Vigonews

Bupati Ngada Paulus Soliwoa: ‘Tidak Ada Pilihan Lain Kecuali Akhiri Kekerasan Terhadap Anak’



Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Ny. Kurniaty Soliwoa melepaskan sepasang burung merpati sebagai tanda komitmen menjadikan Ngada kabupaten ramah anak dan menghentikan kekerasan terhadap anak -- 

BAJAWA - Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat kabupaten Ngada, Jumat (09/08/2019) mengatakan bahwa kegiatan menyambut HAN adalah bentuk peringatan kepada publik akan semakin maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi akhir-akhir ini. Karena itu dia minta, kegiatan semacam ini yang diisi dengan berbagai atraksi tidak hanya dilakukan menjelang HAN tetapi juga lebih sering.

Untuk kabupaten Ngada, Paulus Soliwoa usai menerima surat terbuka anak Ngada menegaskan, kegiatan seperti ini akan dilakukan setiap bulan sekali bergilir dari kecamatan ke kecamatan. Kegiatan ini semacam safari sebagai wujud penolakan terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak-anak Ngada dan menyatakan ‘Stop Kekerasan Terhadap Anak.’

Baca juga:
Rayakan HAN, 1000 Anak Ngada Turun ke Jalan Bawa Poster

Selanjutnya Bupati Paulus Soliwoa sesaat menjelang penandatanganan Komitmen Pemerintah Ngada  Bebas dari Kekerasan terhadap anak dengan tagline “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak Dimulai dari Diri Saya’ mengatakan, tidak ada pilihan dalam kebijakan Pemerintah Daerah Ngada selain sepakat dan berkomitmen bersama semua stakeholder menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, psikis, verbal, maupun kekerasan seksual. “Stop kekerasan terhadap anak mulai hari ini, di tempat ini dan dari diri saya,” kata Paulus Soliwoa mempertegas tema perayaan HAN dalam komitmen ini.
 
Bupati Paulus Soliwoa melepas 1000 siswa menggelar longmarch pada Jumat (09/08/2019)
Usai penanda tanganan yang diikuti Forkompimda, wakil guru, LSM dan Pers itu, Bupati Paulus Soliwoa didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny. Kurniaty Soliwoa melepaskan sepasang burung merpati disaksikan sekitar 1000 orang siswa dan para undangan yang hadir. Salah seorang siswa bernama Johny bertanya, kenapa melepaskan burun dalam perayaan ini? Yang dijawab salah seorang guru, “karena merpati tak pernah ingkar janji. Komitmen pada HAN tahun ini adalah janji yang nyatakan dalam memerangi kejahatan terhadap anak.

Kasus Kekerasan

Dalam surat terbuka siswa yang dibacakan Putri Margareth Eksan dari SMPK Regina Pacis Bajawa, menyebutkan data di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Ngada merilis, sampai pertengahan tahun 2019 di Kabupaten Ngada, sudah terjadi 14 kasus kekerasan pada anak. Mirisnya, kasus pelecehan seksual setiap tahunnya mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya dari remaja tapi anak-anak, bahkan pada balita.

Rinciannya, tahun 2018: kekerasan fisik 6 orang, penelantaran 2 orang, seksual 13 orang, yang melibatkan pelaku anak sembilan orang (kekerasan seksual) dan 6 saksi anak-anak dalam kasus kekerasan seksual. Tahun 2019:  kasus seksual 10 orang, penelantaran 4 orang, anak pelaku dua orang (kasus kekerasan seksual) dan anak saksi dua orang dalam kasus kekerasan seksual.
 
Penandatanganan komitmen Kabupaten Ngada bebas dari kekerasan terhadap anak - 'Akhiri kekerasan Terhadap Anak mulai Diri Saya' oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa diikuti Forkompimda, LSM, utusan guru dan Pers.
Sekitar 1000 anak dari berbagai sekolah di Bajawa, Bajawa Utara, Golewa Selatan dan Riung, Jumat (09/08/2019) membawa poster berbagai ukuran melakukan longmarch melewati sejumlah ruas jalan utama di kota Bajawa. Aksi anak-anak keliling kota dengan iringan drumband SMPN 2 Bajawa itu menarik perhatian para pengguna jalan. Aksi ini dalam rangka meriahkan Haria Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Ngada tahun 2019.

Para siswa dari berbagai SD, SMP dan SMA/SMK membawa poster berbagai  ukuran keluar dari halaman kantor Bupati Ngada. Mereka turun ke jalan setelah dilepas secara resmi oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa. Terlihat mendampingi Ketua TP PKK Ny. Kurniaty Soliwoa, Sekda Ngada Th. Yos Nono, Kepala Dinas PMD P3A, Johanes C.W Ngebu, Dansim 1625 Ngada  Letkol Inf. I Made Putra Suartwan, Wakapolres Ngada Kompol. I Nyoman Suaryawirawan, sejumlah pimpinan SKPD, dan  APM Wahana Visi Indonesia (WVI) Nagekeo dan Ngada, Otis Kawer Wakerkwa.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :