Vigonews

Distan Ngada ‘Kick Off’ Pertanian Ramah Lingkungan Menuju ‘Go Organik’



BAJAWA – Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemda Ngada dengan CV. Suluh Lingkungan (SL) Consultan dalam pembangunan pertanian ramah lingkungan,  menuju go organik, go green dan  go clean, baru berlalu sebulan.

Menindaklanjuti kesepakatan itu, Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Selasa (19/02/2019) nyatakan  ‘Kick of  Pertanian Ramah Lingkungan Menuju Go Organik.’ Kegiatan itu dipimpin  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai. Hadir pada saat itu, Managing Director SL Consultan, Adrianus Lagur, pimpinan SKPD terkait, PPL, para kepala Desa, dan kelompok tani.

Kadis Pertanian Pasklias W. Bai, kepada media usai kegiatan mengatakan, ‘kick off pertanian ramah lingkungan’ sebagai tanda dimulainnya program pertanian ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemda Ngada dengan CV. Suluh Lingkungan Konsultan yang sudah berlangsung Februari lalu.

Baca Juga:

Pergerakan dimulai dengan membangun pemahaman bersama antara seluruh stake holder dalam kaitan dengan pembangunan pertanian ramah lingkungan. Pemahaman bersama dari semua pelaku dengan indikator: input harus baik, ada ketersediaan air, penggunaan pupuk organik, kelompok dipersiapkan, sarana produksi disiagakan.

Selain itu, kata Paskalis, mendisain master plan kawasan pertanian organik di kabupaten Ngada, dengan sasaran kawasan itu jadi agrowisata guna meningkatkan pendapatan petani.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama dengan SL Consultan guna menyamakan persebsi dengan Pemda Ngada. SL Consultan dalam hal ini memberi masukan-masukan terkait dengan pelaksanaan program seperti teknologi apa yang dibutuhkan untuk mendukung program ini.

Program pembagunan pertanian ramah lingkungan ini, kata Paskalis juga sebagai upaya mewujudkan misi kabupaten Ngada guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Ngada sebagaimana tergambar dalam RPJMD Kabupaten Ngada.

Dukungan Teknologi

Terkait dengan dimulainya (kick off) program ini, Managing Director CV. Suluh Lingkungan Consultan Adrianus Lagur mengatakan SL berperan memberi input dan edukasi teknologi yang mendukung program pertanian ramah lingkungan.

Guna mendukung program ini, kata Adrianus, tidaklah sederhana dengan menggunakan pupuk organik saja, lalu dikatakan sudah go organik. Tetapi juga perlu konsultasi bahwa selain go organik, konsep pertanian ramah lingkungan harus juga go clean dan go green. Pembangunan pertanian haruslah berkelanjutan, sehingga aspek yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan harus dihindari.

Terkait dengan program pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Ngada, kata Adrianus, SL akan memberi bimbingan secara teknis terkait dengan penggunaan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya lokal seperti input pupuk organik dengan kotoran organik melalui tawasan fermentasi WC ternak. Dari konsep ini petani dapat menghasilakan pupuk secara mandiri dalam mendukung program go organik.

Selain itu, kata Adrianus, secara teknis, SL membimbing untuk memastikan ketersediaan air di musim kemarau, melalui dukungan teknologi pompa air ramah lingkungan berbasiskan energi sinar matahari, sehingga air bisa didorong lebih tinggi untuk tujuan pertanian.

Konsep keberlanjutan (ramah lingkungan) menurut Adrianus juga ada hubungan dengan lembaga penyedia jasa. “Jadi lembaga penyedia jasa harus disediakan dalam konsep pertanian organik,” katanya.

Yang ditawarkan oleh SL Consultan adalah semacam fee base. Terkait dengan itu, pemda Ngada sebagaimana juga dikemukakan Kadis Pertanian Paskalis W. Bai membentuk lembaga jasa alsintan (alat pertanian) bagi pertanian (brigade). Kini sedang godok naskah akademis untuk pembuatan perbup pembentukan lembaga jasa semacam UPTD. Demikian juga pompa air akan disediakan oleh lembaga penyedia jasa.

Dalam hal ini petani pada dasarnya tidak memerlukan traktor atau pompa air, tetapi hanya perlu lahan mereka dibajak dan membutuhkan air yang cukup untuk pertanian. Dengan konsep ini petani akan lebih fokus pada pengolahan lahan untuk meningkatkan produksi ketimbang harus ikut memikirkan membeli alat pertanian yang sebenarnya secara teknis tidak punya kemampuan mengoperasikan dan menjamin maintenace. Jika petani harus mengolah lahan tetapi juga menyediakan alsintan maka menjadi tidak bisa fokus.

Ditambahkan Adrianus, kekuatan SL Consultan memperkenalkan teknologi-teknologi ramah lingkungan terkait dengan pemanfaatan energi terbarukan. “Dalam hal ini saya bantu bagaimana tanaman cabe tetap hijau, dan bukan urusan menanam cabe,” kata Adrianus menganalogikan peran SL Consultan dalam kerja sama ini.

Respons

Terkait dengan pelaksanaan program pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Ngada, Dinas pertanian sudah melakukan pemataan kawasan – sebagai kawasan pertanian yang diidentifikasi dimulainya pembangunan pertanian ramah lingkungan.  Kawasan hortikultura  mulai diimplementasi di desa Bowali, Seminari Mataloko dan kawasan Hedhakela.

Kepala Desa Bowali, Fransiskus Ana Meo, usai ‘Kick off Pertanian Ramah Lingkungan menuju Go Orgnik,’ merespons positif konsep ini. Sebagai kepala desa, Frans Ana Meo merespons dan menerima desanya dijadikan tempat ‘kick off’ pertanian ramah lingkungan – dengan konsentrasi kawasan hortikultura.

“Program ini sesuai dengan visi dan misi yang ditawarkannya saat menjadi kepala desa. Dengan begini berarti konsep pertanian ramah lingkungan di desa saya akan bergerak lebih cepat karena ada intervensi dari pemerintah daerah. Selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat saya,” kata Frans.

Menurut dia, dengan pertanian ramah lingkungan, tentu hasil akan lebih baik, lingkungan tetap terpelihara, lebih sehat dan pendapatan petani meningkat. Karena itu, Frans mengatakan terkait dengan penyediaan bibit pihaknya akan anggarkan dari dana desa. Sedangkan input lainnya sudah ditangani Pemda Ngada. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :