Vigonews

Pemda Ngada Tandatangani MoU Percepatan Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan



Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Managing Director CV. Suluh Lingkungan Konsultan Adrianus Lagur tandatangi MoU kerja sama dalam bidang pembangunan pertanian ramah lingkungan -- 

BAJAWA – Guna percepatan pembangunan pertanian ramah lingkungan (Berkelanjutan), Pemda Ngada menandatangani  Nota Kesepahaman dengan CV. Suluh Lingkungan Konsultan, Selasa (09/01/2019) di Bajawa.

Penandatanganan nota kesepahaman itu ditandatangani Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa  dan Managing Director CV. Suluh Lingkungan Adrianus  Lagur. Disaksikan Plt. Sekda Ngada Hironimus Reba Watu, Kepala BP-Litbang Hilarius Sutanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Emanuel Kora dan pimpinan SKPD lainnya.

Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa berharap usai  penandatanganan nota kesepahaman akan dilanjutkan Perjanian Kerja Sama (PKS) dengan dinas terkait sehingga kerja sama dalam mendukung program go organic di Kabupaten Ngada segera terwujud secara luas di masyarakat.

Dikatakan Soliwoa, penandatanganan MoU terkait dengan pembangunan pertanian berkelanjutan adalah peristiwa dan aksi kemanusiaan. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan bahwa bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat Ngada sudah tidak memenuhi standar kesehatan karena penggunaan pupuk kimia dan pestisida melebihi ambang batas, yang dalam prosesnya juga merusak ekosistim.

Keprihatinan akan hal itu yang membuat Pemda Ngada melalui Dinas Pertanian terus berupaya mencari kiat-kiat dalam mewujudkan pertanian bekelanjutan di kabupaten Ngada, yang dimulai dengan program go organic sejak tahun 2016 lalu.

Melalui pendatanganan MoU yang kemudian mendapat penjelasan gamblang dari pihak konsultan, kata Plt. Bupati Soliwoa, memberi gambaran yang amat jelas bahwa penggunaan pupuk organik saja belum bisa dikatakan pembangunan pertanian kita ramah lingkungan.

“Penggunaan pupuk organic saja belum dikatakan ramah lingkungan dan disebut go organic. Namun masih ada kendala lain sehingga kita harus juga go clean dan go green,” kata Soliwoa.

Namun Plt. Bupati Soliwoa memberi aparesiasi kepada Dinas Pertanian yang sudah memulai dengan program go organic sebagai langkah awal menuju pertanian ramah lingkungan. Selanjutnya untuk menuju pertanian yang ramah lingkungan harus terintegrasi dengan go clean dan go green.

“Terkait dengan hal itu, maka hari ini kita menandatangani MoU dengan CV. Suluh Lingkungan Konsultan sehingga konsep pertanian ramah lingkungan bisa terwujud di Kabupaten Ngada.

Hanya saja, Soliwoa mengingatkan, sebagus apapun program – terutama dalam kaitan dengan upaya pertanian ramah lingkungan – harus dimulai dengan perubahan pola pikir masyarakat. Karena kalau tidak, program yang bagus pun belum tentu terwujud. “Kita sudah mulai dengan go organic, dan kerja sama ini kita harapkan akan membuat pertanian kita ramah lingkungan – menggunakan pupuk organic, memenuhi standar kesehatan dan tetap hijau di musim kemarau,” papar Soliwoa.
 
Pompa air yang menggunakan tenaga air
Integrasi

Sementara, Managing Director CV. Suluh Lingkungan Konsultan, Adrianus Lagur memaparkan bahwa, pihaknya dalam hal ini adalah penyedia konsultasi dalam bidang lingkungan hidup dan pertanian ramah lingkungan (pertanian berkelanjutan)

Jika kemudian kerja sama ini diwujudkan melalui MoU, kata Adrianus, sebenarnya dimulai dari diskusi kecil bersama Kepala Dinas Pertanian Paskalis Wale Bai yang juga sahabat lamanya kala kuliah. Dari diskusi itu, kata  Adrianus yang juga penyedia teknologi tepat guna ramah lingkungan itu, mendapat informasi bahwa Ngada sedang gencar kampanye go organic. “Kalau begitu mungkin Ngada butuh kami dalam jasa konsultasi dan penyedia teknologi  tepat guna dalam mendukung program go organic yang sudah mulai jalan,” kata Adrianus.

Karena, jelas Adrianus, dengan program go organic saja belum bisa dikatakan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Selain penggunaan pupuk organic, pertanian kita harus juga sehat – misalnya bebas dari sampah plastik yang kini sudah merambah kebun, Karena sampah plastik ini akan merusak mikroorganisme tanah. Jadi pembangunan pertanian ramah lingkungan harus terintegrasi.

Kalau sudah input pupuk organik, memenuhi syarat go clean, dan go green, maka pasti ramah lingkungan. Ramah lingkungan kini menjadi isu global, dan menjadi trend pembangunan berkelanjutan kini dan ke depan.

Selain itu, pertanian ramah lingkungan juga harus go green – dimana pemerintah ditantang bagaimana menyikapi agar musim kering terlihat tetap hijau. Hal ini membutuhkan sentuhan teknologi, “kami tawarkan hal itu, karena kami penyedia teknologi pompa untuk daerah yang sulit air, tetapi teknologi  itu tentu ramah lingkungan dan tepat guna,” jelas Adrianus.

Terkait dengan go green, kata Adrianus, tidak menutup kemungkinan untuk membuat hujan di musim kering, tentu saja ini dapat dilakukan melalui dukungan teknologi yang kini sudah mulai dikembangkan di Sumba oleh perusahaan miliknya dan mendapat respons dari kementerian ESDM – dimana teknolgi pompa air ramah lingkungan yang bebas residu dan asap - dapat menaikan air ke tempat yang tinggi untuk menghijaukan lahan-lahan petani.

Melalui teknologi ini pemerintah dapat melakukan intervensi agar pemandangan hijau juga terjadi pada musim kemarau. Ini baru namanya go green. Kegiatan intervensi ini harus benar-benar pada musim kering sehingga menjadi go green. Dan go green tidak bisa dilakukan tapa air. Itu sebabnya penggunaan teknologi menjadi solusi yang tepat dan berguna bagi petani.

Terkait dengan program go organic yang ramah lingkungan itu, kata Adrianus, pihaknya siap membantu Pemda Ngada melalui Dinas Pertanian, tahap demi tahap.
 
Adrianus Lagur memberi penjelasan tentang intalasi WC babi yang menghasilkan gas dan pupuk organik mandiri
Membuat WC Babi

Soal penyediaan pupuk organik yang masih mengalami kendala, Adrianus menawarkan produksi pupuk organik secara mandiri, dengan konsep ramah lingkungan dan bisa dilakukan di rumah petani. Solusi yang ditawarkan Adrianus adalah pembangunan instalasi biogas atau dalam diksi Adrianus – WC ternak. Kalau di rumah ada babi peliharaan maka buatlah WC babi. Setahu saya orang NTT sangat ramah denan babi, karena tidak ada orang NTT yang tidak memelihara babi di belakang rumahnya.

Cara ini sudah dilakukan Adrianus di dua pastoran di Kevikepan Bajawa, masing-masing di Pastoran Paroki Wolowio dan Pastoran Paroki Kurubhoko. Pastor dua paroki ini Rm. Kletus, Pr dan Pater Tobias Harman, OFM merespons tawaran Adrianus dan kini WC babi sudah beroperasi dan mulai menghasilkan pupuk organik mandiri untuk kebun paroki maupun gas untuk kebutuhan bahan bakar kompor memasak dan penerang.

Dari WC babi, jelas adrianus pada tertemuan di BP-Litbang usai penanadatanganan MoU, mendapat multi manfaat. “Kita cukup kasi makan babi, akan menghasilkan kotoran, masuk WC yang sudah dirancang khusus, kemudian dari sana sambung intalasi sehingga gas dari WC babi bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak – tidak perlu kayu api lagi – juga untuk lampu penerang. Kotoran babi yang sudah diproses keluar sebagai pupuk organik tanpa bau lagi.

Keuntungan lain, kotoran babi tidak mengirim bau lagi yang kalau dihirup akan mengancam kesehatan karena mengandung gas metan. Kotoran babi yang sudah jadi pupuk organik bisa dimanfaat untuk lahan pertanian, tanaman menjadi subur dan bisa dijual sehingga mendapat keuntungan ekonomi. Nilai ekonomi lain: babi di kandang bisa dijual pada waktunya, dan kandang diganti babi baru. Jadi cukup dengan satu cara yakni kasih makan babi, keuntungan lainnya didapatkan.

Ini yang disebut Adrianus sebagai konsep terintegrasi, pupuk organik tersedia untuk pertanian alias tidak perlu beli (go organic), kotoran babi tidak mengganggu kesehatan manusia (go clean). Minimal dua dari lima solusi dalam konsep pertanian ramah lingkungan sudah terjawab.

Terkait dengan jasa konsultasi dan penyediaan teknologi pompa air yang ramah lingkungan, kata Adrianus, pihaknya bekerja sama dengan luar negeri – teknologi buatan Belanda. Menggunakan pompa tenaga air untuk mengangkat air ke tempat yang tinggi, dan bukan menggunakan tenaga mesin yang sebenarnya tidak ramah lingkungan karena mengandung residu dan asap. Pompa untuk ke tempat lebih tinggi menggunakan tenaga matahari dan tenaga angin. Sedangkan daerah sempatan sungai menggunakan pompa dengan tenaga air saja.

Sebagai kelanjutan pendatangan MoU, Adrianus mensharingkan kiat pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna di kantor BP-Litbang. Kegiatan itu dipimpin Kepala BP-Litbang Hilarius Sutanto, Kepala Dinas Pertanian Paskalis Wale Bai, dan melibatkan jajaran Dinas Lingkungan hidup dan Dinas Pertanian.
 
Rm Kletus, Pr menyalakan lampu dan kompor yang menggunakan gas dari WC Babi di pastoran paroki Wolowio.
Usai shering dan diskusi dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan lapangan ke Pastoran Paroki Wolowio untuk meninjau instalasi penyedia pupuk organik mandiri yang sudah dikembangkan Rm. Kletus dengan jasa konsultasi Adrianus Lagus. Pada saat itu Adrianus menjelaskan manfaat kotoran babi ditampung dalam satu tempat yang disebutnya WC babi sehingga menghasilkan bukan hanya pupuk organik secara mandiri, tetapi juga solusi mengatasi masalah bahan bakar, karena gas dari kotoran babi digunakan untuk bahan bakar memasak dengan sarana kompor gas dan penerang – juga mengatasi masalah listrik yang sering padam tanpa kenal waktu.

Adrianus memberi apresiasi kepada Pemda Ngada yang sudah memulai dengan go organic.  Karena itu dia berharap kerja sama ini bisa mendatangkan manfaat bagi kemanusiaan melalui program yang teritegrasi – yakni pertanian yang ramah lingkungan. (ad)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

2 komentar

Write komentar
Adi Lagur
AUTHOR
12 January 2019 at 02:27 delete

Mohon redaktur memuat klarifikasi nama kami, bukan LAGUS melainkan LAGUR

Reply
avatar
Willi
AUTHOR
11 April 2019 at 22:49 delete

Luar biasa,kalau semua pemda terpapar dan punya motivasi yang sama yakin saya NTT akan maju, layaknya prop yg lain,TKS pa Ardi

Reply
avatar