Vigonews

Soal Listrik Mati Hidup, Wagub NTT: Maret Masih Mati Hidup, PLN Berhadapan dengan Yosef Naesoi



BAJAWA - Listrik di Ngada yang terus mati hidup tak menentu, ternyata membuat Wagub NTT Yosef Naesoi ikut kesal.

Ekspresi kekesalan itu ditunjukkan  Wagub Naesoi saat menyampaikan sambutan pada acara peluncuran Beras Sejahtera (Rastra) tingkat Provinsi NTT di pendopo Kantor Bupati Ngada di Bajawa, Jumat (22/02/2019).

Wagub Naesoi setiap kali kunjungan ke kabupaten Ngada, ternyata selalu menyaksikan sendiri listrik yang sering mati hidup - mati dari pagi sampai pagi. Demikian juga keluhan dari warga Ngada, termasuk ekspresi yang ditunjukkan melalui media sosial.

Dikatakannya, di Ngada ini listrik mati dari pagi sampai pagi. Sudah tidak beraturan lagi, sehingga mengganggu aktivitas dan pelayanan masyarakat yang membutuhkan.

Terkait dengan hal itu, Naesoi menegaskan sudah menanyakan langsung kepada pimpinan PLN NTT di Kupang. "Saya sudah minta penjelasan pimpinan PLN di Kupang dan katanya Maret ini mesin tambahan akan datang," jelas Wagub Naesoi.

Namun dia melanjutkan: "Kalau Maret 2019 nanti masih terus mati hidup, maka PLN akan hadapi dengan Yosef Naesoi."

Masyarakat, kata Wagub Naesoi, sudah hidup dalam kegelapan bertahun-tahun. Jadi jangan sampai mereka hidup dalam gelap gulita terus, supaya mereka tidak maki-maki PLN. "Tetapi kalau listrik hidup terus maka PLN pasti didoakan terus," katanya.

Sementara di tempat terpisah, Manager PLN Ranting Bajawa Vincent Rambo kepada media mengatakan, kondisi listrik di Ngada yang mati hidup disebabkan adanya defisit daya. 

Untuk itu, kata Vincent, perlu penambahan mesin pembangkit. Saat ini sedang dilakukan relokasi mesin untuk mengatasi defisit daya tersebut, sehingga nanti tidak terjadi lagi kurang daya yang mengakibatkan dilakukannya pemadaman bergilir seperti terjadi akhir-akhir ini.

Penambahan mesin di bulan Maret, jelas Vincent bertujuan untuk mengatasi defisit  daya itu, sehingga tidak dilakukan pemadaman bergilir secara terjadwal seperti selama ini

Namun Vincent menambahkan, untuk padam-padam sesaat yang terjadi di luar jadwal pemadaman itu,  disebabkan gangguan eksternal akibat jaringan tersentuh pohon, orang lempar jaringan,  orang tebang bambu dan timpa ke jaringan. Selain itu juga karena hewan seperti kelelawar atau ular yang sentuh jaringan. 

Ada juga akibat petir dan itu gangguan yang terjadi di luar prediksi sehingga menyebabkan listrik padam. "Jadi perlu juga dukungan masyarakat untuk merelakan pohon yang dekat dengan jaringan untuk ditebang," pintanya.***

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :