Vigonews

SDI Waturedu, Nagekeo Selenggarakan Kegiatan Ecoliteracy



Demo membuang sampah pada tempatnya oleh Pegiat Lingkungan hidup, Drg. Martha Lamanepa, di SDI Waturedu, Danga Nagekeo -- 

MBAY -  Bekerja sama dengan Rumah Literasi Cermat (RLC) Ngada, SDI Waturedu di Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan kegiatan ecoliteracy bagi siswa dan gurunya. Kegiatan itu berlangsung dua hari, dan dibuka pada, Selasa (30/10/2018) di SDI Waturedu, Danga, Kabupaten Nagekeo.

Baca juga:
Ecoliteracy di SDI Waturedu Diisi dengan Pelatihan Menulis dan Krya Limbah

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga, Rabu (31/10/2018) itu di isi dengan edukasi tentang lingkungan hidup, demo membuang sampah pada tempatnya, pengolahan limbah kertas koran menjadi karya seni bernilai ekonomis, dan pelatihan menulis kepada siswa dan guru.
 
Dari kiri: Margareta Pajo (Pengawas TK/SD), Drg. Martha Lamanepa, Emanuel Djomba (RLC) dan Hilasintus Nuwa (Kepala SDI Waturedu)
Dalam kegiatan ecoliteracy yang baru pertama diselenggarakan di Nagakeo itu, manajemen sekolah menghadirkan pembicara dari RLC Ngada,  Emanuel Djomba dan pegiat lingkungan hidup Drg. Martha Lamanepa dari Nagekeo.

Kepala SDI Waturedu, Hilasintus Nuwa ketika membuka kegiatan ecoliteracy di sekolahnya mengatakan, ecoliteracy dibutuhakan setiap siswa agar sejak dini memiliki kepekaan terhadap kesinambungan lingkungan hidup di masa yang akan datang.

“Ini penting dikampanyekan kepada seluruh peserta didik, khususnya di tingkat pendidikan dasar, karena merupakan fondasi pendidikan dikemudian hari dalam merawat bumi,” kata Hilasintus.

Sementara Drg. Martha Lamanepa dalam sesi motivasi kepada siswa dan guru menseringkan kiat gerakannya dalam mengatasi masalah sampah di kota Mbay. Dia mengajak siswa agar mengatasi masalah sampah mulai dari lingkungan sendiri. Kemudian menawarkan kepada siswa untuk memanfaatkan bank sampah dan menabung.

Malalui Gerakan Liat Sampah Ambil (GELISA), Martha Lamanepa  mengajak para siswa dan guru di sekolah itu untuk memulai. “Memulai memang sulit, tetapi kita tidak boleh berhenti. Para guru sejak dini diharapkan terus nenanam nilai pada anak tentang masalah lingkungan, karena anak adalah agen perubahan,” katanya.
 
Para siswa dan guru SDI Waturedu mengikuti kegiatan ecoliteracy
Masalah sampah, demikian tambah Drg. Martha Lamanepa dihadapan siswa, dapat menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kesehatan manusia. “Karena itu sampah yang ada di sekitar kita harus diatasi sehingga lingkungan tetap bersih,” tambahnya.

Di Bagian lain,  Emanuel Djomba dari RLC Ngada mengatakan, ecoliteracy merupakan suatu gerakan untuk menciptakan kepekaan terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Karenanya, penting diajarkan kepada peserta didik di sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar.

Dengan kata lain, meningkatnya ecoliteracy, diharapkan setiap siswa memiliki kesadaran, kepekaan (awareness), bahwa lingkungan perlu dijaga, dikelola dan dimanfaatkan bukan hanya untuk sekarang tetapi untuk generasi mendatang.

Dia berharap, guru sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan sedapat mungkin memberi solusi terhadap upaya menangani berbagai masalah lingkungan sosial maupun ekologis di sekolah.  

“Kita harapkan melalui pembelajaran yang berbasis ecoliteracy  dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan dalam upaya menangani berbagai masalah di lingkungan sosial maupun ekologis,” papar Djomba.

“Para siswa perlu dibiasakan menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, menyayangi  tanaman, tidak mencoret-coret tembok, menyiram setelah membuang air di toilet,” kata Djomba.(R1)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :