Vigonews

Polisi dan Wartawan Sepakat ‘Keroyok’ Hoax




Rapat koordinasi Polres Ngada dengan para wartawan dan Admin akun Facebook di Polres Ngada, Senin (15/10/2018)

BAJAWA, vigonews.com –  Merebaknya berita hoax akhir-akhir ini membuat  masyarakat resah dan dibuat tidak nyaman. Itu sebabnya, jajaran kepolisian dan para pekerja media di Ngada dan Nagekeo  sepakat ‘keroyok’ hoax.

Terkait dengan itu, Kapolres Ngada AKBP Firman Affandi, S.IK, mengundang para pekerja media dan Admin akun facebook di wilayah Ngada dan Nagekeo, dengan menggelar rapat koordinasi di Polres Ngada, Senin (15/10/2015).


Rapat koordinasi dibuka oleh Kabag OPS AKP Evodius Nuka, mewakili Kapolres Ngada AKBP Firman Affandi, S.IK. Dia mengatakan, rapat dimaksudkan untuk melakukan koordinasi lebih intens dengan media massa, baik cetak, online, elektronik, maupun para admin facebook.


Dikatakan, koordinasi ini juga berkaitan dengan upaya memberi suasana yang sejuk dan damai menjelang Pilnas dan Pileg 2019 mendatang. Melalui komunikasi dan kerjasama intens, Evodius Nukat berharap, mampu menangkal isu-isu negatif beraroma hoax yang merebak di media massa.


“Kami berharap teman-teman wartawan bisa membantu Polres Ngada untuk ikut menjaga kantibmas di wilayah Ngada dan Nagekeo dengan ikut menangkal berita hoax melalui pemberitaan menjelang Pilnas dan Pileg 2019,” pinta Evodius.


Media diharapkan dapat menyaring  setiap informasi, sehingga informasi yang diproduksi layak di konsumsi oleh masyarakat. Karena itu, melalui tugasnya, peran wartawan menjadi strategis dalam rangka ikut memberi edukasi kepada masyarakat. “Upaya ini sebagai langkah kepolisian dalam menangkal beredarnya berita hoax ke ruang publik,” kata Evodius


Media juga diharapkan ikut memantau para caleg dalam melakukan aktivitas kampanye mereka, terutama yang menggunakan fasilitas negara.

Bijak Bermedia

Sementara, Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro Wibowo, S.I.K menghimbau masyarakat  berhati-hati menggunakan media sosial (Medsos). Dengan adanya undang-Undang ITE, konsekuensi hukumnya sangat besar. Jadi bijaklah bermedia sosial, salah menggunakan  terancam 6 tahun penjara.
 
Deklarasi bersama menolak hoax
Anggoro tegaskan, terhadap berita-berita yang menimbulkan kebencian permusuhan, dan mengakibatkan ketidakharmonisan di tengah masyarakat, sanksinya hukuman (pidana penjara) selama enam tahun dan/atau denda Rp 1 miliar.

Pihak kepolisian terus upaya memberantas berita hoax  yang merebak melalui media sosial menjelang Pilnas dan Pileg 2019. Pihak kepolisian bahkan kini sudah dilengkapi peralatan guna mendeteksi munculnya berita hoax/bohong yang disebarkan oleh pemilik akun palsu sekalipun.


Meski diakui Anggoro alat itu baru ada satu di Polada NTT, namun pihaknya mengingatkan bahwa penyebaran hoax yang dilakukan pemilik akun palsu dapat dideteksi.


“Dari aspek peralatan memang kita baru punya satu di Polda NTT, namun dari sisi cyber patroli, kami sudah melakukan seusai standar prosedur, di antaranya intens memonitor media sosial selama 24 jam,” jelas Anggoro.


Pihak Kepolisian juga melakukan sosialisasi terpadu baik bersifat pemberitahuan melalui akun cyber patroli maupun nanti temu sosialisasi secara langsung agar para pengguna media sosial paham soal hukum dalam kaitannya dengan mengoperasikan media sosial.


Diskusi tentang hoax bersama jajaran kepolisian dan para pekerja media di Polres Ngada, cukup hangat. Terang saja, karena akhir-akhir ini para pelaku media juga sering dibuat kelabakan dalam melakukan tugas jurnalistik, hingga masyarakat tak bisa bedakan mana berita yang dirposes secara benar sesuai dengan kaidah jurnalistik dan mana yang hoax belaka.


Dan diskusi ini membuahkan tekad di kalangan jurnalis bersama jajaran Polres Ngada serta menggandeng para Admin akun facebook untuk ‘keroyok’ hoax yang bikin gerah itu.


Hadir pada saat itu para jurnalis, yakni: TVRI, Metro TV, TV One, Flores Pos, Vigonews-Cermat-Rumah Literasi, Sergap NTT, Vox NTT, Pos Kupang, Warta NTT, Zonalinenews, Larantuka News-Focus Indonesia, Radar NTT,dan  NTT Today.


Di penghujung kegiatan, jajaran Polres Ngada, jurnalis dan satu-satunya admin Gebrak Ngada bersama-sama mendeklarasikan  Anti Hoax digelar di depan Mapolres Ngada.


Rapat koordinasi dibuka secara resmi Kabag OPS AKP Evodius Nuka, SH, didampingi Kasat Reskrim Iptu Anggoro C. Wibowo, S.I.K, Kasat Bimas Iptu Oktavianus P. Abor, Kasat Intel Iptu Servolus Tegu dan Kapolres Ngada tidak sempat hadir karena sedang bertugas di luar daerah. (edjom)***


Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :