Vigonews

Tim Kajida Tinjau Potensi Pengembangan Porang di Kurubhoko




Kunjungan Tim Kajida Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional meninjau pengembangan porang di Ngada --  

KURUBHOKO - Tim Kajida (Kajian daerah) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional melakukan kunjungan kerja di Ngada.

Tim Kajida yang dipimpin Bandep Urs. Renkon Kedeputian Polstra Wantannas, Brigjen TNI Made Datrawan,  tiba di Bandara Ture Lelo, Soa, Minggu (18/11/2018) siang.

Rombongan yang tiba dari Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT itu berjumlah sembilan orang, masing-masing: Brigjen TNI Made Datrawan, Kolonel Inf. Frans Thomas (Anjak Ekoint Kedeputian Jiandra Wantannas), Poni Madjukie,  Pt. Slan Sun, Sutandi Setyawan, Nahum Eka Wanda, Agung, Mr. Ying/Zeng (Tim ahli), Mr. Qiang Tang Zeng (Tim ahli) dan Mr. Hang Wai (Tim ahli).

Di Bandara Soa, rombongan diterima Plt. Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, didampingi Dandim 1625/Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan, Kadistan Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai, Danramil 1625 -01/Bajawa Kapten Inf. Hamang Paso, Pasiter 1625/Ngada Kapten Inf. Supryanto, Camat Soa Yoakim Nango dan Fransiskus Noy (Gpoktan Porang).
 
Contoh umbi porang yang dibeli Fransiskus Noy dari petani
Setelah istirahat beberapa saat di Soa rombongan meninjau pengembangan Porang (dalam bahasa lokal tiri) di Kurubhoko, desa Nginamanu, kecamatan Wolomeze.

Di Kurubhoko, Brigjen TNI Made Datrawan dan  rombongan meninjau kebun Porang milik  Fransiskus Noy dan Sius Reo. Sebelumnya,  rombongan juga sempat meninjau potensi porang di Desa Piga dan desa Tarawali Kecamatan Soa. 

Porang yang kini menjadi komoditi ekspor itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat desa Nginamanu sejak tahun 2016 lalu. Masyarakat di dataran Kurubhoko mengenal komoditi ini setelah salah seorang warga Ngada Lamber Kutu kembali merantau dari Jawa.

Sejak tahun 2016 Lamber yang warga Aimere itu mulai menetap karena di desa ini banyak ditumbuhi  Porang yang pernah dilihatnya Jawa. Komoditi ini menjadi penopang ekononi masyarakat di desa Nginamanu. Tahun 2018 saja kata Lamber Porang Kurubhoko sudah mencapai sekitar 180 ton dikirim ke Jawa.
 
Proses pengeringan porang di Kurubhoko
Kini sekitar 70 persen masyarakat desa Nginamanu dan kecamatan Wolomeze pada umumnya sudah membudidayakan tanaman porang ini.

Melihat peluang pasar porang cukup strategis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai mengatakan, pihaknya akan mendorong petani agar membudidaya komoditi ini secara intensif.

"Ini peluang yang bisa kita garap. Porang cocok di Woloneze. Karena itu ke depan kita dorong wilayah ini untuk membudidaya porang secara serius," papar Ali Wale sembari memuji petani Kurubhoko yang sudah proaktif mulai budidaya porang.

Kunjungn ini sebenarnya merupakan kegiatan peninjauan lapangan dan pengumpulan data terhadap kondisi ketahanan pangan khususnya tanaman rempah di wilayah Kodim 1625/Ngada.
 
Di Wolomeze, Porang banyak tumbuh dihutan
Setelah mengunjungi Ngada, Tim Kajida melanjutkan peninjauan potensi porang di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :