Vigonews

Pater Tobias, OFM Luncurkan Program Inovasi Paroki Kurubhoko


Peluncuran program Inovasi Paroki - Biogas dari WC Babi -- 

KURUBHOKO – Pastor Paroki Maria Ratu Para Malaikat (MRPM) Kurubhoko, Kevikepan Bajawa, Keuskupan Agung Ende, Pater Tobias Harman, OFM, Minggu (27/01/2018) meluncurkan program Inovasi Paroki yang ditandai dengan dimulainya penggunaan biogas.

Seremonial pemanfaatan biogras secara resmi juga ditandai dengan penyalaan kompor khusus biogas, penyalaan lampu dari biogas  dan penyerahan rice cooker (alat penanak nasi) khusus biogas dalam skala rumah tangga oleh Robert Soter Marut.


Pada kesempatan itu hadir sejumlah umat Paroki MRPM Kurubhoko yang ingin melihat lebih dekat pemanfaatan biogas – dari kotoran babi (WC Babi) untuk berbagai keperluan bernilai ekonomis dan kesehatan.
Pater Tobias Harman, OFM dan Robert S. Marut menyalakan kompor biogas dari WC Babi
Dikemukakan Pater Tobias, peluncuran biogas dari WC babi merupakan bagian dari inovasi paroki yang sudah dipikirkan sejak lama. Namun kerinduan itu baru terwujud setelah perjumpaan dengan Robert S. Marut.

Robert - pensiunan bintang dua Angkatan Udara RI itu - kemudian menawarkan untuk membangun WC babi dengan multi manfaat. Selain untuk mendukung kegiatan pertanian organik di paroki juga untuk mengatasi masalah rumah tangga seperti gas untuk memasak dan penerang. “Ini merupakan bentuk kepedulian Pa Robert terhadap teknologi tepat guna dan energi terbarukan,” kata Pater Tobias.

Untuk mewujudkan hal itu, Robert yang kini Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengandeng  jasa konsultan dari CV. Suluh Lingkungan Konsultan, pimpinan Adrianus Lagur.

Sebelumnya, biogas dari WC babi juga sudah dibangun dan dilauncing di Pastoran Paroki Wolowio dengan menggunakan jasa konsultan dari CV. Suluh Lingkungan Konsultan. Prakarsa Robert  S. Marut dinilai sangat positif sehingga direspons dengan baik. Ini dalah solusi cerdas dalam menjawabi masalah petani di desa, baik masalah ekonomi maupun masalah kesehatan.
 
Robert S. Marut menyerahkan rice cooker khusus biogas kepada pater Tobias Harman, OFM
Selain untuk keperluan rumah tangga melalui pemanfatan gas, kotoran dari WC babi kini sudah dapat digunakan untuk menyuburkan lahan paroki yang sedang dirancang sebagai Pusat Studi Pertanian Organik (PSPO).

Sementara Robert S. Marut yang hadir pada saat launching itu mengatakan, untuk membangun NTT yang sebagian besar petani, harus mulai fokus pada pertanian, peternakan dan perikanan. Karena itu pembangunan ketiga hal ini membutuhkan teknolgi tepat guna dalam membantu petani, peternak dan nelayan dalam memperbaiki ekonomi.

Robert mengaku, setelah  pensiun dirinya banyak mengelilingi NTT. Dia melihat kondisi rumah rakyat yang tidak layak huni, banyak anak putus sekolah, menurut data BPS banyak yang kurang gizi. Hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sampai sekarang itu semua masih ada.

“Sementara lahan kita luas dan banyak yang kosong, laut kita potensial, ternak kita banyak. Kita cari, apa yang salah? Kita butuh teknologi yang mampu mengatasi masalah-masalah itu semua,” kata Robert prihatin.

Dikatakan Robert, pemanfaatan teknolgi yang tepat bisa menaikan pendapatan para petani, peternak dan nelayan. Selama ini, kata Robert mencontohkan, rakyat hanya diberi alat, tetapi belum mampu meningkatkan pendapatan mereka. Karena itu, petani memerlukan peningkatan pendapatan.

Sehubungan dengan launching biogas dari WC babi, Robert mengatakan, dari sini petani mulai belajar memanfaatkan teknologi tepat guna dan energi terbarukan untuk kehidupan. Dari sistem ini menghasilkan multi manfaat. Bagi petani, pupuk organik yang dihasilkan dari biogas dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian.
 
Instalasi biogas di WC babi
Karena itu, kata Robert lagi, dirinya siap memperjuangkan hal ini guna membantu petani meningkatkan pendapatan. Dirinya siap diutus untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lembaga DPR.

Di bagian lain, Managing Director CV. Suluh Lingkungan Konsultan mengatakan teknologi pembuatan WC babi/ternak ini, memberi banyak manfaat bagi petani. “Orang NTT itu ramah dengan babi/ternak. Jadi kalau ada babi/ternak harus bangun WC-nya.


Menurut Adrianus, pembuatan WC babi/ternak adalah contoh memelihara ternak secara bertanggung jawab. Kiat ini banyak manfaatnya baik manfaat  ekonomi, ekologis dan kesehatan. Ternak tidak hanya manfaat daging tetapi juga manfaat lainnya, seperti: gas untuk memasak, penerang, dan penyediaan pupuk organik secara mandiri.***

Oleh: Eman Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :