Vigonews

Antisipasi Gagal Tanam di Uluwae, Dinas Pertanian Ngada Bantu Pompa Air



BAJAWA  – Petani di  Uluwe Raya,  Kecamatan Bajawa Utara (Batara) Kabupaten Ngada, mulai cemas. Tahun ini sawah mereka terancam gagal tanam karena curah hujan tak menentu. Sementara  air dari saluran irigasi tidak mampu memenuhi kebutuhan sekitar 318 hektar lahan di hamparan Malatawa, belum termasuk hamparan lain.

Informasi yang diperoleh awak media di lokasi, Selasa 04/02/2020), sudah dua pekan terakhir wilayah ini tak turun hujan. Akibatnya lahan yang sudah ditanam mulai kering dan pecah-pecah  karena tidak ada pasokan air. Yang sedang bajak pun terhenti. Dan sebagian lahan di wilayah ini malah belum sempat diolah.

“Sekarang ini sebenarnya sudah masuk jadwal tanam, namun sebagian petani tidak mendapat pasokan air cukup. Ada yang sudah tanam tetapi karena tidak ada pasokan air, lahannya  keringan, ada yang sementara garap dan ada pula yang belum sempat menggarap,” kata Yohanes Ndai, Camat Batara.

Dikatakan Yohanes Ndai, bahwa petani sebenarnya berhadapan dengan kondisi yang disebut gagal tanam. Banyak hamparan sawah yang tidak bisa dikerjakan karena pasokan air terbatas akibat rendahnya curah hujan tahun ini.

Karena itu, dia berharap campur tangan dari banyak pihak agar persoalan ini dapat di atasi, tambahnya yang kala itu dibenarkan oleh aparat desa setempat dan para tokoh masyarakat yang hadir.

Sementara Kepala Desa Uluwae, Fabianus Rue Rani mengatakan, jika hujan musim tanam ini tidak  menentu, maka sebagian lahan di dataran Malatawa tak akan tergarap. Biasanya dataran seluas 318 hektare yang dimiliki 885 petani/penggarap itu tergarap semua pada setiap musim hujan. “Setiap tahun hujan bagus. Baru tahun ini yang curah hujannya sangat menurun,” kata Rue Rani.
 
Bantuan pompa air
Tanggap Darurat

Laporan  jajaran PPL dari BPP Bajawa utara tentang kekeringan di wilayah Uluwae mendapat direspons  Dinas Pertanian Kabupaten Ngada. Sebagai langkah tanggap darurat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai bersama jajarannya, Selasa (04/02/2020) menyerahkan bantuan pompa air sebanyak lima unit.

Kedatangan Kadis Pertanian bersama rombongan disambut gembira para petani. Bahkan sejak pagi para petani sudah menunggu setelah menerima informasi akan ada penyerahan pompa air. Bersama para petani, hadir  Camat Batara Yohanes Ndai, Kepala Desa Uluwae Fabianus Rue Rani, tokoh masyarakat dan kelompok tani. Para petani yang sempat hadir berharap penyerahan pompa air dapat membantu mereka mengangkat air dari sungai terdekat.

Saat turun ke Uluwae menyerahkan pompa air, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai, didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Hubert Jelalu, Danramil 01 Kodim 1625 Ngada Kapten Inf Supriyanto, Pasiter Kodim 1625 Ngada Daniel Sine, sejumlah staf Dinas Pertanian, Kepala BPP Batara Bernadus Keu, para PPL, sejumlah Babinsa,  
 
sebagian lahan yang sudah ditanam tak ada pasokan air
"Kita menyerahkan bantuan lima unit mesin pompa air empat dim untuk membantu menyedot air dari kali terdekat. Ini sebagai upaya darurat untuk menyelamatkan petani yang telah menanam dan siap tanam," Kata Paskalis Wale Bai.

Dia berharap, pompa air yang dirop ini bisa membantu petani yang sudah menanam dan siap tanam sekitar 80 hektar. Namun tetap berharap bahwa masih akan turun hujan ke depan, sehingga lahan sawah petani bisa tergarap semua.

Kondisi alam yang tak menentu seperti ini, kata  Paskalis memang menjadi kesulitan bagai para petani sawah yang sebagian besar sawahnya  tadah hujan. Karena kata dia, irigasi yang ada tidak cukup memasok air ke hamparan 318 hekatare jika mau digarap sekaligus seperti terjadi setiap tahun.

Bantuan pompa pun sifatnya tanggap darurat untuk petani yang sudah menanam dan akan tanam. Tetapi banyak juga yang belum sempat olah karena pasokan air terbatas, sementara curah hujan tidak maksimal.

Di bantu jajaran TNI yang dipimpin Danramil 01 Kodim 1625 Ngada Kapten Inf Supriyanto, para petani langsung mengoperasikan pompa air untuk menyedot air dari sungai berjarak sekitar 50 meter. Air dari pompa yang sudah dioperasi itu langsung diarahkan ke irigasi untuk mengairi sawah-sawah petani yang sudah ditanam maupun yang akan ditanam.

Di bagian lain Kadis Paskalis juga menyinggung kemungkinan tahun ini dibangun irigasi perpompaan perpipaan yang dananya diambil dari APBN. Dana ini digunakan untuk pembangunan gedung, perpompaan dan irigasi. Ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan debit air pada saluran yang ada sembari berharap adanya curah hujan yang stabil.
 
Lahan sawah yang sudah dibajak, kini kering.
Sementara, Laurensius  salah seorang petani menyampaikan terima kasih atas respons cepat pihak pemerintah dalam mengatasi masalah para petani di wilayahnya. Dia juga memberi apresiasi kepada para PPL dan BPP yang selalu memberi perhatian setiap perkembangan petani.  Dengan bantuan itu, lahan yang sudah tanam dan akan tanam bisa mendapat pasokan air. “Saya berharap bantuan ini bisa mengatasi masalah kekeringan, sehingga tahun ini bisa panen,” kata Laurensius yang punya lahan 25 are itu.

Kepala BPP Bajawa Utara Bernadus Keu mengatakan, pemilik sawah di wilayah Uluwae Raya ini bukan hanya penduduk setempat, tetapi juga dari desa lain dan kecamatan lain. Dari desa Uluwae ada 855 petani/penggarap untuk menghidupi 1.073 jiwa atau sekitar 254 KK. Ada 9 kelompok tani yang meliputi: Kajumbawa, Malatawa, Nunuwala, Papa Pado, Maambawa, Lia Wei, Malawatu Langa, Rewu No dan Molokole. Petani/pemilik lahan dari Desa Inegena 82 orang, watukapu 19 orang, dan dari Kecamatan Bajawa yang meliputi Ngoranale, Susu dan desa-desa lainnya, 154 orang.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :