juga diharapkan mampu menggerakkan anak sehingga dapat mengadvokasi dirinya serta mampu memecahkan masalah terhadap persoalan yang dihadapi temannya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan sikap empati dan peduli dalam diri anak terhadap sesama teman.
 
Berbagai permainan edukasi menguatkan keceriaan anak-anak pada konferensi anak daerah tingkat Kabupaten Ngada
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Anak Daerah Tingkat Kabupaten Ngada, Mathilde Paulina Laban, S.Sos dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tetang organisasi dan kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi, partisipasi dan pengambilan keputusan.

Dikatakan, konferensi juga mampu mendorong anak dapat merumuskan program kegiatan dan rekomendasi yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak sehingga tercapai pengarusutamaan hak anak. Mendorong anak agar  dapat bertumbuh, berkembang  dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan  etika/moral dan karakter bangsa serta mengembangkan minat dan bakat anak.

Diharapkan ada perubahan sikap dan mental dalam kehidupan bermasyarakat sesuai etika dan karakter bangsa. Dan, terpilihnya duta anak Kabupaten Ngada 2020 yang akan mengikuti konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi dan jika terpilih akan dikirim ke tingkat nasional sebagai Duta Anak NTT.

Dalam  konferensi selama dua hari  anak juga diberi edukasi dalam suasana menyenangkan, antara lain: Sekolah Ramah Anak oleh Kadis Pendidikan Vinsensius Milo, Pendidikan Nilai/Karakter oleh RD. Daniel Aka, dan materi
Tinjauan Psikologi Tumbuh Kembang Anak dan Dampak Kekerasan pada Anak, oleh Lidwina Dhiu.

Diselingi berbagai permainan, 70 anak dari berbagai sekolah itu juga mengikuti sejumlah jenis lomba, seperti: Lomba debat tingkat SMA/SMK, lomba pidato tingkat SMP, lomba cipta dan baca puisi tingkat SMP dan SMA/SMK.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :