Vigonews

Merawat Kebhinekaan, Dina Hermanadi: 'Sebarkan Harapan Indonesi Maju Melalui Medsos'



BAJAWA - Bijak menggunakan media sosial, sebagaimana dikemukakan Anggota DPR RI Andreas Hugo Parera sebenarnya bagaimana kita harus berpikir cermat sebelum jari menekan tombol-tombol hand phone. "Atau dalam satu frase saya mau katakan 'bersikaplah kritis' dalam menggunakan media sosial."

Hal itu disampaikan Hugo Parera menjawab pertanyaan dalam Forum Dialog Publik dengan tema: Merawat Kebhinekaan melalui Literasi Media Sosial yang digelar, Sabtu (06/12) di Aula SMAN 1 Bajawa yang dipandu Gerardus Reo.

Pada forum yang dihadiri para pegiat literasi, para guru dan siswa, mahasiswa, pemuda, unsur organisasi dan komunitas serta para tokoh di Bajawa itu, Hugo menegaskan, "hanya karena jari kita lebih capat mengirim informasi melalui media sosial secara tak bertanggung jawab, maka bisa menimbulkan gesekan dan permusuhan yang mengamcam lunturnya keharmonisan kehidupan bangsa."

Dia mencontohkan kasus kerusuhan Papua yang lalu, sebenarnya diawali insiden inter personal yang terjadi di Surabaya. Terjadinya kasus di Papua, kata dia, sebagian besar karena sentimen melalui media sosial yang disebabkan oleh informasi hoax - yang tidak diketahui kebenarannya.

Dalam rangka merawat kebhinekaan Indonesia, kata Hugo, salah satu upaya adalah Literasi melalui media sosial sehingga para pengguna medsos yang jumlahnya jutaan itu bijak dalam menyikapi semua informasi melalui media sosial.

Informasi yang banyak masuk melalui media sosial perlu dicermati dan disharing dulu. Perlu waktu untuk cermati, agar informasi yang dikirim dapat  dipertanggung jawabkan kebenarannya sehingga tidak  merusak keharmonisan kehidupan berbangsa. "Karena sering terjadi, orang langsung mengirim tanpa membaca lagi informasi tersebut," paparnya.
 
Dina  Hedityareni Hermanadi berbica dalam forum Dialog Publik di Bajawa
Apa yang Dicari?

Dialog Publik juga menghadirkan  narasumber yang  juga Asisten Juru bicara Presiden/Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan  Informasi, Dina Hedityareni Hermanadi, dari Kantor Staf Kepresidenan RI.

Dalam dialog publik itu, Dina begitu dia biasa disapa, kepada peserta menohok dengan pertanyaan, apa yang dicari orang di media sosial?  "Sebenarnya orang cari sesuatu di medsos kita, yang bermanfaat. Tetapi kalau yang ditemukan hanya hoax dan segala jenis cacian  maka orang tidak mendapat manfaatnya dari anda. Hoax dan sejenisnya hanya akan merugikan banyak orang, dan juga akan meninggalkan jejak digital dalam waktu yang lama," beber Dina.

Dina menghimbau agar warnai media sosial anda dengan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain. "Sebarkan kebahagian dan sukacita bagi orang lain melalui media sosial anda. Sebarkan harapan bagi banyak orang dan warna hidup anda akan mewarnai hidup orang lain." Kata Dina.

"Mari kita gunakan medsos  yang sehat dan bertanggung jawab dan membawa harapan bagi Indonesia maju. Apa yang akan kita tawarkan untuk Indonesia maju melalui perilaku bermedsos yang tidak bertanggung jawab," tanya Dina?

Wujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian belandaskan gotong royong. Yang mau diwujudkan juga berdaulat secara digital. Namun untuk mencapai itu semua maka perlu merawat kebhinekaan agar tetap kokoh NKRI.

Dina mengingatkan para pengguna media sosial hati-hati mengunggah informasi melalui medsos. Unggahlah yang ada manfaatnya. Jika posting foto, berilah caption-nya sehingga pembaca dapat memahaminya. Pilihlah kata yang sesuai, misalnya memberi narasi pada produk tertentu atau obyek secara jelas, dicermati lagi, sehingga informasi itu lebih akurat dan berlamfaat bagi orang lain setelah dikirim.

Misalnya, kata Dina mencontohkan, kita mau posting tentang pariwisata kampung Bena - kalau foto kampung bena saja itu biasa. Coba kita tulis sedikit narasi sehingga orang melihat foto kampung bena tau sedikit tentang kampung tradisional megalit itu. Itu mungkin lebih baik dan memberi pemahaman yang lengkap dan manfaat bagi penerima pesan.

Dina mengajak masyarakat, dengan semakin luas layanan internet diikuti penggunaan media sosial agar dimanfaatkan untuk kegiatan usaha mempromosikan produk dan potensi lokal. Terkait dengan itu dalam Forum Dialog Publik ini,  Dina berjanji akan berupaya ada semacam kegiatan coaching digital marketing bagi para pelaku elonomi kreatif berbasis lokal. 

"Saya akan berupaya semaksimal mungkin ada semacam kegiatan  coaching digital marketing, sehingga kita dapat memanfaatkan jaringan internet yang semakin luas ini untuk tujuan produktif, menuju Indonesia maju," urai Dina.

Para peserta - Forum dialog publik mendapat perhatian berbagai kalangan

4000 BTS

Dibagian lain Hugo Parera mengatakan dalam mewujudkan Indonesia berdaulat secara digital, pemerintah Jokowi programkan pembangunan 4000 BTS di Indonesia bagian timur, sehingga wilayah terpencil dan terluar dapat terlayani jaringan internet.

Terkait dengan kedaulatan secara digital, kata Hugo Parera, Negara wajib hadir dalam setiap persoalan rakyat termasuk dalam kesulitan pelayanan internet, karena Indonesia bukan hanya di kota saja.

Untuk pelayanan ini, menurut Hugo Parera, negara tidak melayani bedasarkan untung atau rugi, karena ini berkaitan dengan pelayanan yang harus menjangkau kepada seluruh warga negara.

Namun dia mengingatkan, bahwa konsekuensi layanan jaringan internet yang terus meluas akan banyak membawa keuntungan namun juga merugikan melalui penggunaan media sosial yang disertai hoax. Karena itu diharapan dengan literasi media sosial terus-menerus akan memberi pemahaman bagi khalayak dalam menggunakan media sosial secara kritis. "Gunakan media sosial secara bijak dan membawa keuntungan seperti dalam memasarkan produk dan promosi potensi lokal," pinta Hugo Parera.
 
Para Narasumber, masing-masing: Geradus Reo (moderator), Dina Hedityareni Hermanadi (Asisten Juru BIcara Presiden/Staf Khusus Presiden), Andreas Hugo Parera (Anggota DPR RI), Moi Nitu Anastasia (Kadis Kominfo Kab. Ngada) dan Kompol Erick Say (Wakapolres Ngada)
Dialog publik ini digelar dalam rangka memberi edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya berita hoax di media sosial, kerja sama Dirjen Informasi dan komunikasi publik Kementerian Komunikasi dan Informasi,  dengan Komisi I DPR RI bertema: 'Merawat Kebhinekaan Melalui Literasi Media Sosial,"

Hadir dalam forum ini anggota DPRD NTT Patris Lali Wolo sekaligus pengantar pembuka. Hadir pula narasumber lokal Kadis Kominfo Kabupaten Ngada Moi Nitu Anastasia, dan Wakapolres Ngada Kompol Erick Say.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :