Vigonews

Desa Wue Kecamatan Wolomeze Menuju Desa Siaga yang Siaga!




Mentor Desa Siaga, Yohanes Donbosco Ponong melakukan penguatan kapasitas pengurus desa siaga di desa Wue Kecamatan Wolomeze --  

WOLOMEZE - Desa Wue di Kecamatan Wolomeze bersinergis dengan PKK Kecamatan Wolomeze menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia di desa itu.

Kegiatan itu antara lain penguatan kapasitas pengurus desa siaga dan pembinaan generasi muda melalui penyuluhan tentang bahaya naskoba dan sosialisasi UU perlindungan anak dan pendidikan nilai.

Kegiatan penguatan kapasitas desa siaga diselenggarakan Jumat (16/11/2018) di aula desa Wue. Kegiatan yang dibuka Kepala Desa Wue Yohanes Donbosco Lete itu menghadirkan narasumber Mentor Desa Siaga Yohanes Donbosco Ponong, tim dari Puskesmas Natarandang Ny. Nurhayat dan Ny. Yohana Nelu.

Kegiatan ini diikuti para pengurus desa siaga dari enam jejaring, meliputi jejaring notifikasi, jejaring KB, jejaring darah, jejaring transportasi, jejering dana dan jejaring pendidikan.

Ketika membuka kegiatan, Kepala Desa Wue Yohanes Donbosco Lete minta agar para pengurus desa siaga memanfaatkan momen penguatan kapasitas dalam mengisi diri sehingga mampu mengemban tugas sesuai tupoksi di jejaring masing-masing.

Kegiatan yang dibiayai dana desa dan bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dia mengakui, sejak dibentuk tahun 2017 lalu, pengurus desa siaga belum dapat menjalankan tugas secara maksimal sesuai tupoksi.

Dia mengingatkan bahwa tujuan akhir dari desa siaga adalah menekan akan kematian ibu dan bayi saat melahirkan."Karena itu saya harap pengurus tau betul tugasnya untuk mengatasi masalah di desa. Jangan sampai pengurus desa siaga ada tetapi ternyata semua tidak dalam keadaan siaga," tegasnya.

John Lete, demikian sapaan akrab Kades ini berharap,  melalui penguatan kapasitas semua jaringan dapat bersinergis dengan baik demi mencapai tujuan desa siaga itu sendiri. "Sehingga desa siaga yang sudah ada benar-benar siaga," harapnya.

Lebih Proaktif

Pada penguatan kapasitas pengurus desa siaga, mentor desa siaga Yohanes Donbosco Ponong menyegarkan kembali para pengurus akan fungsi tugasnya.

Agar pengurus desa siaga benar-benar siaga, Bosco begitu dia biasa disapa minta agar lebih proaktif dan tidak hanya menunggu ada masalah. Sebaliknya terus giat menjalin komunikasi intens lintas jejering.

Diselingi joke-joke segar dalam bahasa Riung, Bosco minta pengurus desa siaga memainkan peran maksimal. Karena ukuran keberhasilan program desa siaga kalau tujuannya tercapai, yakni menekan kian kecilnya angka lematian ibu dan anak.

"Jangan sampai ada pengurus desa siaga malah kasus kematian ibu dan anak meningkat. Ini berarti tidak siaga. Ibu hamil masih melahirkan di rumah dan belum menggunakan fasiltas kesehatan, misalnya begitu," terang Bosco.

Bosco juga mengingatkan para pengurus desa siaga menyosialisasi program ini hingga ke tingkat dusun, dan RT, sehingga masyarakat tau apa tujuan dan perjuangan desa siaga. Ini juga perlu berfungsinya jejaring-jejaring yang ada secara maksimal.
 
Ny. Nurhayat S. Belo saat penyuluhan desa siaga

Peran Strategis PKK

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Wolomeze Ny. Nurhayat S. Belo mengingatkan kembali peran PKK yang tidak kecil dalam ikut menekan angka kematian ibu dan bayi.

Menurut dia, 10 program pokok PKK sangat relevan dlam kaitan dengan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, dan itu diimplementasikan melalui empat Pokja  PKK dan desa siaga berada di Pokja empat.

Penguatan kapasitas ini kata Nurhayat menjadi momen penyegaran. Tapi dia berharap jangan hanya pengurusnya yang segar dan tau tentang ini. Sebaliknya sosialisasikan dan mulai bergerak sesuai tupoksi.masing-masing.

Selain itu, diingatkan agar dasa wisma yang ada diberdayakan dan membangun komunikasi yang baik karena mereka yang paling tau tentang keadaan masyarakat khususnya ibu dan anak. Di dasa wisma mereka punya data dan tau masalah.

Menurut Nurhayat, kalau desa siaga bisa memainkan peran strategis ini secara maksimal,  maka masalah kesehatan, khususnya ibu dan anak dapat diatasi dengan mudah, dan memutuskan angka  kematian ibu dan bayi. Dengan demikian maka menjadi salah satu indikator meningkatnya derajat kesehatan.
 
Ny. Yohana Nelu saat penyuluhan desa siaga
Melibatkan masyarakat

Sementara Tim kesehatan dari Puskesmas Natarandang Ny. Yohana Nelu pada sesi yang sama mengingatkan, bahwa bicara kesehatan tidak hanya orang kesehatan. Jadi perlu kemitraan dengan semua pihak seperti PKK bahkan masyarakat.

Jika demikian, kata Yohana, maka harapan desa siaga yang benar-benar siaga  dapat terjawab demi mencapai derajat kesehatan masyarakat. Desa siaga memang menuntut desa yang memiliki sumber daya, kemampuan, jejaring dan kemauan  dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan di desa yang bersangkutan.

Masyarakat, tambah Yohana, juga secara sadar mengatasi ancaman kesehatan yang ditimbulkan.  Masyarakat yang juga siaga mengatasi bencana  yang timbul, karena dari bencana  timbul juga masalah kesehatan.

Dibagian akhir sebagai simpulan, bahwa tujuan akhir desa siaga adalah ibu dan anak selamat saat melahirkan, semua jejaring berfungai dengan baik, dan perencanaan kelahiran manusia baru berjalan baik.

Sementara saat menutup kegiatan, Kades John Lete minta para pengurus desa siaga mulai menjalankan tugas sesuai tupoksi di jejaring masing-masing, sehingga desa siaga benar-benar siaga.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :