Vigonews

Bupati Paulus Soliwoa: ‘Kegiatan BBGRM Harus Memperkuat Integritas Sosial Masyarakat’


BAJAWA – Bupati Ngada Paulus Soliwoa berharap kegiatan BBGRM ke-16 tingkat Propinsi NTT yang dilaksanakan di Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada dapat menguatkan kembali nilai-nilai gotong royong dalam masyarakat.

“Nilai-nilai gotong royong yang ada dalam masyarakat hendaknya semakin memperkuat integritas sosial masyarakat,” papar Paulus Soliwoa pada awal April lalu saat apel pencanangan BBGRM.

Pada apel pencanangan BBGRM itu dihadiri unsur Forkopimda, jajaran PNS lingkup Pemda Ngada, para camat yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam kaitan dengan kegiatan BBGRM ke-16 tingkat Propinsi NTT yang akan digelar di Mengeruda dari tanggal 26 April – 2 Mei 2019, Bupati Soliwoa minta masyarakat agar memaknai nilai gotong royong.

Memaknai Gotong royong masyarakat merupakan kegiatan bersama dalam berbagai bidang pembangunan yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat dalam pembangunan. Gotong Royong kata Bupati Soliwoa, merupakan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang sudah menjadi warisan turun temurun dari generasi ke generasi.

Dikatakan, nilai–nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa, pada dasarnya harus dilestarikan guna untuk memperkuat integritas sosial masyarakat di Desa pada khususnya, dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya.

Lebih jauh Bupati Soliwoa menegaskan, nilai–nilai gotong royong dan partisipasi pada hakikatnya dapat membuat masyarakat senantiasa hidup rukun di setiap komunitas lokal, bersama–sama mengembangkan kehidupan keluarga dan kerabat, serta bahu membahu dalam membangun kehidupan bersama.

Dana menurut Bupati Soliwoa, kearifan nilai–nilai sosial budaya dalam aspek bergotong royong dan keswadayaan patut dijaga, dipelihara dan dikembangkan agar masyarakat bersinergi, berpartisipsi dan berkeberdayaan menuju Bangsa yang Mandiri dan Sejahtera. “Semangat kebersamaan dan kegotong royongan yang telah mengakar dan melembaga dalam kehidupan masyarakat kita, menjadikan masyarakat kita hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan dengan suasana kekeluargaan,” paparnya.

Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang diselenggarakan ini, pada intinya harus memiliki dampak langsung pada masyarakat, khususnya terkait partisipasi dan swadaya dalam membangunan desa dan peningkatan tata kelola pemerintahan di desa.

Selain itu, kata Bupati Soliwoa, sesuai arahan Peraturan Menteri Dalam  Negeri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan demikian salah satu esensi mendasar dari pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong ini adalah adanya perubahan cara pandang dalam memaknai Bulan Bakti Gotong Royong bukan hanya sekedar seremonial belaka namun menjadi ruang ekspresi dan penetrasi ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), harus kita yakini bahwa ketika sebuah keluarga dibentuk dengan akhlak yang mulia, selalu ditanam dengan pendidikan nilai, etika moral dan budaya maka dengan sendirinya semangat gotong royong, partispasi dan swadaya masyarakat akan dihidupkan kembali yang tentu akan berdampak pada kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” urai Bupati Soliwoa.

Tema penyelenggaraan Bulan Bakti Gotong adalah  dengan  “Semangat bulan bakti gotong royong masyarakat  ke 16, hari kesatuan gerak PKK ke-47, gelar TTG ke-5, dan hari keluarga nasional ke-26, kita gelorakan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat menuju kabupaten ngada yang maju, mandiri dan sejahtera.”   Dengan tema ini kiranya masyarakat dapat memaknai hal ini dalam pelaksanaanya nanti sehingga kita semua melaksanakan ini penuh rasa tanggungjawab dan dapat berhasil guna bagi masyarakat Ngada dan masyarakat NTT pada umumnya.  “Saya juga berharap agar kegiatan Pencanangan BBGRM ini akan dilanjutkan di masing-masing Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Ngada,” pinta Bupati Soliwoa. (EDJOM)*** 

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :