Vigonews

Inovasi Biodegester Antarkan Petani Ngada Mandiri Pupuk Organik



BAJAWA - Tahun 2021 mendatang, Petani Ngada ditargetkan mandiri pupuk organik. Ini sekaligus menyukseskan gerakan  Ngada ‘Go Organik’ yang sudah dicanangkan sejak tahun 2018 lalu.

Target itu dinilai tidak muluk-muluk, karena di penghujung tahun 2019 lalu (30/12/2019) lalu Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan Launching Pupuk Organik Cair (POC) dengan brand 3G, yang diproduksi di rumah Produksi BR Farm, Mengeruda. Launching  POC 3G ini setelah dilakukan uji lab berhubungan dengan kandungan pupuk yang dihasilkan melalui inovasi Biodegester,  sehingga sudahdapat digunakan untuk kalangan sendiri (petani).

Guna mewujudkan mandiri pupuk organik, Pemda Ngada melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ngada sejak tahun 2018, bekerja sama dengan CV. Suluh Lingkungan (SL) Konsultan melakukan berbagai terobosan melalui teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi biodegester itu.

Inovasi lain adalah penggunaan pompa Barsha guna mendukung program ‘Go Green’ – menghijaukan kawasan pertanian yang lebih tinggi dari sumber air dengan teknologi pompa ramah lingkungan. Terobosan ini sudah berhasil diaplikasi oleh SL Konsultan kepada petani di Sumba dan mendapat respons dari Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Aplikasi penggunaan pompa Barsha di Mengeruda, merupakan yang pertama di Kabupaten Ngada.

Selain itu ada program ‘Go Clean’ salah satu dari tiga program  ini, guna mewujudkan Ngada sebagai kabupaten organik 2021 dalam menyediakan tanaman pangan yang bersih dan sehat. Bahwa perilaku sehat/bersih dalam mengolah lahan pertanian akan berpengaruh sehat/bersih tidaknya menu di meja makan setiap keluarga. Karena itu, bersih/sehat juga menjadi tujuan yang harus dicapai dalam program ‘Ngada Go Organik’ tahun 2021.

Dalam waktu setahun (2019), inovasi biodegester sudah terpasang sebanyak 20 unit di berbagai tempat di kabupaten Ngada. Dari puluhan unit instalasi pupuk organik berbasis kotoran ternak tersebut petani sudah dapat memanfaatkannya dalam pertanian mereka, khususnya tanaman hortikultura. Uni coba penggunaan pupuk ini sudah dilakukan oleh LSM BR Farm untuk tanaman bawang merah dan wortel. Uji coba di Mengeruda itu ternyata penggunaan POC 3G mampu meningkatkan hasil panen petani di Desa Mengeruda, Kecamatan Soa.
 
Bupati Ngada Paulus Soliwoa meresmikan penggunaan pupuk organik (POC 3G) di Bajawa, akhir tahun lali
Peluncuran

Peluncuran POC 3G ini dilakukan oleh Bupati Paulus Soliwoa, disaksikan Ketua DPRD Ngada Berny Dhey Ngebu, Ketua Komisi II DPRD Ngada Syrilus Pati Wuli,  Kadis Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai, dan Konsultan dari CV. Suluh Lingkungan Konsultan Adrianus Lagur.

Ini sebagai satu langkah maju dalam mewujudkan program Ngada ‘Go Grganik’ khususnya dalam kaitan dengan penyediaan pupuk organik secara mandiri  dan murah bagi petani. Peluncuran POC 3G juga merupakan bagian dari mata rantai perjuangan kabupaten ini agar dapat menyediakan produk pangan organik yang sehat tanpa terkontaminasi  pupuk dan pestisida kimia  yang membahayakan kesehatan manusia.

Guna menuju pertanian yang organik, ramah lingkungan dan sehat, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ngada terus melakukan terobosan inovasi. dengan menggandeng CV. Suluh Lingkungan (SL) Konsultan – konsultan ahli - guna mewujudkan langkah-langkah stategis dalam menjawabi kebutuhan pangan bagi masyarakat Ngada yang sehat/bersih (Go Clean), mewujudkan Ngada yang hijau (Go Green) dan mewujudkan Ngada yang organik (Go Organik) – dengan pola pertanian ramah lingkungan.

Peluncuran POC 3G itu juga dirangkaikan dengan kegiatan work shop prinsip-prinsip pertanian organik dan konservasi sumber daya alam dengan tema: “Selamatkan Bumi dan Generasi Masa Depan Melalui Mandiri Pupuk Organik POC 3G,” yang menghadirkan narasumber Adrianus Lagur dari  SL Konsultan dan Paskalis Wale Bai, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada.

Hadir pada saat itu Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Ketua DPRD Berny Dhey Ngebu, Ketua Komisi II DPRD Ngada  Syirilus Pati Wuli, para pimpinan SKPD, PPL, kelompok tani, para pastor, kepala desa, unsur pers, LSM dan berbagai elemen lainnya.
 
Managing Director Sulus Lingkungan Consultant ketika bicara dalam seminar "selamatkan bumi dan generasi masa depan melalui mandiri pupuk organik .
Biodegester

Direktur  SL. Konsultan Adrian Lagur, di sela-sela kegiatan seminar akhir tahun lalu di Bajawa menjelaskan, biodegester merupakan salah satu inovasi pengelolaan pupuk organik mandiri yang memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Pupuk yang dihasilkan dalam bentuk cair dengan memanfaatkan bakteri  anaerob atau bakteri kedap udara. Selain pupuk yang dihasilkan juga ada manfaat lain, seperti:  gas untuk rumah tangga. Lebih dari itu ada konsep clean atau bersih, clean air.

Untuk diketahui bahwa, saat ini dikabupaten Ngada sudah ada 20 unit biodegester  dengan kapasitas paling kecil 4 meter kubik. Jumlah itu tersebar di Bajawa, Golewa dan Soa, seperti Pastoran Wolowio, Rumah Produksi BR Farm, Pastoran Kurubhoko, Seminari Mataloko, SMPK Kartini Mataloko dan sejumlah tempat lainnya.

Di penghujung tahun 2019 lalu, tim teknis SL Konsultan yang memberi edukasi pembuatan biodegester  menyebutkan,  permintaan terus bertambah untuk unit pengelola pupuk organik berbasis kotoran ternak ini. Bahkan, orderan untuk  edukasi teknis biodegester di akhir tahun 2019 ada yang terpaksa ditunda pada tahun 2020.

Salah seorang peminat Biodegester di Loa, Leo Agu berharap agar dapat dibangun biodegester  secepatnya  di rumahnya, seperti di beberapa tempat lain. Namun karena harus ngantri, terpaksa ditunda ke tahun 2020, padahal Leo sudah siap bahan untuk pengerjakan sebagaimana diedukasi, tinggal tunggu petunjuk teknis.

Untuk diketahui, Leo kelihatan bersemangat agar cepat menggali instalasi biodegester akhir tahun lalu (2019) hanya karena dengar dari cerita orang, namun setelah dicermati ternyata  tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Hanya, dia tidak patah semangat dan dia mengatakan akan menunggu tahun 2020, setelah mendapat informasi bahwa tim teknis belum bisa melayani.

Informasi yang didengarnya dari mulut ke mulut, bahwa intalasi biodegester  untuk produksi pupuk organik memiliki banyak manfaat, seperti manfaat gas untuk kompor dapur guna aktivitas memasak, untuk lampu, pupuk organik cair, dan manfaat ekonomi dari ternak peliharaan. Kebetulan dirinya saat ini sudah punya lima ekor ternak pelihara di belakang rumah.
 
Kegiatan Launching POC 3G dalam sebuah seminar di Bajawa
Kerinduannya membangun instalasi pupuk organik cair biodegester ini selain karena multi keuntungan, tetapi juga komplin dari tetangga yang disebabkan bau kotoran ternaknya sudah sangat menggangu tetangga.

Sementara Kepala Seksi PPHP Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Hermenegildus Ruba mengatakan, bau kotoran ini  berbahaya bagi kesehatan. Tetapi jika gas kotoran heran dikelola malah memberi keuntungan bagi kesehatan manusia, sehingga memenuhi unsur clean-nya. Lingkungan menjadi bersih dan tidak terkena polusi udara (bau).

Leo juga menambahkan, dirinya mau lebih cepat karena selama ini dia harus merogoh kocek antara Rp 700 ribu – Rp 1 juta setiap bulan untuk beli gas LPG untuk bahan bakar memasak di dapur. Dia berharap dengan biodegester nanti istrinya tidak akan ngomel lagi soal gas. Yang penting ternak di belakang rumah terus diberi makan, maka akan tersedia cukup gas untuk kompor di dapurnya dan terus bisa memasak tanpa ragu kehabisan.
Saat ini di Kabupaten Ngada sudah dibangun  20 unit instalasi biodegester. Meski baru 20 unit,  sudah bisa menghasilkan ribuan liter POC organik untuk lahan pertanian. Dikatakan Hermenegil  Ruba, jika setiap unit berukuran 4 mt kubik saja diperkirakan menghasilkan 4.000 liter pertahun, maka 20 unit sudah bisa menghasilkan 80.000 liter setiap tahun.

Kita berharap setiap desa minimal satu unit biodegester untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani secara mandiri. Dia optimis tahun ini permintaan pembangunan instalasi biodegester akan terus meningkat. “Akhir tahun lalu kita sempat kewalahan sehingga ada yang harus ditunda pembangunan pada tahun 2020 ini. Ini tanda-tanda baik, dan pada tahun ini akan mengalami peningkatan. Dengan demikian maka harapan kita tersedia pupuk bagi petani secara mandiri sudah bisa dicapai,” jelasnya. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :