Vigonews

Digelar WVI, Peserta Senang Ikut Pelatihan Fasilitator PDC



MATALOKO – Sejumlah peserta  memberi kesan antusias terhadap Pelatihan fasilitator  ‘Pengasuhan Dengan Cinta’ (PDC) yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kemah Tabor, Mataloko, Kabupaten Ngada, 20 – 24 Mei 2019,  meski kegiatan baru berjalan sehari dari rangkaian kegiatan selama empat hari.

Sebagian besar peserta yang juga para ibu dan orang muda mengungkapkan pelatihan fasilitator ini sangat berkesan dan membuka wawasan mereka dalam mengembangkan pola asuh secara tepat dalam keluarga. Karenanya, tiga peserta, masing-masing: Yohana Wona, Oktaviani tati Resi dan Romana Moi memberi apresiasi kepada WVI yang membawa khazanah baru dalam upaya memberi pemahaman kepada keluarga-keluarga tentang pola asuh anak.

Baca juga:
PDC Proses Mewujudkan Mimpi Keluarga Sebagai ‘Ecclesia Domestica’
40 Peserta Ikut Pelatihan Fasilitator ‘Pengasuhan Dengan Cinta’ di Kemah Tabor

Para peserta yang didampingi oleh tiga fasilitator utama, masing-masing: Slamet Koesharyadi, Feri Silaban dan Paulina Pede, dituntun dari materi demi materi melalui metode shering pengalaman, diskusi dan simulasi  guna mengatasi masa lalu, menghargai masa sekarang, menatap masa depan, dan mewujudkan mimpi keluarga.

Mimpi indah sebuah keluarga kadang sulit terwujud  karena masa lalu yang kelam yang belum terselesaikan. Empat tahap ini menjadi jembatan bagi para peserta untuk menyebranginya hingga mewujudkan mimpi bersama dalam keluarga.
 
Doa pemutusan dalam penyelesaian dengan masa lalu
Dari empat tahap itu, materi pengantar dalam pendampingan peserta dibagi dalam 16 sesi. Tahap mengatasi masa lalu, peserta diajak untuk membuat harapan dan mimpi untuk keluarga; pengalaman masa kecil yang paling berkesan, tanda keutuhan dan kehancuran, dan mengenal benih kebaikan.

Tahap menghargai masa sekarang, dimana peserta dituntun untuk mengenal sukacita dan rasa sakit, mengenal ruang kasih dan anugerah, menemukan alasan untuk mengucap syukur dan kesempatan untuk saling mengampuni, serta memahami anak (hak anak dan perlindungan anak).

Tahap menatap masa depan, meliputi materi  menentukan saat yang tepat, mengenal para pembangun yang bijaksana, menentukan langkah kita, disiplin positif, mengelola stres dan mengendalikan amarah serta mendengarkan secara aktif. Sementara tahap terakhir adalah mewujudkan mimpi, dengan materi melukis di telapk tangan saya, dan membicarakan tentang berkat.

Terhadap materi-materi tersebut – meski baru masuk hari pertama -- para peserta mengaku sudah bisa menangkap alur sehingga tahap terakhir mewujudkan mimpi keluarga. Salah seorang peserta dari Paroki Raja, Nagekeo yang juga guru di SMPN 1 Boawae, Yohana Wona mengatakan sangat berkesan dengan pelatihan fasilitator PDC ini.

Dikatakan Yohana,  pelatihan ini seperti menjawab harapannya bagaimana seharusnya mengembangkan pola asuh anak dalam keluarga, baik dalam pertumbuhan maupun perkembangan anak. “Ini memang kesempatan yang baik bisa menambah wawasan melalui ilmu dan membuka pola pikir tentang  pola asuh anak yang ideal,” kata Yohana penuh semangat.

“Mungkin karena itu, ketika menerima undangan dengan penjelasan singkat, saya kemudian tertarik mengikuti pelatihan PDC ini. Dengan mengikuti pelatihan ini akan menjadi bekal yang bisa saya terapkan dalam mengasuh anak mapun dalam memberi penyuluhan bagi keluarga dalam masyarakat. Pelatihan ini jadi semacam kritik terhadap diri sendiri, bahwa yang dilakukan selama ini keliru,”  tambah Yohana.
 
Menatap masa depan dengan sukacita
Pelatihan ini juga menarik bagi aktivis perempuan, Oktaviani tati Resi. Dia kemudian memutuskan untuk ikut kegiatan ini. Pelatihan PDC memberi khazana baru baginya baik untuk dirinya dan keluarga maupun sebagai fasilitator yang siap memberi penyuluhan menyebar luaskannya ke keluarga dan masyarakat.

Seperti halnya Tati Resi, aktivis perempuan lainnya, Romana Moi, juga mengikuti kegiatan ini dengan antusias, meski bukan hal baru. Namun menurut dia pada setiap pelatihan tentu selalu ada hal baru, misalnya suasana baru dengan peserta yang baru pula.

Hanya dia berharap para fasilitator utusan dari sejumlah desa, paroki dan denominasi gereja ini dapat mengimplementasikan pengetahuan dan skils yang sudah diperoleh di tempat masing-masing. Pengalamannya sebagai fasilitator dalam bidang lain, kadang utusan pulang diam saja – tidak mengimplementasikan apa yang sudah diperoleh saat pelatihan. (EDJOM)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
Unknown
AUTHOR
25 May 2019 at 10:46 delete

PDC JUGA MERUPAKAN KUNCI KEUTUHAN KELUARGA TEMPAT TUMBUH KEMBANGNYA ANAK YANG SEMPURNA. TERIMA KASIHPAK EMANUEL DJOMBA.

Reply
avatar