Vigonews

'Jangan Merusak Keutuhan Alam Ciptaan,’ Seru Pater Tobias Harman, OFM Pada Perayaan Kristus Raja Semesta Alam



KURUBHOKO - Pastor Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat (SMRPM) Kurubhoko P. Tobias Harman, OFM menyerukan kepada umat untuk menjaga keutuhan alam ciptaan.

Seruan itu disampaikan dalam khotbahnya ketika memimpin misa perayaan hari raya Kristus Raja Semesta Alam di Kurubhoko, Minggu (25/11/2018).

Dalam khotbahnya setelah perarakan sakramen Mahakudus, pater yang akrab disapa Toby ini menegaskan, "perayaan Kristus Raja Semesta Alam harus menggugah kita, bahwa kita manusia adalah bagian tak terpisahkan dari alam ini. Kita jadi bagian dari alam semesta ini, dimana Kristus menjadi Raja di atasnya.

Mengutip kitab Kejadian 1:26, "baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita..." menurut pater Toby,  kata 'kita' mencakup alam dan ciptaan sejak hari pertama sampai kelima. Dan manusia menjadi ciptaan bagian penting dalam alam ciptaan.

Kata Pater Toby, Allah menghendaki bahwa alam sekitar menjadi pendukung keberlangsungan ciptaan terakhir, yakni manusia. Manusia meski menjadi ciptaan istimewa namun juga menjadi ciptaan yang lemah, karena dia memiliki ketergantungan terhadap ciptaan yang lain.

Namun, ternyata manusia yang lemah itu, kata Pater Toby, sangat serakah. Lupa kalau dia sangat lemah. Manusia merusak alam yang telah menjamin kehidupannya. Manusia lupa bahwa dia hidup karena ketergantungan dengan alam, ciptaan yang lainnya.


Karena itu, Pater Toby menegaskan, sudah saatnya harus menghentikan tindakan yang merusak jika tidak mau diri binasa. Tindakan merusak alam juga harus dihentikan karena Allah hadir dalam buatan tangannya, yakni alam yang telah diciptakan. "Kalau kita rusak alam, maka kita sebenarnya sudah terperosok dalam jurang dosa kekerasan terhadap hidup.

"Dosa yang tak terhapuskan adalah dosa melawan kehidupan dan karya indah Allah. Kekecewaan Allah atas rusaknya alam adalah dosa di pihak kita," tegas Pater Toby.

Dia mengingatkan, dalam konsep keutuhan ciptaan, alam adalah saudara yang harus dijaga dan dirawat keutuhannya. Karena keutuhan alam adalah jaminan atas hidup kita dan hidup yang kekal.

 
Pater Tobias Harman, OFM
Hentikan Kebakaran

Terkait dengan itu, Pater Toby minta agar menghentikan kerusakan terhadap alam seperti kebakaran pada musim panas. "Tertibkan anak-anak yang suka membakar. Namun sangat penting para orangtua juga tertib diri, karena kadang perilaku anak karena liat orang tua yang bakar hutan. Liat orang tua bakar sampah, maka kebun orang-orang juga dianggap sampah, maka dibakar," katanya.

Di bagian lain khotbahnya, Pater Toby mengatakan, Kristus adalah Raja yang meninggalkan tahta dan menyelamatkan manusia. Menyerahkan hidupnya dengan wafat di kayu salib.

Semangat perayaan ini adalah jalan terang bagi para fungaionaris pastoral. "Jangan sampai menghadapi tantangan lagsung menyerah dan minta mundur. Bagaimana anda bisa membayangkan, kalau Jesus mundur dalam karyanya menyelamatkan manuaia?" tantang Pater Toby.

Kepada para fungsionaria DPP paroki diajak untuk melakasanakan tugas dengan sepenuh hati dan tetap fokus dalam pelayanan. Jangan putus asa!

"Peristiwa ini mengajak kita merefleksikan, bahwa raja yang datang adalah yang dirindu. Apakah kita bisa berdiri tegak untuk menanti kedatangannya, merajai seluruh hidup kita secara pribadi? Menerima Yesus yang memberi diri untuk mewartakan kasih," tantang pater Toby.

Dikatakan, tatkala kita dihimpit berbagai masalah, kita harus berdiri tegak dengan mengatakan dalam tindakan dan tutur sebagai pengikut kristus. Pengikut Kristus satu ciptaan di dalam Allah. Peduli dengan lingkungan dan sesama secara radikal.***

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :