Vigonews

Kepsek Herdin Ndiwa: ‘Perubahan Harus Disertai Sikap Mencintai Proses’



BAJAWA - Civitas SMAK Regina Pacis Bajawa merayakan Natal dan Tahun Baru bersama pada (Selasa, 7/1/2020). Perayaan ini mengusung tema; “Melayani Dengan Hati Yang Tulus”. Tepat Pukul 08.00 Wita perayaan ekaristi di mulai dan dirayakan di Gereja MBC Bajawa. Perayaan ekaristi dipimpin RD. Silverius Betu, Pr dan dimeriahkan oleh kelompok koor Recis. Dalam perayaan ini, selain diikuti oleh para guru-pegawai dan semua siswa, tapi juga turut hadir para alumunus angkatan 36 dan 37.

Dalam kotbahnya, RD Silverius yang juga Ketua Yasukda Ngada menegaskan tiga  hal penting. Pertama, Natal adalah peristiwa Allah jatuh cinta pada manusia. Hal ini terlihat jelas pada saat Yesus membuat mujizat memberbanyak roti dan memberikan makan kepada lima ribu orang. Karenannya, memberi makan kepada lima ribu orang adalah realitas cinta nyata Tuhan Yesus pada manusia. Hati yang terarah oleh rasa belas kasih. Bahwa orang yang miskin dan membutuhkan haruslah diprioritaskan pada tempat yang paling pertama.

“Cinta Allah pada manusia tak pernah berkesudahan. Hal ini terbukti dengan mengutus Putera-Nya ke dunia. Dan ini mau menegaskan bahwa cinta Tuhan selalu dipenuhi oleh kasih dan selalau terarah pada sesama yang lemah dan sangat membutuhkan bantuan,” katannya.

Kedua, melayani dengan kasih dalam kebersamaan. Sesuai firman Allah yang adalah kasih, maka hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain dengan tulus. Guru harus saling mencintai, murid harus saling mencintai, begitupun guru dan murid harus saling mencintai. Sebuah lembaga pendidikan akan semakin kuat, jika pelayanan selalu berlandaskan kasih. Dan kerja dari hal kecil sekalipun haruslah dalam kebersamaan. Tiada kesuksesan tanpa kebersamaan dan kasih. Hal ini jelas termaktup dalam Injil Markus 6:34-44 yang memberi penegasan bahwa pelayanan haruslah butuh kasih sesama yang lain. Dan pelayanan itu haruslah berlandaskan kasih yang tulus.

“Pelayanan yang diemangati kasih dan kebersamaan adalah kekuatan yang paling dahsyat dalam kehidupan bersama. Apalagi lembaga pendidikan, kasih dan semangat saling percaya, saling menolong dalam kebersaamaan adalah di atas segalahnya,” tegasnya.
 
Ketua Yasukda Rm. Silverius Betu hadir pada ramah tama natal bersama keluarga besar SMAK Regina Pacis
Ketiga, melayani yang selalu melibatkan Tuhan. Bahwa setiap mimpi, usaha dan perjuangan kita haruslah melibatkan Tuhan. Sebab tanpa Tuhan setiap usaha kita adalah kesia-siaan. Untuk itu semua Civitas SMAK Recis haruslah meletakan Tuhan paling utama dalam setiap usaha dan perjuangan kalian. Ini penting agar Recis menjadi garam dan terang dunia bagi semua orang.

“Sebagai lembaga Pendidikan Katolik, sudah selayakanya menempatkan Tuhan di atas segalanya, agar setiap usaha dan proses pendidikan dalam lembaga ini dapat terwujud dan selalu dalam tuntunan Tuhan itu sendiri” Tegas RD. Sil.

Natal & Perubahan

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMAK Recis, Hendrianto Emanuel Ndiwa, dalam sambutanya menegaskan satu hal penting yang paling urgen untuk dihidupi dan dirawati oleh semua Civitas Recis Bajawa yakni tentang perubahan. Menurutnya, makna perayaan Natal dan Tahun baru bersama ini identik dengan pembaharuan diri. Dan pembaharuan diri sangat berkaitan dengan perubahan itu sendiri.

Dan perubahan itu sangat berkaitan erat dengan dua hal. Pertama perubahan sementara. Yang sementara ini berkaitan dengan perasaan dan emosi. Tak heran jika dalam hidup kita menjumpai orang-orang yang berdisplin hanya pada saat dia memiliki rasa senang, namun akan tidak berdisplin jika dia tidak meiliki rasa suka lagi. Ini akan menjadi tantangan dan bahkan kemunduran jika dihidupi dalam sebuah lembaga pendidikan.

“Ya, jikalau orang berubah hanya karena terbawa perasaan maka perubahan itu hanyalah sesaat, dan akan berbahaya jika dihidupi dalam lembaga pendidikan. Terutama dalam lembaga Recis. Ini tidak boleh ada,” katanya.
 
Perayaan misa Nata bersama keluarga besar SMAK Regina Pacis
Kedua, dikatakan Kepsek Hendriyanto, perubahan itu permanen. Perubahan permanen menurut Herdin adalah berkaitan dengan perubahan maind set, pola pikir atau kerangka pikir yang selalu maju ke depan. Untuk itu, agar Recis makin berkualitas dalam semua aspek, maka guru dan murid segera berubah. Harus berubah saat ini mulai dari cara pikir dan cara bertindak. Cara pikir harus berani bermimpi dan mimpi itu harus diikuti oleh usaha dan perjuangan. Sedangkan cara bertindak yakni bekerja lebih cepat, bekerja lebih keras, bekerja lebih cerdas, bekerja lebih efisien dan bekerja lebih disiplin.

“Saya amat yakin kita semua ingin berubah dan ingin Recis lebih baik, untuk itu segera berubah. Untuk berubah harus cintai proses. Dalam proses kita harus mengalami air mata, darah, luka dan keringat. Yang tidak mau berproses, maka akan jadi sampah dan yang mau berubah akan jadi emas” tandasnya.

Diakhir sambutanya, Kepsek Recis mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah memberi dukungan untuk lembaga Recis. Entah langsung maupun tidak langsung. Recis adalah lembaga umat yang selalu  berusaha untuk populis dalam pelayanan dan elitis dalam mutu. Untuk Recis masih dan terus membutuhkan dukungan dari semua pihak. Hanya dengan melayani dengan kasih, maka kita akan memperoleh hidup yang meredeka dan terberkati,” katanya. (bz)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :