Vigonews

Bupati Ngada Serukan Cegah Stunting, Wolomeze Tawarkan Solusi Pangan Lokal




Pangan lokal tawaran solusi cegah stunting -- 

WOLOMEZE – Bupati Ngada Paulus Soliwoa menyerukan semua elemen dan pemangku kepentingan untuk berupaya keras mencegah terjadinya stunting. Karena stunting merupakan momok bagi perkembangan balita dan merosotnya Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu dikemukakan Bupati Soliwoa dalam sambutan peringatan detik-detik proklamasi tahun 2019, sebagaimana dibacakan Camat Wolomeze Kasmin Belo ketika memimpin  apel detik-detik Proklamasi tingkat Kecamatan Wolomeze di Kurubhoko, desa Nginamanu (17/08/2019).

Dalam sambutan itu, Bupati Soliwoa juga menyampaikan secara gamblang berbagai capaian pembangunan dan catatan yang masih harus diperjuangkan di masa mendatang.

Lebih lanjut,  Bupati Ngada Paulus Soliwoa menyerukan, untuk  sama-sama mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Ngada. Menurut Bupati Soliwoa stunting merupakan momok  bagi perkembangan balita.

Dikatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek – tidak sesuai dengan standar WHO – untuk usianya. Kondisi stunting akan nampak pada anak berusia dua tahun.

Pada tahun 2018, dari  jumlah 8.215 balita, terdapat balita stunting sebanyak 2.690 orang, atau setara dengan 32, 74%. Konvergensi program dan kegiatan baik yang bersifat spesifik maupun yang bersifat sensitif sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya stunting di kabupaten Ngada. Balita sehat dan kuat, akan menjadi modal dasar dalam mewujudkan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif, inovatif, unggul dan berdaya saing.

Secara terpisah serangkaian perayaan HUT Kemerdakaan, Camat Kasmin juga memberi catatan-catatan dan capaian pembangunan di kecamatan yang dipimpinnya. Dalam momen ini dihadiri anggota DPRD dari dapil V Yohanes Munde, Sekcam Gerardus Dauk, Ketua TP PKK Kecamatan Wolomeze Ny. Nurhayat S. Belo dan anggota TP PKK, Pastor Rekan Paroki Kurubhoko RP. Leonardus Hambur, OFM, para kepala desa, ketua BPD, para guru dan PNS di lingkup Kecamatan Wolomeze, Kapospol Brigadir Bersadi Kilikily, Babinsa Wolomeze Sertu Mansetus Ninmusu, para tokoh dan masyarakat.

Merespons

Terkait dengan seruan Bupati Paulus Soiwoa tentang kasus stunting, Camat Kasmin menekankan bahwa kecamatan Wolomeze termasuk salah satu kecamatan yang angka stunting-nya cukup tinggi. Data di Puskesmas Natarandang menunjukkan, kasus stunting di kecamatan Wolomeze ada 197 kasus, dalam kategori stunting pendek dan sangat pendek untuk usia 0 -60 bulan.
 
Lomba pangan lokal di Wolomeze oleh PKK salah satu cara cegah stunting
Terkait dengan hal itu, menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, kecamatan Wolomeze menaruh perhatian secara khusus pada kasus stunting yang secara angka cukup menonjol di Kabupaten Ngada. Sebagai bentuk sosialisasi dan peringatan kepada masyarakat tentang hal ini, kata Camat Kasmin, digelar lomba pangan lokal dalam mencegah stunting, dan pidato  yang mengikutikan para tim PKK dari berbagai desa.

Kegiatan yang dirangkaian dengan Jambore PKK itu dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ngada Ny. Kurniaty Soliwoa, Rabu (14/08/2019). Lomba kuliner lokal yang disajikan dalam berbagai menu makan di masing-masing stan pameran itu, menarik perhatian  Ny. Kurniaty Soliwoa.

Pangan lokal, imbuh Ny. Kurniaty, memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga dapat diolah sebagai makanan sehat bagi keluarga dengan melakukan diversifikasi menu. Selain itu, pangan lokal juga mudah diperoleh di kebun keluarga dan lebih murah. Hanya Ny. Kurniaty mengingatkan agal hal ini tidak hanya ada di lomba, tetapi diimplementasikan ke keluarga-keluarga.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Kurniaty yang didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Wolomeze, Ny. Nurhayat S. Belo, menghimbau para kepala desa agar secara serius memperhatikan kasus stunting yang dinilai dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dia minta  agar ada alokasi dana desa melalui program yang direncanakan secara baik dan terintegrasi.

Pada kesempatan meninjau pameran pangan lokal, Ny. Kurniaty berharap program pemberian makanan tambahan di setiap desa melalui posyandu yang sudah berjalan perlu diberikan sesering mungkin, misalnya seminggu sekali.

Guna mempercepat pencegahan stunting dan bidang kesehatan serta pendidikan, Ny. Kurniaty mengatakan digagas pembentukan desa model sehingga berbagai program dapat diintegrasikan dan melibatkan peran serta PKK secara intens. PKK, kata dia, tidak bisa dilihat sebelah mata, tetapi berperan besar dalam mengatasi berbagai persoalan baik kesehatan, pendidikan dan ekonomi dalam keluarga. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :