Vigonews

‘Lingkungan Kita Sedang Sekarat’, demikian Pesan Ekologis HR Kristus Raja Semesta Alam di Kurubhoko



Prosesi Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Kurubhoko -- 

KURUBHOKO - Umat Katolik di Paroki Maria Ratu Para Malaikat (MRPM) Kurubhoko merayakan hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dalam keprihatinan ekologi.

Misa hari raya Kristus Raja Semesta Alam bersama gereja sejagat, Minggu (24/21/2019) diikuti umat paroki Kurubhoko, umat paroki tetangga dari Paroki Wangka dan Paroki Dalib Suci Soa yang terdekat.

Perayan agung ini diawali dengan prosesi sakramen Maha Kudus yang dipimpin pastor Paroki MRPM Kurubhoko, Thobias Harman, OFM sekaligus selebran utama bersama imam selebran Pater Leon Hambur, OFM dan Pater Faris, OFM.

Pater Thobias, OFM dalam khotbahnya sebelum prosesi sakramen Mahakudus, mengajak agar umat merawat relasi yang mesra dengan Sang Pencipta dan ciptataan-Nya, sebagaimana  Sang pencipta mencintai ciptaan-Nya. Kristus sebagai Raja telah turun dari singgasana-Nya untuk menyelamatkan ciptan-Nya, baik manusia maupun alam lingkungan.

Namun, kata Tobias, saat ini alam ciptaan Tuhan telah dirusak oleh manusia. Ini harus menjadi refleksi bagi kita, bahwa di tengah krisis global ini, siapa sebenarnya yang menjadi raja kita?  Dikatakan bahwa, Yesus yang hadir sebagai Raja menjadi jawaban atas pemenuhan kerinduan akan pemulihan kembali ciptaan-Nya dari kehancuran. 

Pada misa kudus perayaan HR Kristus Raja Semesta Alam, Pastor Leon Hambur, OFM dalam khotbahnya menyampaikan, bahwa “Kita merayakan Hari raya Kristus Raja Semesta Alam di tengah kondisi alam yang sedang digerogoti oleh persoalan lingkungan hidup yang serius.”
 
Kebakaran hutan menyebabkan keringnya sumber mata air dan punahnya ekosistem
Kata Pater Leon melanjutkan, suhu bumi  kian panas, perubahan musim semakin sulit ditebak sehingga terjadinya gagal panen dan gagal tanam; kekeringan berkepanjangan, krisis air bersih terjadi di banyak tempat, sungai-sungai dicemari zat kimia berbahaya bagi manusia dan hewan, tanah sudah sekarat akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan, keanekaragaman hayati terancam punah. “Jadi alam kita ini sebenarnya sudah sekarat,” katanya.

Menurut Pater Leon, kondisi ini menggambarkan bahwa bumi dan lingkungan hidup dalam kondisi sakit dan ini berarti mengancam kehidupan manusia itu sendiri.  Itu sebabnya mengapa masalah lingkungan menjadi isu serius yang jika tak diperhatikan tinggal menunggu bencana bagi kehidupan manusia.  Kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan  diakibatkan kemerosotan moral yang kian parah. Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi dari tahun ke tahun tanpa henti malah dianggap sebagai hal biasa saja.

Disinyalir bahwa berbagai persoalan serius yang menggerogoti lingkungan hidup menunjukkan bahwa ada yang belum beres dengan diri kita. Ada ketidakberesan dengan diri dan kehidupan  kita tetapi kita sendiri merasa itu hal biasa saja, kita tidak menyadari bahwa itu masalah.

Dalam berbagai kesempatan Pastor Paroki MRPM Kurubhoko, Thobias Harman, OFM bahkan tak pernah surut mengingatkan bahwa, “masalahnya adalah karena kita sedang tidak sadar bahwa kita sedang sakit. Kalaupun kita sadar bahwa kita sakit tetapi kita tidak mau mengobati – kita malah menikmati kesakitan kita.”

Karena itu kata dia, tidak heran semua ketidakberesan itu akhirnya merugikan manusia sendiri. Ini yang menyebabkan hidup manusia tak mengalami perubahan sedikit pun. “Kita tidak bahagia dan tak mengalami sukacita,” paparnya.

“Bersamaan dengan HR Kristus Raja Semesta Alam, sebenarnya kita diajak untuk kembali melihat ke dalam diri kita atas semua ketidakberesan itu. Kita juga melihat fakta lingkungan di sekitar yang terus dirusak dan semakin memprihatinkan, karena lingkungan ikut diciptakan Tuhan menjadi penopang hidup kita. Kita harus kembali memelihara lingkungan sebagai taman Eden dan bukan menjadikannya taman edan. Jika kita merawat alam, maka alampun akan merawat hidup kita – sehingga hidup menjadi berkelimpahan seperti janji Tuhan,” tambah Pater Leon di akhir khotbahnya. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :