Vigonews

Romo Wawan Kuwa, Pr Ajak Umat Lakukan ini pada Perayaan Kristus Raja Semesta Alam




Romo Wawan Kuwa, ajak umat hidup dalam kebenaran --  

MATALOKO - Perayaan Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Roh Kudus, Mataloko, Minggu (25/11/2018) dimeriahkan dengan perarakan delapan stasi lingkungan yang berakhir di lapangan Ekoroka, Malanuza.

Perayaan ini melibatkan hampir seribuan umat yang merapat ke lapangan Ekoroka setelah berkeliling ziarah di delapan stasi/lingkungan. 

Setiap stasi/lingkungan mengiringi perjalanan spiritual itu dengan tabuhan gong gendang yang memacu ratusan kali penati ja"i. Kelelaham surut oleh semangat prosesi berkilo-kilometer. Melibatkan umat dewasa, anak-anak seperti SD, SMP, SMA  dan perguruan tinggi.

Misa dan prosesi dipimpin Pastor Paroki Rm. Basilius Lewa, Pr sebagai selebran utama dengan imam selebran Rm. Wawan Kuwa, Pr, Romo Martinus Ua.

Hujan rintik-rintik yang mengguyur kawasan itu sejak pkl 13.00 tak membuat umat surut. Mereka tampak bergeming. Berpayung menjadi sarana berkompromi dengan alam. 

Dalam perayaan ini Romo Wawan Kuwa menyampaikan pesan melalui khotbahnya. Berikut, khotbahnya pada perayaan yang terpusat di lapangan Rutosoro, Malanuza itu:
 
Umat Paroki Mataloko pada perayaan Kristus Raja Semesta Alam
Khotbah

Perayaan Kristus raja ditetapkan pertama kali oleh paus Pius XI Pd tgl 11 des 1925 melalui ensiklik *quas primas*, perayaan ini bertujuan untuk menangkal paham atheisme dan sekularisme yang berkembang pesat pasca Perang dunia pertama. 

Paus Pius dalam artikel pertama ensiklik menegaskan bahwa: berbagai macam kejahatan dunia berhubungan dengan kenyataan kebanyakan orang menolak Yesus dan ajaran-Nya baik secara pribadi maupun politik. 

Selanjutnya apabila orangg tetap menolak untuk tunduk pada Kristus, maka tak ada harapan damai dan sejahtera akan bertahan dalam bangsa-bangsa." Pernyataan ini mau menegaskan bahwa Kristus adalah raja yang sungguh merajai kita, raja yg menuntun kita untuk mengalami kesejahteraan baik di dunia ini maupun kelak di surga. 

Yesus menjadi raja yang memimpin kerajaan yang kekal dan Dia hendak menuntun kita mengalami keselamatan. Bacaan pertama dari kita nubuat daniel menggambarkan adanya pelimpahan wewenang dan kuasa dari seorang yang sudah tua kepada seorang yang memiliki rupa seperti anak manusia. Ini adalah gambaran kuasa yang diberikan Allah Bapa kepada Kristus putera-Nya, kuasa untuk membawa semua orang menikmati keselamatan. Inilah yang dinyatakan oleh penulis kitab wahyu dalam bacaan kedua hari ini. 

Kristus tampil sebagai raja mulia untuk menebus dosa manusia. Ia tampil dalam kemuliaan kebangkitan-Nya. Namun sebelum mengalami paska, Yesus mesti mengalami Jumat Agung yang kelam. Oleh karena itu, untuk menjadi orang perlu berkorban. Dan pengorbanan ini Yesus tampakan dalam injil hari ini. Dia tampil sebagai raja yang berani menentang hal-hal yang tidak benar. 

Di hadapan pilatus sebagai perwakilan kuasa duniawi, Yesus tetap menyatakan atau tepatnya menegaskan diriNya sebagai raja yang membawa kebenaran. 

Tema perayaan kita hari ini *bersama Kristus sang Raja Kebenaran kita bangkit, bersyukur dan berkarya menuju paroki Roh Kudus mataloko yang injili, mandiri, solider dan misioner. Tema menegaskan agar kita sungguh hidup dalam semangat kebenaran, menghayati iman secara benar, memaknai pekerjaan dan panggilan kita secara benar, doa dan ekaristi secara benar, beramal secara benar, singkatnya mendasarkan hidup kita pada kebenaran.***

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :