Vigonews

Bupati Ngada Serahkan Bantuan untuk Paroki Kurubhoko



KURUBHOKO - Bupati Ngada Paulus Soliwoa, menyerahkan bantuan untuk pembangunan/rehab Gereja Paroki Maria Ratu Para Malaikat (MRPM) di Kurubhoko. Penyerahan bantuan intu berlangsung di Kapela Kurubhoko, Kamis (26/09/2019).

Bantun senilai Rp 1 milyar itu diterima Pastor Paroki, Pater Thobias Harman, OFM setelah sebelumnya menandatangani berita acara bersama Bupati Paulus Soliwoa.

Tiba di paroki itu,  Bupati Soliwoa diterima dengan ritual adat setempat ‘Kago Manu’ oleh tokoh adat di depan Kapel Kurubhoko, disaksikan sejumlah pengurus Dewan Pastoral Paroki, tokoh umat, para guru dan siswa. Setelah ritual adat dilanjutkan dengan penyerahan bantuan di dalam ruang kapel.

Sejumlah pimpinan SKPD, antara lain Kepala Dinas PU Silvester Tewe, kepala Dinas Peternakan Nancy Killa dan sejumlah pejabat lainnya, tampak menyertai kunjungan Bupati Soliwoa ini. Di Kurubhoko Bupati Soliwoa disabut Pastor Paroki P. Thobias Hamrna, OFM, Camat Wolomeze Kasmin Belo, dan Kepala Desa Nginamanu Yohanes Don. Bosco Lemba.

Usai menyerahkan bantuan, Bupati Soliwoa meninjau lokasi pembangunan Gereja yang sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Yang Mulia Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr,  19 Juli 2019 lalu. Selanjutnya menuju pastoran untuk istirahat sebelum melakukan kunjungan lanjutan ke Bowali.

Dalam sambutannya, Bupati Soliwoa mengatakan pembangunan/rehab tempat ibadah juga menjadi tanggung jawab pemerintah dalam bidang keagamaan untuk menjamin kenyamanan umat dalam berbadah. 

Penandatanganan berita acara penyerahan bantuan
Bantuan pembangunan/rehab tempat ibadat, kata Paulus Soliwoa diharapkan akan lebih efektif  setelah sebagai kebijakan pemerintah terhadap bantuan sejenis tahun-tahun lampau. Dua tahun terakhir mengalokasikan dana lebih besar sesuai dengan kondisi anggaran daerah. Sehingga pembangunan/rehab tempat ibadah efektif.

Terkait dengan itu, sejak tahun 2018 Pemda Ngada sudah mengalokasikan  dana untuk bantuan pembangunan tempat ibadat kepada Gereja Langa, Seminari Mataloko, Seminari Sintang di Mataloko. Bantuan yang sama juga dilanjutkan pada tahun berikutnya untuk pembangunan/rehab Gereja Mataloko. Aula Gereja St. Yosef Bajawa, OCD, Gereja Protestan, Mesjid di Marotauk dan Maumbawa, dan terakhir kepada Paroki MRPM Kurubhoko.

Bantuan ini, kata Bupati Soliwoa sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dengan melihat kebutuhan umat. Tanggung jawab pemerintah diwujudkan melalui dua tugas, yakni: pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait dengan bantuan tersebut, Bupati Soliwoa mengajak masyarakat (umat) agar memanfaatkannya dengan baik melalu partisipasi secara aktif dalam pembangunan. Uang ini uang kita (rakyat) karena itu harus dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. “Oleh karena itu kita perlu bangun semangat kerja sama dan sama-sama bekerja sehingga pembangunan rumah ibadah ini dapat diselesaikan dengan baik,” pintanya.
 
Bupati Paulus Soliwoa dan P. Thobias Harman, OFM
Bupati Soliwoa minta umat dukung langkah-langkah Pastor Paroki sehingga pembangunan cepat selesai. “Jangan sampai biarkan pastor paroki berpikir dan bekerja sendiri dan umat hanya nonton. Kita juga perlu gandeng berbagai elemen dan siapa saja yang bekehendak baik untuk ikut membangun rumah Tuhan ini, demi kebaikan bagi umat yang juga masyarakat,” tegas Soliwoa.

Kegembiraan

Sementara Pastor Paroki, Thobias Harman, OFM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Ngada yang telah memberi uluran tangan dalam pembangunan/rehab kapel Kurubhoko.

Kata Pater Tobi demikian dia biasa disapa, kedatangan Bapak Bupati menyerahkan bantuan ini adalah kegembiraan bagi umatnya.  “Kedatangan ini adalah kegembiraan bagi kami dan umat kami di paroki dengan wilayah tiga stasi, satu lingkungan dan jumlah umat 2.500 jiwa," katanya.

Sebagai paroki kecil kebutuhan akan tempat ibadah menjadi kebutuhan meski dengan jumlah umat dengan kondisi ekonomi pas-pasan tidaklah mudah. Setelah dua tahun didevenitif sebagai sebuah paroki, kata Pater Tobi, umat di paroki ini beribadah di sebuah kapel darurat. Sebagai sebuah paroki tentu membutuhkan sebuah gereja yang layak, sekaligus memenuhi tuntutan kanonik memiliki sebuah gereja Paroki.
 
Bupati Soliwoa beserta rombongan didampingi Pastor Paroki P. Thobias Harman, OFM meninjau lokasi pembangunan gereja
Namun, tambah Pater Tobi, dalam kondisi terbatas kami tetap berupaya membangun tempat ibadah, dan berkeyakinan bahwa selain kemampuan kami ada tangan-tangan lain yang digerakkan untuk ikut berpartisipasi, karena kami tahu seperti firman Tuhan: “Kesanggupan Kami adalah Pekerjaan Allah,” yang menjadi spirit umat dalam membangun.

Kunjungan bapak bupati, kata Pater Tobi adalah air sejuk saat kondisi sedang kering. Karena itu atas nama seluruh umat di wilayah paroki ini kami menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Pemerintah Daerah yang telah memberi perhatian melalui bantuan ini.

Peran PSE

Pada kesempatan itu, Bupati Soliwoa juga menyinggung soal mekanisme bantuan sosial yang diperketat agar bantuan-bantun tersebut  lebih tepat sasaran. Terkait dengan itu, pihaknya memberi sinyal untuk menyalurkan bantuan melalui Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) yang ada di Paroki-paroki.

“Ini kesempatan, karena itu saya minta pastor paroki bisa merespons kesempatan ini, karena saya yakin melalui PSE paroki bantuan seperti ini lebih tepat sasar. Saya coba bantu melalui PSE dan pemerinta tinggal mendampingi secara teknis. Jadi PSE bisa bentuk kelompok sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang bisa diberdayakan dalam lingkup umat paroki atau sesuai dengan program pengembangan ekonomi paroki,” jelasnya.(edw)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :