Vigonews

STKIP Citra Bakti Pemenang Sayembara Menulis Gagasan atasi Krisis Ekologi



Pastor Paroki Kurubhoko P. Thobias Harman, OFM menyerahkan penghargaan kepada pemenang sayembara menulis tingkat SMA/Mahasiswa  dengan tema: 'Kaum Milenial di Tengah Krisis Ekologi.' -  

KURUBHOKO – Dua mahasiswa dari  STKIP Citra Bakti Ngada, Florentina Nonggi dan Fransiskus X. Ria keluar sebagai pemenang sayembara menulis gagasan krisis ekologi. 

Sayembara Menulis gagasan itu digelar Rumah Literasi Cermat (RLC)  yang dirangkaikan dengan kegiatan Diskusi Publik dengan tema: "Kaum Milenial di Tengah Krisis Ekologi."

Sayembara yang dilaksanakan  bekerja sama dengan Komunitas OFM Kurubhoko, Yayasan Puge Figo dan Pemerintah Desa Nginamanu itu diikuti para siswa SD, SMP, SMK/SMA dan Perguruan Tinggi.

Bersamaan dengan kegiatan sayembara juga digelar diskusi publik dengan tema yang sama bagi kaum milenial menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Pater Thobias Harman, OFM, dari Komunitas OFM Kurubhoko; Dr. Nao Remond dari Yayasan Puge Figo; Reinard L. Meo, S.Fil  representase kaum milenial yang juga guru SMAK Regina Pacis Bajawa, dan Egil Ruba dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngada.
 
Pembina Yayasan Puge Figo  Nao Remon, menyerahkan penghargaan kepada pemenang sayembara menulis gagasan atasi krisis ekologi tingkat SMP. Nao Remond juga menjadi pembicara dalam diskusi publik yang dirangkaikan dengan sayembara menulis.
Menurut Direktur RLC Emanuel Djomba, sayembara menulis dan diskusi publik digelar menyikapi krisis ekologi global dan lokal yang kian mengkhawatirkan. Di kabupaten Ngada krisis ekologi diwarnai kebakaran hutan yang sudah berlangsung setiap tahun, pembalakan liar, masalah sampah, pencemaran air dan tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida berbahaya.

Dikatakan Emanuel, sayembara menulis bertujuan untuk mendapatkan gagasan kaum milenial sehingga mendapat solusi untuk ikut ambil bagian dalam menekan krisis ekologi. Selain itu menumbuhkan sikap peduli kaum milenial, dimana kekuatan kelompok ini dapat ikut  serta dalam gerakan mencegah krisis lebih parah.

Karya para pemenang sayembara juga menjadi masukan dalam diskusi krisis ekologi. Pemenang sayembara menulis tingkat SD diraih pemenang 1 Ronal D. Langging, pemenang 2 Flafiana E. Chika Dhengo, pemenang 3 Olin Piasius Wuli, ketiganya dari SDK Tanawolo.

Pemenang sayembara tingkat SMP diraih: pemenang 1 Steven (SMPN 1 Bajawa); pemenang 2 Nicola Desantria Menge (SMPN Satap Kurubhoko) dan pemenang 3 Yuliana Ngewi (SMPN 1 Soa di Natarandang).
 
Egil Ruba menyerahkan penghargaan  kepada pemenang sayembara menulis gagasan atasi krisis ekologi. Egil juga menjadi pembicara dalam diskusi publik yang dirangkaikan dengan sayembara menulis.
Tingkat SMA/Mahasiswa masing-masing, pemenang 1 Florentina Nonggi (STKIP Citra Bakti); pemenang 2 Fransiskus X. Ria ( STKIP Citra Bakti); dan pemenang 3 Maria Laudavita Moi Kelly (SMAK Regina Pacis) Bajawa.

Dalam tulisannya, Florentina mengajak kaum milenial menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah ancaman kerusakan ekologi yang kian serius. Kaum milenilah saatnya menjadi penggerak dan membangun kesadaran ekologis publik dengan merawat bumi demi keseimbangan kehidupan. Dan mulailah dari sekarang, dari diri kita, di lingkungan melalui hal-hal kecil namun memberi dampak yang besar.

Sementara Fransiskus X. Ria atau yang biasa disapa Engky dalam tulisannya mengajak kaum milenial agar berpegang pada prinsip ekoteologi dalam mengatasi krisis ekologi. Menyatukan solusi krisis ekologi dalam perspektif iman.  

Guna mewujudkan aksi cinta ekologi, forum diskui publik sepakat menggelar aksi bersama pada pekan pertama Adventus menyambut  perayaan Natal tahun 2019 mendatang. Aksi itu berupa gerakan menanam pohon di bukit Nangge Mba’a – areal reboisasi yang ditangani Yayasan Puge Figo, Kurubhoko.(edw)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :