Vigonews

Adrianus Lagur Perkenalkan WC Babi Multi Manfaat



BAJAWA - Managing Director CV. Suluh Lingkungan Konsultan, Adrianus Lagur ketika menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan memperkenalkan WC babi – baik untuk penyediaan pupuk organik secara mandiri, maupun untuk tujuan ekonomis, ekologis serta tujuan kesehatan.

Apa yang ditawarkan Adrianus tersebut menjawab soal penyediaan pupuk organik dalam mendukung program Pemda Ngada melalui Dinas Pertanian menjadikan Ngada sebagai kabupaten berbasis pertanian ramah lingkungan dengan konsep go organic, go clean dan go green.

Soal penyediaan pupuk organik yang masih mengalami kendala, Adrianus Lagur menawarkan produksi pupuk organik secara mandiri, dengan konsep ramah lingkungan dan bisa dilakukan di rumah petani. Solusi yang ditawarkan Adrianus adalah pembangunan instalasi biogas atau dalam diksi Adrianus – WC babi/ternak. Kalau di rumah ada babi peliharaan maka buatlah WC babi. Setahu saya orang NTT sangat ramah dengan babi, karena tidak ada orang NTT yang tidak memelihara babi di belakang rumahnya.
 
Rm. Letus menyalakan lampu biogas dari WC Babi belum lama ini di Pastoran Paroki Wolowio, disaksikan Kadis Pertanian Paskalis W. Bai dan Direktur Rumah Literasi Cermat Emanuel Djomba

Cara ini sudah dilakukan Adrianus di dua pastoran di Kevikepan Bajawa, masing-masing di Pastoran Paroki Wolowio dan Pastoran Paroki Kurubhoko. Pastor dua paroki ini Rm. Kletus, Pr dan Pater Tobias Harman, OFM merespons tawaran Adrianus dan kini WC babi sudah beroperasi dan mulai menghasilkan pupuk organik mandiri untuk kebun paroki maupun gas untuk kebutuhan bahan bakar kompor memasak dan penerang.

Dari WC babi, jelas Adrianus pada tertemuan di BP-Litbang usai penanadatanganan MoU beberapa waktu lalu, mendapat multi manfaat. “Kita cukup kasi makan babi, akan menghasilkan kotoran, masuk WC yang sudah dirancang khusus, kemudian dari sana sambung intalasi sehingga gas dari WC babi bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak – tidak perlu kayu api lagi – juga untuk lampu penerang. Kotoran babi yang sudah diproses keluar sebagai pupuk organik tanpa bau lagi.

Keuntungan lain, kotoran babi tidak mengirim bau lagi yang kalau dihirup akan mengancam kesehatan karena mengandung gas metan. Kotoran babi yang sudah jadi pupuk organik bisa dimanfaat untuk lahan pertanian, tanaman menjadi subur dan bisa dijual sehingga mendapat keuntungan ekonomi. Nilai ekonomi lain: babi di kandang bisa dijual pada waktunya, dan kandang diganti babi baru. Jadi cukup dengan satu cara yakni kasih makan babi, keuntungan lainnya didapatkan.

Rm. Kletus mencoba memasak air pada kompor biogas dari WC Babi
Ini yang disebut Adrianus sebagai konsep terintegrasi, pupuk organik tersedia untuk pertanian alias tidak perlu beli (go organic), kotoran babi tidak mengganggu kesehatan manusia (go clean). Minimal dua dari lima solusi dalam konsep pertanian ramah lingkungan sudah terjawab.


Terkait dengan jasa konsultasi dan penyediaan teknologi pompa air yang ramah lingkungan, kata Adrianus, pihaknya bekerja sama dengan luar negeri – teknologi buatan Belanda. Menggunakan pompa tenaga air untuk mengangkat air ke tempat yang tinggi, dan bukan menggunakan tenaga mesin yang sebenarnya tidak ramah lingkungan karena mengandung residu dan asap. Pompa untuk ke tempat lebih tinggi menggunakan tenaga matahari dan tenaga angin. Sedangkan daerah sempatan sungai menggunakan pompa dengan tenaga air saja.***

Oleh: Eman Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :