Vigonews

Hendrianto Emanuel Ndiwa, Kepala SMA Katolik Regina Pacis yang Baru



BAJAWA - SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, akhirnya miliki kepala sekolah baru. Ini sekaligus menjawab teka-teki siapa pengganti kepala sekolah sebelumnya, Rinu Romanus yang meninggal dunia Agustus lalu.

Sosok pengganti Rinu Romanus adalah Hendrianto Emanuel Ndiwa, ST. Salah seorang guru senior dari sekolah ini yang juga alumni Regina Pacis 1996. Setelah melewati beberapa proses, pilihan menjadi pemimpin di sekolah ini lima tahun mendatang jatuh pada Hendrianto Emanuel Ndiwa.

Baca juga:
Harapan untuk Kepala SMAK Regina Pacis yang Baru Dilantik

Pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima kepala sekolah baru, berlangsung Sabtu (28/09/2019) dalam misa kudus dengan tema: "Melayani dengan sukacita." Misa kudus dipimpin Rm. Silverius Betu, Pr selaku Ketua Yasukda Ngada, dengan imam selebran Rm. Daniel Aka, Pr;  Antonius Rani Radho, OCD; Rm. Yohanes Don Bosco Jata, Pr.

Rm. Silverius Betu, Pr mengambil sumpah dan pelantikan Hendrianto Emanuel Ndiwa, sebagai kepala SMAK Regina Pacis yang baru, setelah pembacaan berita acara pelantikan, dan disaksikan oleh saksi rohani  Pater Antonius Rani Radho, OCD, dan saksi awam Petrus E.Y Ngilo Rato dan Wim de Rosari. 

Usai diambil sumpah dan dilantik, Hendrianto  Emanuel Ndiwa menerima berkat pengukuhan oleh empat imam selebran yang dilanjutkan penyerahan dokumen, salib,  lilin bernyala dan kitab suci.
 
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa
Pasca meninggal  Rinu Romanus 7  Agustus 2019 lalu,  pelaksana tugas Kepala SMAK Regina Pacis dipercayakan kepada Lusia Yasinta Meme, S.Pd hingga pengangkatan kepala sekolah yang baru empat puluh hari kemudian. Secara resmi serah terima dilakukan dari Plt. Kepala Sekolah Lusia Yasinta Meme, S.Pd kepada Kepala Sekolah yang baru Hendrianto Emanuel Ndiwa, ST.

Usai serah terima kepala sekolah yang baru, secara resmi membuka ruang kerja kepala sekolah dilanjutkan dengan pemberkatan ruang kepala sekolah.

Pemimpin Jalan Turun

Dalam khotbah saat misa pelantikan Kepsek yang baru, Rm. Silverius Betu, Pr berharap agar kepala sekolah yang baru memimpin sesuai kehendak Tuhan dalam bimbingan Roh Kudus dan meneladani serta meneruskan hal-hal baik yang telah di lakukan para pendahulu.

Dari bacaan-bacaan suci saat misa, kata Rm. Silverius, menjadi pemimpin berarti harus menanggung penderitaan dan salib. Tuhan Yesus, kata dia, telah memberi teladan dengan memanggul salib, menderita dan memberikan nyawanya demi keselamatan kita semua, orang-orang yang dikasihi-Nya.
 
Penandatangan berita acara pelantikan dan serah terima jabatan kepala SMAK Regina Pacis Bajawa
Selanjutnya, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, menjadi yang terkecil. Refleksi menjadi terkecil, kata Rm. Silverius, berarti kita harus merefleksi dan meneladani spiritualitas  hidup Yesus, yakni "Spiritualitas Jalan Turun."

Dikatakan, kalau merenungkan hidup Yesus,  dari kedatangan-Nya di dunia sampai sebelum peristiwa kebangkitan-Nya, Ia selalu menempuh jalan turun. Yesus mengajarkan kepada kita ‘jalan kerendahan hati.’  Ia mau turun dari surga ke dunia menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Ini adalah ‘jalan turun’ yang pertama.

Jalan turun kedua, lanju Rm. Silverius, Allah tidak hanya turun ke dunia menjadi manusia tetapi Ia juga turun lagi menjadi hamba, menjadi pelayan 'Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.’ Jalan turun yang kedua adalah jalan pelayanan. Tuhan Yesus menunjukkan itu dengan membasuh kaki para murid-Nya, agar kita pun dapat membasuh kaki sesama. 

Apakah Yesus hanya turun menjadi seorang hamba? Ternyata tidak! Ia (Yesus) menempuh jalan turun terakhir, yakni turun ke dunia orang mati melalui penderitaan, salib, kematian dan pemakaman-Nya. Pada jalan turun terakhir ini kita belajar dari Yesus tentang jalan pengorbanan.

Dikatakan, menjadi pemimpin seperti Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis harus meneladani Yesus dengan menghidupi  'Spiritualitas Jalan Turun.' Turun untuk mendengarkan para guru dan siswa. Turun untuk melayani mereka dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab serta bersedia berkorban dengan sukacita demi kemajuan, keberhasilan dan kejayaan SMAK Regina Pacis.

Hadir pada misa pelantikan kepala sekolah, Asisten 1 Setda Ngada Emanuel Dopo, Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT Yustin Mai, M.Pd, Ketua DPD PAN Kristo Loko, S.Fil,  para imam, biarawati, para kepala sekolah, komite sekolah, para siswa dan keluarga besar SMAK Regina Pacis dan para undangan lainnya. (edw)*** 

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
28 September 2019 at 17:03 delete

Congratulations to our dearest princinpal Mr.Hendrianto Emanuel Ndiwa,ST.

Reply
avatar