Vigonews

Wagub NTT: 'Jangan Terima Rastra untuk 7 Turunan'



Pelepasan Beras Rastra oleh Wagub NTT, Yosef Naesoi di Bajawa --  

BAJAWA - Wagub NTT Yosef Naesoi, Jumat (22/02/2019) secara resmi meluncurkan beras sejahtera (Rastra) tak berbayar di Bajawa. Peluncuran Rastra secara simbolis ditandai dengan penyerahan bantuan beras kepada lima orang wakil dari warga masyarakat penerima Rastra di kabupaten Ngada. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tiga truk beras Rastra oleh Wagub Naesoi di pelataran kantor Bupati Ngada.

Dalam sambutannya, Wagub Naesoi mengingatkan jangan sampai beras rastra menjadi bantuan yang diterima turun-temurun. Rastra ini, kata Naesoi harus memberdayakan warga penerima, baik di Ngada maupun di NTT pada umumnya. "Beras Rastra ini diberikan kepada mereka yang perlu diberdayakan. Tetapi jangan sampai Rastra diterima sampai tujuh turunan," katanya.

Ingat Rastra ini diterima oleh penerima yang hidup di atas tanah yang subur dan potensial. Karena itu Rastra harus menjadi jalan lain dalam pemberdayaan yang akan mendorong kita bangkit dari keterpurukan.

"Rastra harus dimaknai sebagai perjalanan agar semakin hari semakin baik dengan bantuan ini. Harus merupakan jalan via dolorosa menuju via laetitia - dari jalan dukacita menuju jalan sukacita," papar Wagub Naesoi.

Lebih lanjut, Wagub Naesoi menegaskan bahwa warga penerima tidak boleh diberi label fakir miskin.  Miskin mungkin. Tetapi 'fakir' itu yang sangat tidak manusiawi. Karenanya dalam perjalanan ini kita akan terus bangun potensi NTT, sehingga NTT bangkit dan sejahtera. Supaya tidak lagi dikatakan miskin.

"Saya semalam baru lantik sejumlah pejabat. Saya katakan, jangan curi uang rakyat. Kalau terbukti saya pecat saat itu juga. Kita punya komitmen memberantas korupsi sehingga uang kita yang sebenarnya cukup bisa dimaksimalkan untuk membangun demi mencapai kesejahteraan rakyat," papar Naesoi.
 
Wagun Yosef Naesoi menyerahkan bansos Rastra kepada lima wakil warga penerima di Bajawa

Beda Raskin

Kegiatan peluncuran Rastra atau Beras Sejahtera dari Bansos Rastra tahun 2019, dihadiri para kepala Dinas Sosial se-Propinsi NTT, pimpinan SKPD tingkat kabupaten Ngada serta undangan lainnya.

Dalam rapat koordinasi usai launching disebutkan program Rastra atau beras sejahtera adalah bantuan pangan berupa beras dari pemerintah kepada warga miskin, baik PKH maupun Non PKH.

Sementara Taufik Anwar dari BPKP bidang pengawasan mengatakan Rastra ini beda dengan Raskin, kalau Raskin dipungut biaya, tapi beras Rastra ini Pemerintah berikan secara gratis, tanpa biaya apapun. Jadi Rastra ini tidak berbayar.

Peluncuran beras Rastra ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 hingga 2018. Di tahun 2019, sebanyak 8.051 warga Ngada penerima Rastra. Masing-masing menerima jatah Rastra 10 kilo beras per kepala keluarga, selama satu tahun penuh, yang didrop tiga bulan sekali.

Beras Rastra nerupakan bantuan sosial pemerintah, distribusikan melalui Dolog ke desa masing-masing, tanpa pungut biaya (gratis). Nama penerima dikirim dari Kementrian Sosial RI berdasarkan data sensus penduduk tahun 2015. Jika ada perubahan data, tergantung dari laporan Desa melalui mekanisme musyawarah Desa, selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat.

Beras Rastra yang dilaunching didistribusikan, Kamis (22/02/2019) langsung ke kecamatan Bajawa dan Soa. Sedangkan Kecamatan lainnya telah dilakukan hari sebelumnya. Selepas Launching Rastra, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Para Kepala Dinas Sosial se-NTT di aula Setda Ngada.

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :