Vigonews

‘Pertanyaan yang Belum Terjawab - Opini Maria Selfiana Nunu, Tentang Kerusakan Alam



Pengantar:

Kebakaran hutan selalu menjadi momok bagi kehidupan, terutama memasuki kemarau. Kini bumi mulai bertunas karena musim hujan telah tiba. Tentang kerusakan alam – salah satunya kebakaran hutan, menurut salah seorang siswa SMPN 3 Bajawa Utara, Maria Selfiana Nunu, menjadi persoalan serius, dan terus menggerogoti bumi ini dalam waktu yang panjang, hingga generasi ke generasi, jika tak ada kesadaran mengatasinya.

Ini ungkapan Selfiana tentang keprihatinan fenomena kerusakan hutan yang masih terus terjadi sebagai sebuah penderitaan alam yang berkepanjangan. Maria Selfiana menguraikan pandangannya dalam tulisan sederhana berikut ini, yang ditulisnya saat kegiatan ecoliteracy di sekolahnya, diselenggarakan Rumah Literasi Cermat (RLC) belum lama ini.


Dampak Kebakaran Hutan
Oleh: Maria Selfiana Nunu (VIII B)

Saya memikirkan tentang kebakaran hutan yang marak terjadi selama musim kemarau yang baru berlalu, namun yang selalu terjadi setiap tahun. Saya memikirkan apa penyebab kebakaran hutan itu, dan apa dampak kebakaran hutan itu sendiri. Saya merasa bahwa penyebab kebakaran hutan sebenarnya ulah manusia, dan akibat yang akan terjadi dari bencana itu adalah tumbuhan perlaha-lahan akan punah.

Saya memikirkan, apakah mereka yang membakar hutan pernah berpikir dampak terburuk yang akan terjadi dalam waktu-waktu kemudian. Rupanya tak pernah terlintas dalam pikiran mereka. Karena yang penting bagi mereka adalah keuntungan saat ini saja.

Membakar hutan biasanya dimulai dengan kebiasaan membuka lahan untuk berladang yang sudah dilakukan turun-temurun. Di ladang yang dibersihkan dengan cara membakar memudahkan menyiapkan lahan untuk menanam berbagai tanaman.

Ada juga yang punya kebiasaan membakar hutan karena iseng. Namun tidak pernah memikirkan perbuatan iseng itu membawa kerugian yang besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Karena itu ulah demikian mestinya dihentikan.

Karena manfaat hutan yang besar bagi kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup manusia, maka manusia sebaiknya tidak melakukan tindakan yang merugikan ini, sehingga lingkungan dan hutan tetap terjaga dengan baik.

Saya khawatir jika kebiasaan membakar hutan terjadi bertahun-tahun, akan membawa bencana pada kehidupan manusia, hewan. Sekarang saja manusia mengalami kekurangan air, karena hutan sebagai resapan selalu gundul. Ya itulah akibat kalau kita tidak menjaga hutan dari kebakaran. Jadi mending kita menjaga daripada membakar atau membabat hutan – jika dilihat dari manfaatnya yang besar.

Saya bertanya-tanya, kalau manfaat begitu besar pada kehidupan manusia, kenapa manusia tidak malah harus memelihara lingkungannya? Bukankah manusia malah harus menyukuri atas ciptaan Tuhan yang sebanarnya diadakan untuk kebaikannya? Mengapa kita mengabaikan pemberian Tuhan itu?

Tuhan juga sudah memberi kita mata untuk melihat segala kebaikan dan keindahan ciptaannya. Memberikan kita telinga untuk mendengar hal-hal yang baik. Tuhan memberikan tangan untuk berkarya demi kebaikan, dan bukan untuk menyulut api untuk membakar ciptaan-Nya?

Lihatlah, bahwa kelestarian lingkungan, dengan pepohonan rindang, hutan yang terpelihara bumi akan memberikan hasil yang melimpah bagi kehidupan. Bumi ini terasa sejuk dan nyaman dan memberi kita air kehidupan. Mari kita buka mata akan kebaikan yang sudah Tuhan sediakan bagi kehidupan kita.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :