Vigonews

Seruput Kopi AFB untuk Selamatkan Ozon



BAJAWA - Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pertanian menggelar kegiatan edukasi dan aksi memperingati hari ozon, hari Tani dan hari Kopi di desa Sadha, Kecamatan Golewa Selatan, Rabu (16/10/2019).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngada menambah mata rantai kegiatan kampanye dalam berbagai cara dan aksi guna menuju Ngada yang hijau, bersih dan organik. Strategi itu menjadi kiat guna mewujudkan  daerah ini yang ramah lingkungan – daerah  yang selalu hijau, bersih/sehat  dan organik. Menuju ngada yang hijau, sehat dan menghasilkan produk pertanian organik – dengan mengusung tag line 3G alias Go Green, Go Clean & Go Organik.

Dinas Pertanian Kabupaten Ngada-lah yang terus berupaya mengimplementasikan visi besar ini. Berbagai terbosan dilakukan, termasuk melalui kegiatan kampanye yang bertujuan mengedukasi dan menggerakkan masyarakat menuju visi mulia itu.

Melalui berbagai komunitas masyarakat petani diberikan edukasi sekaligus mengajak mengimplementasi visi tersebut dengan membuat demplot seperti kawasan pertanian organik baik lahan sawah maupun hortikultura. Memberi edukasi masyarakat sekaligus mengajak membuat unit pengelola pupuk organik berbasis peternakan – teknik biogas dengan menghasilkan biosluri (pupuk organik) yang bisa digunakan petani untuk pertanian guna mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida berbahaya yang sudah tak ramah lingkungan.
 
Aksi peringatan hari ozon, hari tani dan hari kopi di desa Sadha melibatkan  siswa dan generasi muda dengan mengobarkan semangat merah putih
Gawe besar ini menggandeng berbagai pemangku kepentingan, yaitu: jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Ngada sendiri;  Bank BNI Bajawa; TNI Kodim 1625 Ngada; jajaran kecamatan Golewa Selatan; jajaran Yayasan Puge Figo (YPF); tim Konsultan Suluh Lingkungan; Pastor Paroki St. Yosep Laja dan umat setempat, para Petani yang tergabung dalam 9 P3A, tokoh masyarakat dan siswa SMPK St. Hubertus Laja.

Mewakili Bupati Ngada, Sekda Ngada  Tedy Nono membuka kegiatan peringatan hari ozon tersebut. Selain dialog,  berbagai kegiatan dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya  kelestarian lingkungan untuk melindungi ozon dari kerusakan, di antaranya: penanaman pohon jabon di lokasi mata air; pelepasan bibit  ikan dan katak di kolam sebagai upaya mengembalikan ekosistem yang punah, gerakan pengendalian hama penyakit dengan pestisida nabati  pada tanaman padi; serta penanaman refugia (bunga matahari) di sekitar lokasi persawahan P3A Waelebo sebagai penakar hama walang sangit - yang merupakan lokasi inisiasi baru pengembangan kawasan padi organik.

Gelar  minum kopi AFB bersama menandai rangkaian kegiatan yang juga memperingati  hari kopi. Seruput kopi pada kegiatan ini mengiringi diskusi dan sering tentang berbagai isu lingkungan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Budayakan Ramah Lingkungan

Sekda Ngada Tedy Nono pada kesempatan itu mengatakan, bahwa Ngada saat ini sedang berupaya melakukan pengendalian penggunaan bahan kimia perusak lingkungan yang tentu saja akan berdampak pada rusaknya lapisan ozon. Menurut dia,  dengan menggunakan sistem pertanian/perkebunan yang ramah lingkungan melalui aksi Go Green, Go Clean dan Go Organik  maka akan memperkecil penipisan ozon. Penggunaan Pupuk kimia dan pestisida berlebihan, diingatkan Tedy Nono,   akan  berdampak pada menipisnya lapisan ozon.
 
Menjaga lingkungan agar tetap lestari
Berkaitan dengan hari Ozon, hari Tani dan hari Kopi sedunia, diharapkan seluruh masayarakat Desa Sadha dan masyarakat Ngada pada umumnya diingatkan mulai membudayakan penggunaan pupuk organik – langkah pertanian ramah lingkungan - agar manusia sehat dan ozon tetap terjaga.

Terkait dengan momentum hari kopi, kata Tedy Nono, Ngada punya komoditi kopi arabika yang kini sudah digandrungi masyarakat luas baik dalam maupun manca negara. Kopi Arabica Flores Bajawa (AFB) tengah menjadi perbincangan di mata dunia karena memiliki cita rasa tersendiri. Untuk itu diharapkan  kepada petani tetap menjaga mutu dan kualitas kopi Arabica Flores Bajawa (AFB) Sehingga semakin dikenal dimata dunia. Kegiatan ini sekaligus ajang memasyarakatkan kopi AFB di tempat asalnya, sehingga tidak hanya disukai di luar Ngada, tetapi sebaliknya disukai juga di tengah masyarakatnya.

Edukasi dan Aksi

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis W. Bai, selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, hari ozon, hari tani dan hari kopi yang diperingati Ngada secara bersamaan di desa Sadha tahun ini harus menjadi momentum yang mengingatkan semua masyarakat akan pentingnya tiga hal itu bagi kehidupan manusia yang saat ini tengah berada dalam keprihatinan karena kerusakan lingkungan dan menipisnya lapisan ozon.
 
Melepas benih ikan dan katak, mengembalikan ekosistem yang nyaris punah
Dikatakan Paskalis, kegiatan ini sebagai bentuk edukasi yang perlu disosialisasikan kepada semua orang  bahwa pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan generasi penerus di bumi. Karena itu perlu peran aktif semua pihak dalam  menjaga lingkungan khususnya melalui penggunaan produk yang ramah Lingkungan. “Rusaknya lapisan ozon berisiko menurunnya kekebalan tubuh, dan kanker kulit pada tubuh manusia akibat radiasi sinar ultra violet-B yang tidak terkena lapisan ozon,” beber Kadis Pertanian Paskalis W. Bai.

Pada laporannya, Paskalis menegaskan, peringatan hari ozon, hari tani dan hari kopi di kabupaten Ngada bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pentingnya menjaga ozon, pentingnya pengembangan sektor pertanian yang ramah lingkungan dan pengembangan kopi yang bermutu.

Hari ozon yang diperingati setiap tanggal 16 September,  merupakan hasil kesepakatan 188 negara pada tahun 1987 di Montreal. Pertemuan diprakarsa bidang lingkungan di lembaga PBB, guna mengingatkan penduduk dunia tentang penipisan lapisan ozon yang memberi dampak buruk bagi bumi.

Sementara hari tani diperingati setiap tanggal 24 september dan tanggal 1 Oktober adalah hari kopi. Peringatan hari tani setiap tanggal 24 September, dimana pada tanggal itu sebagi momentum disahkannya UU No 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok agraria oleh presiden RI Soekarno, yang memberi arti penting bagi petani dan hak kepemilikan atas tanah serta sebagai kepedulian negara atas petani mulai diwujudkan.
 
Tebar refugia di sekitar persawahan guna mencegah hama walang sangit
Sementara hari kopi yang jatuh pada tangga 1 Oktober merupakan perayaan akan kenikmatan minum kopi, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap petani kopi. Diperingati pertama kali 1 Oktober 2015 oleh organisasi kopi internasional di Milan. Saat itu pertama kali dilakukan kampanye tentang perdagangan kopi yang adil serta kesejahteraan petani kopi.

Hari tani, awalnya sebagai perayaan kebangkitan petani, namun kini dilupakan, bahkan petani cendrung dianggap sebagai gollongan kurang mampu, pekerjaan tani dianggap berat, penghasilannya kecil. Tidak heran tak banyak generasi muda yang memilih profesi ini.

Guna mengedukasi dan mengembalikan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga ozon, keberlanjutan pertanian, dinas pertanian memanfaatkan momentum peringatan hari ozon, hari tani dan hari kopi, dengan mengangkat tema: “Selamatkan Ozon Melalui Pertanian Ramah Lingkungan Menuju Ngada Go Green, Go Clean, dan Go organik, dalam Nikmatnya Kopi AFB kita lihat masa depan Ngada, Bangga menjadi Petani dan Bertani itu Keren.”

Tujuan kegiatan ini, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ozon dan pertanian yang ramah lingkungan serta menjadikan AFB sebagai produk andalan; meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau melaksanakan kegiatan dalam rangka menjaga lapisan ozon; meningkatkan kesadaran masyarakat terutama generasi muda agar kembali memilih profesi petani sebagai profesi yang menjanjikan dan bangga menjadi petani; serta berupaya memasyarakatkan AFB kepada masyarakat  sebagai produk kebanggaan lokal Ngada yang membawa manfaat ekonomi.

Kegiatan yang dilakukan adalah diskusi tentang ozon, pertanian ramah lingkungan dan kopi AFB; tracking dan sanitasi lingkungan dari bahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan pertanian dan lapisan ozon;  penyebaran benih ikan dan katak di kali guna mengembalikan ekosistem yang hilang; dan pengembangan pertanian ramah lingkungan (peninjauan sawah organik). Memasyarakatkan kopi AFB yang ditandai dengan aksi minum kopi bareng; penghijauan yang ditandai dengan penanaman pohon pada lokasi mata air. (Polly)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :