Vigonews

Yasinta, Karolin & Masari Bilang: Ini Kejutan Saat Pelatihan Jurnalistik Bersama RLC



Siswa SMPN 3 Bajawa Utara (Batara) sedang berproses dalam pelatihan jurnalistik berwawasan ekologi dengan memanfaatkan bahan kertas bekas --  

BAJAWA UTARA - Tiga siswa SMPN 3 Bajawa Utara (Batara), Kabupaten Ngada menyatakan sangat berkesan mengikuti Pelatihan Jurnalistik berwawasan ekologi bekerja sama dengan Rumah Literasi Cermat (RLC) Ngada.

Tiga siswa itu masing-masing: Magdalena Yasinta  Kemumu yang biasa diapa Yasin, Karolina Nau yang akrab dipanggil Karolin dan Masari Go'o yang biasa disapa Masari.

Ketiga siswa ini mengaku sangat berkesan mengikuti pelatihan yang berlangsung tanggal 8 - 9 November 2018 itu. Baik Yasinta, Karolin maupun Masari mengaku begitu enjoy mengikuti proses pelatihan yang berakhir dengan kerja kreatif membuat mading dan ditutup dengan presentase konten mading dari setiap kelompok kerja.

Pada acara menutup kegiatan pelatihan, Yasinta mengatakan sangat senang bisa diberi kesempatan oleh sekolah untuk ikut pelatihan. "Saya senang bisa ikut pelatihan. Dari banyak siswa tapi saya yang bisa dapat kesempatan," katanya.
 
Siswa kreatif membuat mading
Dengan pelatihan ini, minat menulis siswa bisa dikembangkan dan diasah. "Kegiatan ini sungguh mengesankan. Karena ternyata teman-teman yang ikut ini bisa menunjukkan kemampuan dalam menulis meski masih sederhana," kata Yasinta bangga.

Lebih dari itu, lanjut Yasinta, pelatihan ini juga sederhana tetapi bisa pacu kreativitas. Sederhana karena menggunakan kertas dan bahan bekas lainnya namun gagasannya cemerlang. Hasilnya bagus setelah jadi mading. Selain itu, tips sederhana dari narasumber juga membuat para peserta cepat mengerti.

Sementara siswa lainnya, Karolin mengaku selama latihan ada kejutan-kejuatan. Kata dia, seperti kejutan mengubah bahan bekas menjadi hal yang berharga dari aktivitas kreatif. "Kejutan lain, ternyata teman-teman memiliki potensi. Bisa menulis artikel, berita, puisi, cerpen, ada juga yang bisa buat karikatur. Selama ini kita tidak tau potensi masing-masing. Kalau tidak ada pelatihan macam ini mungkin kita tidak tau," papar Karolin.

Dengan menggunakan bahan bekas,  membuat siswa berusaha mendaur ulang melalui proses kreatif selama dua hari. "Ini mengajari kami agar peduli dengan lingkungan, khususnya lingkungan sekolah dengan memanfaat bahan bekas," kata Karolin.

Di bagian lain, Masari memberi apresiasi kepada Bapak Emanuel Djomba dari Rumah Literasi Cermat (RLC) yang telah membimbing siswa SMPN 3 Batara untuk mengenal potensi diri dalam bidang menulis dan  mencintai lingkungan.  Tanpa kegiatan ini, kata Masari dirinya bersama teman-teman tidak dapat memgembangkan potensi diri melalui latihan menulis.
 
Presentase mading oleh para siswa dari masing-masing kelompok
Di bagian lain, Wakasek Frangky Loy Paty memberi apresiasi kepada RLC yang telah membantu sekolah ini untuk memberi stimulus kepada siswa untuk mengenal potensi diri khusus dalam bidang menulis.

Dari banyak siswa, kata Frangky,  30 siswa yang ikut pelatihan ini, adalah para siswa yang memang menyatakan minat khusus menulis. Dia berharap 30 siswa ini akan menghidupkan Mading sekolah setelah dilatih selama dua hari.

Dikatakan Frangky, dalam berproses, banyak kejutan karena siswa yang baru menyatakan minat menulis ternyata bisa menulis. "Saya harap minat menulis akan menyuburkan habit membaca yang saat ini sangat rendah di kalangan generasi muda. Dengan membaca teratur tentu akan menumbuhkan kebiasaan menulis secara baik.

Frangky juga mengajak siswa untuk memanfaatkan perpustakaan yang memiliki khazanah buku cukup bannyak. Dia ajak siswa juga membaca banyak buku cerita selain buku pelajaran.
 
Aktivitas membaca mading dari berbagai kelompok
Sementara, Kepala SMPN 3 Batara, Antonius Mbalo memberi apresiasi kepada RLC yang sudah berproses bersama para siswanya. Dia berjanji agar program pelatihan akan terus dilaksanakan di waktu mendatang. Melalui kegiatan ini memacu kreativitas siswa, merangsang berpikir kritis dan membentuk karakter siswa.

"Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada RLC  yang telah mulai membuka isolasi yang menutup  wawasan anak-anak kami. Awal yang baik dan sangat berkesan," kata Anton.

Akhiri Pelatihan

Sekitar 30 siswa minat menulis SMPN 3 Bajawa Utara  (Batara) di Kisaraghe, Jumat (09/11/2018) akhiri pelatihan jurnalistik berwawasan ekologi selama dua hari dengan salam Literasi.Kelompok menulis ini berjanji menumbuhkan minat baca dan habit menulis melalui wahana Mading sekolah.

Wakil Kepala Sekolah, Frangky Loy Paty mengaku terkejut karena dari hasil karya menunjukkan siswa ternyata punya minat dalam menulis. Dirinya siap dukung.
 
Pelatihan jurnalistik ditutup Wakasek Frangky Loy Paty
Di akhir kegiatan pelatihan, narasumber dari Rumah Literasi Cermat (RLC) Emanuel Djomba menyerahkan karya tulis siswa kepada Wakil Kepsek Franky. Karya tulis siswa dihasilkan selama pelatihan.

Pelatihan hari kedua,  siswa mengerjakan mading dengan konten seperti menulis artikel, berita, puisi, cerpen, karikatur, humor dan lainnya dengan tema lingkungan hidup. Siswa yang dibagi dalam enam kelompok itu mengerjakan mading menggunakan kertas bekas pakai.

Diakhir kegiatan, masing-masing kelompok mempresentasekan kembali karya dalam mading mereka. Apa yang sudah ditulis kemudian dipresentase kembali kepada teman-teman lain.

Pelatihan jurnalistik RLC di sekolah ini didominasi murid perempuan. Dari sekitar 30 peserta pelatihan, murid laki-laki hanya empat orang. Rupanya menulis lebih banyak diminati murid perempuan. (R1)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :