Vigonews

Sekber PMKRI – GMNI Ultimatum DPRD Ngada Terkait Jabatan Wabup Lowong



Sekber PMKRI - GMNI Ngada menyerahkan tuntutan usai gelar aksi demo, Rabu (12/06/2019) -- 

BAJAWA – Sekretariat bersama (Sekber) PMKRI Cabang St. Stefanus – GMNI Ngada ultimatum DPRD Ngada agar segera tentukan Wakil Bupati Ngada, pasca dilantiknya Paulus Soliwoa menjadi Bupati Ngada.

Ketua GMNI Ngada Benediktus Tengka saat aksi demo, Rabu (12/06/2019) di DPRD Ngada mengultimatum lembaga DPRD Ngada segera memroses pemilihan pejabat wakil bupati Ngada dalam waktu dua minggu. Posisi wakil bupati lowong sepeninggal Paulus Soliwoa yang dilantik menjadi bupati menggantikan Marianus Sae karena tersangkut kasus korupsi.

Menurut Beny, begitu dia biasa disapa, jabatan wakil bupati sangat strategis dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani rakyat. “Ini soal kepentingan rakyat, jadi kami minta lembaga DPRD segera memrosesnya. Kalau dalam waktu dua minggu tidak juga diproses, maka kami akan menggelar aksi demo lebih besar lagi,” kata Beny di hadapan tujuh anggota DPRD Ngada yang menerima para mahasiswa.

Beny menegaskan hal itu setelah Ade Putra Moses membacakan pernyataan sikap yang kemudian menyerahkan kepada lembaga DPRD melalui Wakil Ketua DPRD Ngada Dorothea Dhone. Para mahasiswa yang berjumlah 12 orang diterima oleh tujuh anggota dewan, antara lain: Dorothea Dhone, Marsel Nau, Kristo Loko, Fransiska Zia, Vero Ulle Bhoga, Petrus Ngabi dan Hermens Fua.

Dalam tuntutannya mendesak segera memproses pemilihan wakil bupati, Sekber PMKRI – GMNI Ngada juga menegaskan kepada pimpinan dan semua anggota DPRD Ngada agar jangan sampai ada manuver politik busuk dan kompetisi yang mencederai, dan kong kalikong dengan menunda-nunda proses pemilihan calon wakil bupati, sehingga roda pemerintahan hanya dijalankan oleh bupati sendiri – padahal beberapa waktu terakhir banyak persoalan di kabupaten Ngada yang membutuhkan penanganan cepat. Karena itu, Sekber mendesak partai pengusung segera memroses keluarnya rekomendasi calon wakil bupati ngada.

Terkait dengan proses pengajuan calon wakil bupati untuk mengisi jabatan yang lowong, memang menjadi kewenangan partai pengusung. Karena itu baik Partai PAN, Hanura dan Golkar sudah menerima surat dari lembaga dewan untuk mengajukan calon wakil bupati, yang akan diikuti dengan proses pemilhan di lembaga dewan.
 
Sekber PMKRI - GMNI saat menyampaikan tuntutan di DPRD Ngada
Anggota DPRD dari Partai Hanura dan Golkar, masing-masing Marsel Nau dan Hermens Fua menyampaikan telah menerima surat pemberitahuan untuk mengajukan calon sesuai dengan mekanisme di partai. Dan pihaknya sudah meneruskan kepada struktur partai di atasnya untuk diproses guna mendapatkan rekomendasi. Karena menurut keduanya, keputusan mengeluarkan rekomendasi bukan pada level kabupaten.

Terkait dengan hal itu, Partai PAN sebagaimana dikemukakan Kristo Loko sudah menindaklanjuti dengan mengajukan calon wakil bupati. Surat dari lembaga DPRD sudah diteruskan ke partai pada tingkat atasnya, dan sudah pula mendapatkan rekomendasi yang kemudian diserahkan kepada lembaga DPRD pada tanggal 10 Juni 2019 untuk diproses lebih lanjut.
  
Memanas

Sebelum dialog di ruang paripurna DPRD Ngada yang juga diliput awak media, suasana sempat memanas. Pasalnya, sesaat dibuka Waktil Ketua DPRD Ngada Dorothea Dhone, Ketua PMKRI Cabang Ngada St. Stefanus, Senobius Mbasu langsung interupsi pembicaraan pimpinan dewan. Senobius mempertanyakan ketidakhadiran sebagian besar anggota dewan menerima aksi itu. Merasa pembicaraan diinterupsi, Dorothe pun sempat memanas dan terus melanjutkan pembicaraan yang segera diinterupsi lagi, demikian beberapa saat keduanya beradu interupsi.
 
Anggota DPRD Ngada saat menerima Sekber PMKRI - GMNI Ngada
Namun suasana panas sejenak itu kemudian redah, dan pimpinan dewan menjelaskan alasan ketidakhadiran sebagian besar anggota dewan. Dorotea beralasan aksi itu baru diketahui sejam sebelumnya.  Mestinya, pemberitauan aksi semacam ini disampaikan tiga hari sebelumnya, sehingga ada cukup waktu mengundang anggota dewan hadir. Pasanya, dalam menjalankan perannya, anggota dewan tidak harus berada di kantor, melainkan bisa turun ke masyarakat. Ada juga yang melakukan tugas lainnya, seperti Ketua DPRD Ngada Helmut Waso yang saat itu tidak hadir karena sedang bertugas ke luar daerah.

Tuntutan

Pada aksi demo di DPRD Ngada, Sekber PMKRI – GMNI Ngada menyampaikan sejumlah tuntutan. Selain mendesak lembaga DPRD segera memroses pemilihan dan pelantikan wakil bupati Ngada yang mengalami kekosongan sejak Paulus Soliwoa dilantik menjadi Bupati menggantikan Marianus Sae, Sekber PMKRI – GMNI Ngada juga menyampaikan tuntutan agar segera melantik Sekda Ngada.

Tuntutan lain, adalah soal revitalisasi pasar Bobou yang tidak berjalan maksimal – karena ada pembiaran terjadi jualan di dalam kota Bajawa. Terkait dengan itu, sekber juga mempertanyakan keberlanjutan pemanfaatan pasar inpres Bajawa. Sekber meminta penyelesaian masalah Undana Bajawa yang telah menghabiskan anggaran daerah puluhan miliar.
 
Sekber PMKRI - GMNI Ngada berorasi di depan gedung DPRD Ngada
Aksi demo Sekber PMKRI – GMNI Ngada sempat melewati simpang lima Bajawa dengan melakukan orasi, kemudian menuju gedung DPRD Ngada. Di depan gedung wakil rakyat itu, Sekber melakukan orasi yang disampaikan Ketua GMNI Ngada Benediktus Tengka, Ketua PMKRI Cabang Ngada St. Stefanus Senobius Mbasu dan salah seorang anggota PMKRI Ade Putra Moses.

Aksi demo belasan mahasiswa yang menggunakan kendaraan pikap dengan atribut bendera organisasi sempat menyita perhatian masyarakat kota Bajawa. Aksi yang dimulai sekitar pkl. 10.00 wita itu hingga di depan gedung dewan baru diterima sekitar pkl 12.30 wita. Selanjutnya para mahasiswa menyampaikan tuntutan kepada tujuh anggota dewan dan berdialog berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik Ngada akhir-akhir ini. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :