Vigonews

SMKS Reformasi Wue Berbasis Keunggulan Lokal Dicanangkan!



WOLOMEZE - Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Reformasi Wue berbasis keunggulan lokal dicanangkan, Selasa (20/02/2019) di Wue Kecamatan Wolomeze. Pencanangan itu ditandai dengan penanaman 1000 anakan cendana dan kelor, yang secara resmi dilakukan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai dan Camat Wolomeze Kasmin Belo. 

Kegiatan penanaman ini didampingi Pimpinan Lembaga Penyelenggara Pendidilan SMKS Reformasi Wue Marselinus Mingge, Kepala SMKS Reformasi Wue Severinus Gae Gili, S.Pd. Disaksikan para guru, siswa dan orang tua siswa.

Baca juga:
Kadis Pertanian Ngada: 'Didik Siswa SMK Jadi Petani Berdasi'

Berbasis keunggulan lokal yang dimaksud, sesuai dengan potensi wolomeze yang merupakan areal lahan kering. Salah satu yang dikembangkan yakni penanaman 1000 anakan cendana dan kelor kerja sama dengan Yayasan Puge Figo. 

Ke depan diharapkan cendana dan kelor yang ditanam akan dibeli oleh Yayasan Puge Figo sebagai bahan baku pembuatan berbagai minyak herbal dan produk kecantikan. Selain cendana dan kelor, juga ditanam jagung dan pisang. Tanaman nilam dan sere dapur juga dibudidaya dalam skala besar, kerja sama dengan Yayasan Puge Figo.

Sesuai dengan potensi lokal, siswa tamatan sekolah ini diharapkan memiliki tiga kompetensi - baik keilmuan maupun live skils - dalam bidang pertanian hortikultura, peternakan ruminansia  dan Teknologi Komputer Jaringan (TKJ).

Dalam bidang peternakan, di sekolah ini dikembangkan ternak sapi dan babi penggemukan, dan unggas. Terkait dengan itu, dikembangkan pula pembuatan pakan ternak. Sementara kotoran ternak dijadikan bahan pembuatan pupuk organik.
 
Pencanangan SMKS Reformasi Wue berbasis keunggulan lokal
Diharapkan setelah selesai studi, siswa dapat terserap dalam dunia kerja dan menumbuhkan kewirausahaan berbasis desa. Terkait dengan penekanan pada live skils alumni, setelah selesai tiga tahun, mereka diberi kesempatan setahun lagi dalam program pengembangan profesional.

Terkait dengan penyiapan kecakapan hidup (live skils) lulusan diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat  dalam bidang pertanian dan peternakan. Karena itu, sekolah ini tidak menargetkan siswa banyak, tetapi alumni memiliki kecakapan hidup sehingga mampu menjawab persoalan di masyarakat dan mampu membuka lapangan kerja bagi dirinya dengan mengembangkan kewirausahaan berbasis pertanian dan peternakan sesuai potensi lokal.

Sementara Kepala SMKS Reformasi Wue, Severinus Gae Gili dalam sambutannya saat pencangan mengatakan, dalam meningkat revitalisasi pendidikan sesuai realitas masyarakat, maka perlu kembangkan keunggulan lokal, sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan para siswa.

Karenanya, kata Severinus perlu dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat dan stake holder lainnya dalam mendukung lembaga ini, sehingga tamatannya dapat menjawab tantangan zaman.

Sementara Pimpinan Lembaga Penyelenggara SMKS Reformasi Marselinus Mingge memgharapkan lulusan sekolah kejuruan ini kelak akan kembali ke masyarakat. "Di sana mereka mampu mengembangkan sumber daya masyarakat lokal," papar Linus

Sebagai sekolah berbasis keunggulan lokal, kata Linus, pihaknya akan mengembangkan sekolah ini sesuai dengan potensi di wilayah Wolomeze. Mengembangkan pertanian organik dengan daya dukung unit pengelola pupuk organik sekaligus mendukung go organic yang dicanangkan Pemda Ngada. Dukungan unit pengelola pupuk organik disandingkan dengan peternakan yang menjadi salah satun jurusan sebagai penghasil kotoran untuk bahan pupuk organik. "Kita akan manfaatkan kandang sapi, babi dan aneka ternak uanggas  diguna

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :