Vigonews

Satu Fokus Dua Branding di Stan Pameran Distan Ngada




BAJAWA - Masuk di stand Dinas Pertanian di arena Pameran Pembangunan Kabupaten Ngada tahun 2019 memang beda. stand pameran yang bermuansa alami itu  menarik dan mengesankan bagi setiap pengunjung.

Letak stan yang dibangun dengan bahan bambu dan beratap alang-alang itu tak jauh dari tribun utama pameran di lapangan Kartini, Bajawa. Karena itu,  stand yang unik ini tampak mencolok.

Begitu masuk pendopo yang dihiasi tanaman hortikultura dan buah itu memang tak sulit menebak ini stan apa. Di depan pendopo pengunjung naik dua trap menuju ruang layanan yang agak tinggi. Stan menyerupai rumah panggung itu terbuat dari baham bambu di semua bagian. Sebagian dinding terbuat dari bedek dan sebagian terbuka.

Di ruang tengah ada sebuah meja tamu dan tiga kursi panjang dari baham bambu. Sebuah meja tempat buku tamu terbuat dari bahan kayu yang unik pula. Semua terlihat serba alami menguatkan pesan yamg disampaikan kepada publik.

Salah satu sisi dalam stan ini dipajang berbagai produk olahan kopi AFB. Ignasius Jawa Sebo terlihat meracik kopi untuk melayani setiap pengunjung.

Pada pameran kali ini, Dinas Pertanian memamerkan dua branding yakni produk kopi AFB andalan kabupaten Ngada dan branding hortikultura organik. Dua branding ini menjadi fokus kampanye disamping produk pertanian lainnya. 
 
Kadis Pertanian Ngada, Paskalis W. Bai menerima tamu di stan pameran yang unik ini
Melalui komoditi kopi, kata Kadis Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis W. Bai, "kita ingin produk yang sudah jadi komoditi ekspor ini brandingnya dapat dipertahankan terus. Jadi kita harus terus menggemakannya  dalam kesinambungan waktu."

Dipamerkannya komoditi hortikultura dengan branding produk ‘horti organik’ sebagai upaya untuk terus mengampanyekannya kepada khalayak agar mampu mendorong produktivitas horti organik di tingkat petani.

Pesan Dinas pertanian tampak mencolok saat parade pembukaan pameran, Sabtu (05/10/2019),  dimana ratusan siswa dari bernagai sekolah dan instansi terkait,  Ikut mengusung berbagai jenis buah, sayuran dan bunga. Ini juga sejalan dengan tema utama 'Jadikan Bajawa Kota Bunga dan Buah.' Namun Distan menerjemahkan secara khusus dalam mendisain stan pameran.

Berbagai informasi pertanian lainnya siap dilayani oleh staf Dinas Pertanian selama pameran berlangsung.

Guru SMAK Regina Pacis Bajawa, Boy Zanda, Senin (07/10/2019) di sela-sela kesibukan mengajar sempat bertandang di stan Distan. Di stan ini, kata Boy Sarat muatan literasi karena memberi pesan spesifik tentang pertanian kepada publik. 
 
Para siswa ramai mengunjungi stan pameran Dinas Pertanian Kabupaten Ngada
Pesan yang disampaikan sangat spesifik adalah pameran horti organik sebagai ajakan bagi masyarakat agar mulai beralih dari pertanian yang merugikan kesehatan sebagai akibat penggunaan pupuk kimia dan peatisida yang merugikan. Dan produk horti juga akan menjamin kelestarian ekologi.

Pesan kedua, kata Boy, melalui kopi AFB yang kini menembus pasar dunia harus juga menjadi kopi kebanggaan, dan pengelolaan kopi yang berorientasi espor ini harus tetap menjaga SOP sehingga kualitas tetap terjaga.

Sejumlah siswa berseragam putih merah, senin petang terlihat meramaikan stan Distan. Bram nama salah seorang siswa dari SDK Kisanata bersama kawan-kawannya tanpa canggung masuk di stan ini. Bram langsung mengisi buku tamu dan siswa lainnya menanyakan banyak hal tentang produk pertanian yang dipamerkan.

Para siswa terlihat tertarik dengan berbagai komoditi horti, seperti sayuran segar dan buah, seperti buah pisang dan tomat pada pot.

Siswa lainnya Geral dan Tian datang ke stan ini langsung menanyakan Kadis Pertanian termasuk visi dan misi dinas ini. Para siswa mendapat tugas dari sekolah mereka mengunjungi pameran. Kadis pertanian Paskalis W. Bai pun melayani para siswa dengan baik.(edw)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :