Vigonews

Kata Mereka Tentang Inovasi Biodegester



BAJAWA - Setelah pemerintah Kabupaten Ngada bersama Suluh Lingkungan (SL) Konsultan melaunching Pupuk Organik Cair (POC) dengan Brand 3G – Go Organik, Go Clean & Go Green – hingga akhir tahun 2019 lalu sudah dibangun 20 unit biodegester di berbagai titik. Unit-unit biodegester ini bisa menjadi rumah produksi dalam menghasilkan POC 3G untuk kebutuhan petani dalam pertanian organik secara mandiri di Kabupaten Ngada.

Tentang penggunaan POC 3G dalam pertanian, pada kegiatan launching POC 3G akhir tahun lalu, hadir berbagai elemen termasuk  mereka-mereka yang sudah memiliki instalasi pengolahan pupuk organik berbasis kotoran ternak secara mandiri. Mereka memberi testimoni  setelah melakukan aplikasi POC 3G dalam kegiatan pertanian.

Baca juga:
Inovasi Biodegester Antarkan Petani Ngada Mandiri Pupuk Organik


Romo Sil Edo, dari Seminari Mataloko menyampaikan apresiasi karena diperkenalkan dengan inovasi  biodegester  dalam memproduksi pupuk organik. Saat ini kebutuhan pangan (sayuran) di sekolah para calon imam itu tak perlu khawatirkan  akan ketersediaan pupuk, karena sudah tersedia secara mandiri melalui inovasi ini. Pengembangan lahan hortikultura dapat diperluas sehingga memenuhi kebutuhan pangan bagi anak asrama seminari yang berjumlah sekitar 600 orang. Dan yang penting, pangan yang dihasilkan memenuhi standar kesehatand an bersih.
 
Biodegester untuk produksi pupuk organik
Pater Simon Suban Tukan dari JPIC Keuskupan Ruteng  mengatakan perkenalan inovasi melalui tim SL Konsultan telah membantu pihaknya mengatasi kotoran ternak yang sebelumnya dianggap membawa masalah serius bagi kesehatan.  Biodegester yang juga menghasilkan gas, kata Pater Suban Tukan dapat menghemat pengeluaran belanja minyak tanah untuk kompor yang mencapai Rp 200 ribu. Pihaknya juga sudah menggunakan pompa Barsa yang ramah lingkungan untuk menyedot  air pada musim kemarau.

Sementara Viany Wonga, inovasi biodegester telah membantu dirinya dalam penyediaan pupuk organik dalam jumlah yang besar. Sebelumnya untuk lahan di sekitar rumah dan lahan sawah serta kebun miliknya membutuhkan pupuk bokasih berton-ton. Karena itu dirinya membutuhkan waktu sebelum dan sesudah kantor guna mengolah pupuk bokasih.  Namun dengan teknologi ini jauh lebih murah dan mudah dalam pemenuhan pupuk bokasih. Menurut Viany, dirinya sudah beralih pada pertanian organik dengan mengaplikasi POC 3G, untuk tanaman sayuran, tomat, buah naga, singkong dan tanaman lain. Tanah yang tandus jadi subur.

Direktur LSM BR. Farm di Mengeruda Soa Hendry Roga lebih awal menggunakan inovasi Biodegester yang diperkenalkan SL. Konsultan. Komunitas anak muda dalam kelompok Hendry kini giat mengembangkan pertanian organik di kawasan wisata Mengeruda. Dia bahkan juga menggunakan teknologi pomba Barsa secara swadaya untuk menaikan air ke lahan miliknya dari sungai ‘Wae Wutu’.

Inovasi biodigester yang menghasilkan POC 3G ini sudah diaplikasi Hendry dengan kawan-kawannya pada lahan untuk tanaman bawang merah, wortel dan berbagai sayuran. Hasilnya menggiurkan, karena ternyata POC 3G sesuai dengan uji lab sudah ada kandungan NPK. Kini POC 3G digunakan untuk kalangan sendiri. Saat ini banyak petani yang sudah mulai beralih dari pupuk lain ke POC 3G untuk lahan pertanian, setelah melihat lahannya yang berhasil memanen maksimal.
 
Pengunaan pompa barsa oleh BR Farm secara swadaya
Setelah enam bulan, Biodegester di BR Farm Mengeruda sudah menghasilkan 9000 liter pupuk organik cair. Kini untuk memudahkan distribusi kepada konsumen (para petani) BR Fram sebagai rumah produksi  membuat kemasan dengan ukuran 1 liter dengan brand PCO 3G. Tersedianya pupuk organik dengan harga yang murah dan terjangkau memberi keuntungan dimana akan mengembalikan kesuburan tanah, keuntungan penyediaan pupuk mudah, gas yang dapat digunakan untuk memasak, lampu penerang dan keuntungan ekonomi dari ternak peliharaan.

POC 3G yang akhir tahun lalu dilaunching di Bajawa, guna mendukung program ‘Ngada Go Organik’ sekaligus sebagai cara murah dan mudah bagi petani dalam mengelola lahan pertanian mereka dengan konsep ramah lingkungan. Dalam hal ramah lingkungan sudah tentu menghasilkan pangan yang sehat dari pengunaan pupuk organik.

Hingga akhir tahun 2019 lalu dengan dilaunching POC 3G, sudah dibangun 20 unit biodegester sebagai upaya dalam percepatan penyediaan pangan yang sehat dari pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan. Bersama inovasi biodegester di BR Farm yang kini menjadi rumah produksi POC 3G, maka akan muncul rumah-rumah produksi baru pupuk organik dengan brand POC 3G. (ed)***


Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :