Vigonews

Ini Yang Membuat Manusia Berubah Hebat dan Maju Hebat



DENPASAR, vigonews.com - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer STIMIK STIKOM Indonesia, Kamis (16/10/2019) mewisuda 238 sarjana, bertempat di Hotel The Westin Resort Nusa Dua Bali.

Prosesi wisuda sarjana berlangsung diawali Sidang Senat Terbuka yang dibuka oleh Ketua STIMIK STIKOM Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, ST, MT.

Para sarjana bergelar S.Kom (Sarjana Komputer) itu berasal dari jurusan Sistem Komputer, Teknik Informatika, TI-Disain Grafis dan Multi Media, serta TI-Komputer Akutansi dan Bisnis.

Ketua STIMIK STIKOM Indonesia, I Dewa Made Krishna Muku, ST, MT dalam sambutannya menegaskan, tantangan dan persaingan ke depan luar biasa. Karena itu kelulusan bukan akhir perjuangan tetapi awal memasuki 'dunia baru'.

Selama di kampus, kata Krishna Muku, Anda sudah dibekali dengan keilmuan dan sikap mental  entrepreneur yang sudah dibentuk agar mampu menghadapi tantangan dan perubahan. Namun, harus dipahami bahwa 30 persen harus belajar di dunia nyata, atau dunia kerja.

"Jadi setelah wisuda, tolong segera bekerja. Jangan memilih kerja itu besar atau kecil, sesuai atau tidak, yang penting anda kerja dulu." Pinta Krishna Muku di hadapan ratusan wisudawan.

Berubah Hebat

Sementara Ketua Yayasan  Wahana Widya Wisesa, Mr. Santoso kepada para wisudawan  memberi gambaran tentang perubahan yang serba cepat di era revolusi industri 4.0.  

Dalam menghadapi perubahan yang dahsyat itu, kata Mr. Santoso tidak terhindarkan, kecuali ikut bermain di dalamnya. Jika tidak, maka akan tertinggal.

Untuk menghadapi perubahan itu, kata dia, harus memiliki budaya belajar. "Semangat belajar kunci kita mau maju. Kalau enggan belajar dan enggan lakukan perubahan maka kita akan ditinggal," beber Mr. Santoso.

Perjalanan kalian ke depan, kata Mr. Santoso kepada para wisudawan, sungguh menarik. Karena di depan kita perubahan sedang hebat-hebatnya. Pekerjaan berubah, dan cara hidup berubah pula.

Dalam mengatasi perubahan hanya melalui jalan pendidikan, dengan terus belajar. Melalui pendidikan akan angkat derajat dan siap menyongsong perubahan. Menuju perubahan - titik baliknya pendidikan, karena pendidikan akan mengubah pola pikir sehingga siap menerima sesuatu yang baru. 

Dia mencontohkan dalam bertani juga harus ada perubahan pola pikir. Melalui pendidikan (belajar) bertani dapat menggunakan teknologi tinggi sehingga menghasilkan lebih baik. Jadi melalui pendidikan (belajar) membuat manusia  berubah hebat dan maju hebat.

Harus Berani

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII (Bali, NTB & NTT) Prof. Dr. Dasi Astawa pada kesempatan itu menegaskan kepada para wisudawan, "Anda harus berani memulai dengan apa yang anda miliki."

Dasi Astawa sempat memberi motivasi kepada para wisudawan dengan pantun-pantun spontan. Antara lain: "Kalau sudah makan buah tomat jangan makan buah anggur - kalau sudah tamat jangan terus menganggur."

Tanpa keberanian, lanjut Dasi Astawa, apapun yang anda miliki tidak ada manfaatnya. Dan, tanpa memulai tidak ada perubahan.

Kepada lembaga STIMIK STIKOM Indonesia Dasi Astawa berharap terus menjadi wahana dalam mendidik generasi muda bangsa sehingga mampu bersaing di tengah perubahan. Wahana untuk mendidik anak muda kreatif dan inovatif.

Literasi

Sementata I Nyoman Jayanegara, S.Sn, M.Sn dalam orasi Ilmiah berjudul: Disrupsi Desain Komunikasi Visual dan Revolusi Induatri 4.0, juga menyinggung kiat menghadapi perubahan.

Di akhir orasi singkatnya, Jayanegara mengatakan untuk menghadapi perubahan drasti dewasa ini perlu disokong dengan budaya berliterasi. Dia menilai budaya baca masyarakat  kita sangat lemah, kecuali update status. 

Dia menekankan pentingnya literasi digital (kemampuan menganalisa dan menggunakan informasi di dunia digital);  literasi teknologi ( kemampuan menggunakan aplikaai teknologi) dan digital manusia (kemampuan berkomunikasi dan penggunaan ilmu). (edw)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :