Vigonews

Ini Kisah 4 Anggota DPRD Ngada Tarik Mobil Kadisnak Terjebak Lumpur


BAJAWA - Hendak kunjungan kerja di Kecamatan Riung Barat, empat anggota DPRD Ngada ini malah ‘tersandra’ di Kurubhoko, Kecamatan Wolomeze. 

Empat anggota dewan itu harus turun dari mobil dan rela masuk lumpur untuk mengeluarkan mobil Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada yang terjebak lumpur depan Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan)  Wolomeze, Jumat (24/01/2020.

Sebelumnya - sekitar pkl. 10.30 wita, mobil plat merah dengan nomor polisi DH 8243 AW yang membawa Kadisnal Nensi Killa hendak bergegas meninggalkan halaman Poskeswan. Namun baru beranjak beberapa meter, mobil sudah terjebak sehingga tak mampu keluar dari lumpur yang mencengkram ban.

Ketika empat anggota dewan masing-masing Hery Mane (Partai Demokrat), Syrilus Pati Wuli dan Kasimirus Pili (Perindo) dan Matias Rema (PAN) sedang melintas ruas jalan provinsi Soa - Riung di Kurubhoko, perjalanan keempatnya  terhenti karena melihat Kadis Peternakan Nensi Killa sedang berusaha keluar dari jalan berlumpur, setelah turun dari mobil dinasnya yang terjebak lumpur sejauh 200 meter.

Saat itu Kadisnak Nensi Killa sebenarnya segera balik kantor karena harus menerima tamu dari sebuah LSM. Namun terpaksa tertunda dua jam lebih karena mobil dinasnya masuk lumpur.
 
Mboli Kadis Peternakan kabupaten Ngada, Nensi Killa terjebak lumpur sesaat akan meninggalkan Poskeswan Wolomeze di Kurubhoko, Jumat (24/01/2020)
Empat anggota dewan pun mencari akal agar dapat mengeluarkan kendaraan dinas itu dengan cepat. Warga desa sudah banyak yang turun ke sawah.  Sehingga tidak ada bala bantuan, kecuali beberapa pegawai disnak dan wartawan. 

Mobil itu juga tidak bisa ditarik, termasuk ketika mobil bantuan salah seorang anggota dewan yang hendak masuk TKP untuk menarik juga urung karena nyaris ikut  terjebak lumpur ketika berupaya masuk areal 200 meter ke poskeswan. 

Akhirnya Sil Pati berinisiatif agar ditarik dengan tenaga manusia saja. Dia kemudian minta untuk beli tali di toko terdekat,  namun  dia bersama tiga anggota dewan lainnya harus ikut menarik karena kurang tenaga.

Setelah tali direntang, semuanya menarik sambil mengitung: satu, dua, tiga. Mobil tampak hanya bergerak di tempat. Kedua kalinya, beberapa megguncangkan mobil dan sebagian menarik, dalam hitungan dua kali tiga, mobil Hilux itu pun keluar dari cengkraman lumpur tanah liat. "Untung ada empat anggota dewan, mobil Ibu Kadisnak dengan mudah keluar dari jebakan lumpur," nyeletuk Yos salah seorang warga.

Setelah mobil berhasil dikeluarkan empat anggota dewan ini sepakat agar memprioritaskan pembangunan jalan menuju Poskeswan Wolomeze sepanjang 200 meter itu. "Ini harus diprioritas karena jalan menuju tempat layanan kesehatan hewan. Saya minta usulkan jalan ini dalam Musrembang bulan Maret ini," kata Ketua Komisi II  DPRD Ngada Sil Pati Wuli kepada Kepala Resort Peternakan Wolomeze.
 
Empat anggota dewan harus berjibaku mengeluarkan mobil Kadis Peternakan Kabupaten Ngada, Nensi Killa keluar dari jebakan lumpur, Jumat (24/01/2020)
Anggota dewan lainnya Hery Mane, Matias Rema dan Kasimirus Pili pun berkomitmen untuk memperjuangkan jalan ke obyek penting itu. "Ini jalan ke Poskeswan, penting untuk jadi perhatian. Di sini tempat layanan kesehatan hewan yang tentu berhubungan dengan kebaikan hidup manusia. Juga tempat contoh untuk penanaman pakan ternak," tambah Matias Rema.

Untuk diketahui, Kadisnak paginya tiba ti Poskeswan Wolomeze di Kurubhoko untuk melaunching penanaman pakan ternak yang diprakarsai Resort Peternakan Wolomeze bekerja sama dengan Yayasan Puge Figo dan diikuti lebih dari 100 siswa SD dan SMP.

Pada kesempatan itu Kadisnak Nensi Killa didampingi Kepala Resort Peternakan Kecamatan Wolomeze Rafael Sai, Ketua Yayasan Puge Figo Emanuel Djomba, Pembina Yayasan Puge Figo Nao Remon,  sempat ber-Ekoliterasi dengan lebih dari 100 siswa dari SMP Satap Kurubhoko, SDK Tanawolo dan SDI Kurubhoko.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :