Vigonews

Nao Remon dari YPF: Reboisasi Berbasis Pakan Ternak Atasi Kebakaran Hutan




Dr. Nao Remon dari Yayasan Puge Figo

BAJAWA - Yayasan Puge Figo (YPF) di Kurubhoko, Kecamatan Wolomeze merespons sangat positif terhadap program Dinas Peternakan dalam gerakan penanam pakan ternak.

Demikian dikemukakan Pembina YPF Nao Remon ketika yayasannya bersinergis dengan Dinas Peternakan dan melibatkan siswa sekolah menggelar penanaman pakan ternak di lahan percontohan di Kurubhoko. Nao Remon sendiri ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (24/01/2020) di Kurubhoko itu.

Berita Terkait:
Kadis Peternakan Ngada Resmikan Gerakan Tanam Pakan Ternak Jenis Taramba

20 Siswa di Kurubhoko Ikut Tanam Pakan Ternak dalam Program Ekoliterasi

Bagi YPF, gerakan ini diharapkan dapat mengatasi salah satu dari sejumlah masalah kebakaran hutan di musim kemarau (kering) karena alasannyang sangat klasik, yakni membakar hutan untuk mendapat rumput baru bagi ternak. Alasan ini dianggap menjadi biang terjadinya kebakaran.

Karena itu, ketika Dinas Peternakan melakukan gerakan ini sebenarnya sejalan dengan program dalam bidang reboisasi. Alasan bakar hutan di atas mengancam program reboisasi YPF selama ini. Maka itu YPF kemudian memprogramkan reboisasi berbasis pakan ternak mulai tahun 2020, dengan asumsi, jika pemilik ternak sudah memiliki lahan pakan maka bisa mengatasi salah satu dari sejumlah alasan orang membakar hutan.
 
Nao Remon dari YPF (kiri) ketika diskusi masalah ekologi dan pola berternak secara tradisional dengan Kadis Peternakan Ngada Nensi Killa (Kedua dari kanan) di sela-sela aksi penanaman pakan ternak jenis taramba di Kurubhoko, Jumat (24/01/2020)
Kegiatan tanam pakan ternak jenis taramba yang juga melibatkan siswa, kata Nao Remon, bertujuan salah satunya adalah memberi edukasi kepada generasi baru tentang pentingnya mulai mengubah  pola peternakan tradisional; dimana hewan dilepas di padang rumput dan ketika pada musim kemarau rumput menjadi kering maka cara satu-satunya untuk mendapatkan pakan adalah dengan membakar padang rumput. Dampak dari kebiasaan itu sangat buruk karena setiap tahun di wilayah ini puluhan hektar lahan/hutan terbakar demi kepentingan mendapat rumput baru untuk ternak. Hutan semakin gundul.

Selain itu kata Nao Remon, lahan ternak semakin sempit akibat perkembangan demografi, semua beralih menjadi lahan pertanian dan dibagi dari generasi ke generasi. Dengan demikian pola peternakan tradisional dengan melepas hewan berkeliaran bebas tidak cocok lagi.

Nao Remon juga mensinyalir,  lahan ternak semakin sempit juga akibat perkembagan sejenis rumput bersifat invasif yaitu "sensus" (nama botaniknya Chromelaena odorata) yang meraja lela dan menguasi jenis tumbuhan lain yang mengakibatkan rumput ternak semakin berkurang dari tahun ke tahun dan bakal hilang total dalam waktu 4-5 tahun ke depan. Fenomena tersebut kata doktor antropologi itu, menjadi perhatian YPF beberapa tahun terakhir. 

Dengan melibatkan anak-anak (siswa) dan masyarakat sebenarnya sebagai salah satu upaya membangun kesadaran guna  mengantisipasi kekurangan pakan ternak melalui kegiatan reboisasi berbasis pakan ternak. "Bukan hanya untuk pakannya tetapi untuk manfaat ekologisnya. Itu sebabnya pihak YPF mengajak semua pihak untuk tanam pohon-pohon dari suku Fabaceae (seperti lamtoro, kaliandra, turi) yang pada umumnya pempunyai nilai plus untuk ekosistem setempat dan rehabilitasi lahan," jelas Nao Remon.

Keunggulan jenis pohon suku fabaceae tambah Nao Remon, adalah mengikat unsur N kedalam tanah, melalui daun dan akar, sehingga menambah kesuburan pada lahan dan juga dapat menahan erosi, dan mendukung peresapan air hujan ke dalam tanah.
 
Para siswa ditumbuhkan kesadaran dalam berekologi dengan mengajak turut serta dalam aksi peduli lingkungan
"Kita berada di dalam sebuah masa transisi di mana generasi baru perlu menyadari tentang krisis lingkungkan (pemanasan global) yang secara lokal maupun global menuntut kita berperan aktif dalam membawa perubahan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan," papar Nao Remon. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :