Vigonews

Harapan untuk Kepala SMAK Regina Pacis yang Baru Dilantik



Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa saat diambil sumpah didampingi para saksi.

BAJAWA – Resmi jadi kepala SMA Katolik Regina Pacis, tantangan Hendrianto Emanuel Ndiwa tak kecil. Itu tersirat dalam berbagai harapan dan ekspresi hadirian pada Pengambilan sumpah dan pelantikan kepala SMAK Regina Pacis yang baru untuk lima tahun ke depan, yang berlangsung, Sabtu (28/09/2018).

Pelantikan Hendrianto Emanuel Ndiwa dihadiri sejumlah undangan dan keluarga besar SMAK Regina Pacis. Hadir para imam, biarawati, para tokoh, komite sekolah, dan alumni Recis. Di antara undangan, hadir Asisten 1 Setda Ngada Emanuel Dopo mewakili Bupati Ngada sekaligus memberi sambutan dan ucapan selamat, Kepala Seksi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ny. Yustin Mai, M.Pd, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Frans Wogha, tampak juga Ketua DPD PAN Ngada Kristo Loko dan sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Pelantikan Kepala SMAK Regina Pacis kali ini masih diwarnai air mata. Namun air mata yang membawa mereka tetap optimis penuh kegembiraan menuju masa datang. Itu karena baru 40 hari yang lalu, Kepsek yang sangat dicintai keluarga besar Regina Pacis Bajawa dipanggil Sang Khalik.

Baca juga:

Pada acara sykuran pelantikan di almamater Recis itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa yang diwakili Asisten 1 Setda Ngada Emanuel Dopo, mengajak hadirin mengenang dalam doa kepada Rinu Romanus yang telah memberi kontribusi cukup besar di kabupaten Ngada selama pengabdiannya memimpin lembaga ini.

Selanjutnya pada momen yang sama Bupati Soliwoa menyampaikan profisiat kepada Hendrianto Emanuel Ndiwa yang dilantik dan diambil sumpah sebagai kepala SMAK Regina Pacis yang baru. Dia berharap pemimpin lembaga yang baru terus mempertahankan prestasi yang sudah diraih dan capaian baik dan tingkatkan apa yang baik ini ke depan. Dia juga berharap, SMAK Regina Pacis tetap menjadi sekolah yang terlibat dalam memajukan pendidikan di daerah Ngada.

Fungsi Kepala Sekolah

Dikatakan, upaya untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan di daerah ini ditentukan oleh banyak faktor antara lain sumber daya manusia, sumber daya alat, peserta didik serta sarana prasarana. Namun hendaknya dipahami pula bahwa faktor-faktor tersebut dapat dijalankan melalui manajemen sekolah yang  dikontrol oleh seorang kepala sekolah.

Kepala sekolah, kata Bupati Soliwoa, merupakan pimpinan tertinggi dan strategis di sekolah. Itu sebabnya pola kepemimpinannya akan sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah. Dalam kerangka berpikir ini maka hari ini dilantik dan diambil sumpah kepala sekolah baru menggantikan Almarhum Rinu Romanus yang meninggal Agustus lalu.
 
Hendrianto Emanuel Ndiwa didampingi Plt. Kepsek Lusia Yasinta Meme dan saksi pada pelantikan
Ditambahkan, pelantikan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang akan kebutuhan sekolah dan ketersediaan sumber daya manusia serta berbagai persyaratan lainnya. Terkait dengan pelantikan ini Bupati Soliwoa mengingatkan, bahwa tugas yang diemban itu memiliki tiga fungsi yakni sebagai administrator pendidikan, supervisor pendidikan,dan pemimpin pendidikan.


Sementara Kapala Seksi Kesiswaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT , Yustin Mai, M.Pd  memberi apresiasi kepada para anak didik sekolah ini yang terlihat selalu optimis. Dia memuji paduan suara pada misa kudus yang lagu-lagunya sangat tematis sesuai dengan momen pelantikan kepala sekolah yang baru.

Dia menyingkung fungsi tugas yang harus diemban oleh seorang kepala sekolah tidaklah mudah. Seorang kepala sekolah diangkat karena memenuhi sejumlah persyaratan dan kompetensi yang dimiliki sehingga mampu mempimpin lembaga pendidikan dengan baik.

Di bagian lain, Yustin menekankan pentingnya kewiraudahaan di sekolah semacam SMA. Melalui kewirausahaan akan mampu mengelola sekolah secara ekonomi untuk membangun sekolah. “Ekonomi bukan hanya di vokasional tetapi juga di SMA, karena melalui kewirausahaan yang baik akan meningkatkan kesejahteraan sekolah.

Salah satu tugas kepala sekolah, kata Yustin,  adalah supervisi pendidikan.  Ini penting untuk peningkatan kualitas pendidikan, baik prestasi akademik maupun non akademik. Secara akademik tentu penting karena kita perlu memenuhi tuntutan untuk meningkatkan standar pendidikan, meningkatkan rerata UN di atas standar nasional.

Yustina mengatakan, selama ini SMA Katolik Regina Pacis punya kontribusi besar untuk kemajuan pendidikan di NTT. Hanya dia tetap berharap agar perlu terus ditingkatkan.  ‘Selama ini SMAK Regina Pacis sudah berkontribusi untuk NTT, bukan hanya di Kabupaten, bahkan kontribusi hingga tingkat nasional,” paparnya.

Yustin juga menyinggung perlu adanya kontrak kinerja dengan para guru. Dia yakin di tangan pemimpin yang baru akan mempertahankan prestasi dan meningkat di tahun-tahun mendatang. Terus mengupayakan penguatan pendidikan karakter, demi mewujudkan generasi emas 2045.

Pertahankan

Di bagian lain, Ketua Yasukda Ngada, Rm. Silverius Betu, Pr dalam sambutan singkatnya  mengatakan,  setelah prestasi dan keberhasilan yang sudah dicapai sebelumnya, maka ada banyak harapan yang diletakan di pundak kepala sekolah yang baru. Oleh karena itu, Rm. Silverius berharap agar kepala sekolah bersama keluarga besar SMAK Regina Pacis untuk mempertahankannya demi mengharumkan nama lembaga.

Sementara Plt. Kepala SMAK Regina Pacis Lucia Yasinta Meme, S.Pd, usai serah terima kepada Kepala Sekolah yang baru mengatakan, sejak meninggalnya Kepala SMAK Regina Pacis Romanus Rinu, kemudian ditunjuknya pelaksana tugas, hingga pengangkatan, pengambilan sumpah dan pelantikan Kepala Sekolah yang baru, bukan rencana manusia. Tuhan memanggil Rinu Romanus – pemimpin yang dicintai segenap keluarga Regina Pacis, tetapi Tuhan sudah pula menyiapkan penggantinya dan hari ini dilantik dan diambil sumpah. “Kita berharap sebagai pemimpin yang baru terus mengobarkan spirit para pendahulu dan menjiwainya dalam setiap perjuangan,” papar Lusia.

Lusia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Yayasan dan Komite sekolah menjalankan tugas kepala sekolah di masa transisi hingga pengangkatan sekolah baru. Semua kegiatan berjalan baik juga pembangunan yang sedang berlangsung. Ini sungguh berat. Tetapi di tangan pemimpin baru ke depan kita yakin membangun lebih baik. Guru dan siswa tetap dalam semangat dan dukungan.

Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis yang baru, Hendrianto Emanuel Ndiwa di hadapan hadirin mengatakan, “Saya bukan matahari yang mampu menyinari seluruh isi bumi, saya adalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak.”

Sosok yang akrab disapa Erdin ini berharap, agar bila dirinya keliru hendaknya arahkanlah, dan tegurlah bila salah dalam mengambil keputusan karena sejatinya kiritik, saran dan masukan adalah obat yang sangat mujarab dalam mencapai cita-cita untuk mewujudkan SMAK Regina Pacis sebagai sekolah yang mengedepankan multi kecerdasan dalam pendidikan anak. (edw)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :