Vigonews

PDC Proses Mewujudkan Mimpi Keluarga Sebagai ‘Ecclesia Domestica’



Peserta PDC --  

MATALOKO – Pelatihan fasilitator  Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) yang digelar di Kemah Tabor, Mataloko, Kabupaten Ngada dibuka secara resmi oleh APM Wahana Visi Indonesia (WVI) Nagekeo dan Ngada, Otis Kawer Wakerkwa, Selasa (21/05/2019).

Kegiatan ini diikuti  para peserta yang datang dari desa-desa dan mitra lainnya dalam wilayah layanan WVI – dua kecamatan di Kabupaten Nagekeo dan dua kecamatan di Kabupaten Ngada -  utusan sejumlah paroki, demonominasi gereja, dan P2TP2A dari dua kabupaten ini.

Baca juga:
40 Peserta Ikut Pelatihan Fasilitator ‘Pengasuhan Dengan Cinta’ di Kemah Tabor
Digelar WVI, Peserta Senang Ikut Pelatihan Fasilitator PDC

Pembukaan kegiatan pelatihan fasilitator ‘Pengasuhan dengan Cinta’ (PDC) tersebut menandai dimulainya pelatihan selama empat hari, yang akan berakhir Jumat (24/05/2019) pekan ini. Sekaligus para peserta mulai mengikuti proses materi demi materi, diskusi, shering dan simulasi yang didampingi para fasilitator utama, masing-masing: Slamet Koesharyadi, Feri Silaban dan Paulina Pede.

Ketika membuka kegiatan, APM Wahana Visi Indonesia (WVI) Nagekeo dan Ngada, Otis Kawer Wakerkwa mengatakan, pelatihan fasilitator PDC ini berangkat dari keprihatinan karena banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku, yang disebabkan oleh kesalahan pola asuh dalam keluarga.
 
Slamet Koeshariyadi menyampaikan arahan pada pelatihan fasilitator PDC
Jadi, kata Otis, pelatihan ini tujuan utamanya mendukung untuk memperlengkapi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah dalam mewujudkan kesejahteraan anak dan pengasuhan anak yang baik.

Dibagian lain Otis menambahkan, bahwa PDC juga bertujuan mengapresiasi keluarga dalam mewujudkan pembentukan spiritualitas anak dan mengusahakan kesejahteraan anak. Memperluas pengertian dan membukakan realita dan konteks dalam keluarga.

Selain itu, berupaya memahami hal-hal yang diperlukan untuk mengetahui kerangka pikir dan proses yang dibutuhkan untuk mendukung perjalanan sebagai sebuah keluarga yang utuh dan penuh cinta; mengidentifikasi cara-cara praktis untuk mewujudkan mimpi sebuah keluarga; dan diharapkan peserta memperoleh pengetahuan dan memiliki ketrampilan tentang pengasuhan anak di dalam keluarga.

Dikatakan Otis, anak akan bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik tergantung dari pola asuh dengan cinta dalam keluarga. “Kita perlu masuk dalam proses ini (PDC)  supaya bisa menyalurkan dan mengembangkannya dalam keluarga-keluarga dan masyarakat. Kita peduli supaya masa depan anak-anak lebih baik dari kita. Tuhan pasti menolong kita agar kita mampu menolong banyak anak dan keluarga,” imbuh Otis.

“Karena itu melalui kegiatan pelatihan PDC ini, kita belajar bersama mengetahui apa kehendak Tuhan dalam diri kita dalam mengasuh anak. Dan, orangtua mesti dibantu bagaimana cara mengasuh anak,” Kata Otis lagi.
 
Feri Silaban memberi arahan kepada peserta PDC

Pada pengantar pelatihan PDC, salah seorang fasilitator kegiatan Slamet Koesharyadi, mengatakan pelatihan dilatar belakangi oleh banyak ditemukannya kasus kekerasan pada anak – baik anak sebagai korban maupun sebagai pelaku – karena kurangnya kasih sayang dalam keluarga akibat pola asuh yan salah.

Fakta ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan bagi WVI yang ditunjang sejumlah survey untuk mengembangkan modul pelatihan, kemudian diujicoba, dan terakhir yang digunakan untuk pelatihan ini adalah model ‘Pengasuhan dengan Cinta’ (PDC).

Dikatakan, hancurnya keluarga sedikit tidaknya dipengaruhi oleh renggangnya relasi cinta dalam keluarga, maupun lingkungan, dimana keluarga tidak mampu berperan maksimal sebagai ‘ecclesia domestika’ – gereja rumah tangga. Tempat dimana anak-anak menerima pewartaan pertama mengenai iman, suatu sekolah untuk membina kebajikan-kebajikan manusia dan cinta kasish Kristen. (EDJOM)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :