Vigonews

Ecoliteracy di SDI Waturedu Diisi dengan Pelatihan Menulis dan Krya Limbah



MBAY – Krya limbah kertas koran dan pelatihan menulis bagi siswa dan guru jadi kegiatan utama ecoliteracy yang diselenggarakan di SDI Waturedu, Danga, Kabupaten Nagekeo, Selasa (30/10/2018)

Kegiatan tersebut berlangsung hingga, Rabu (31/10/2018) di Waturedu yang melibatkan lebih dari 40 siswa dan sekitar 20 guru sekolah itu. Siswa merespons kegiatan ecoliteracy dengan menulis soal-soal yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup, seperti masalah sampah.

Baca juga:
SDI Waturedu, Nagekeo Selenggarakan Kegiatan Ecoliteracy

Sementara para guru sebelum belajar menulis artikel, dilatih untuk menulis karya jurnalistik berita dengan formula 5W 1H. Formula ini, kata tuan Rumah Literasi Cermat  (RLC) Emanuel Djomba memudahkan para guru untuk merumuskan tulisan artikel. Karena dengan teknik menulis seperti ini para penulis pemula mulai belajar mengkonstruksikan gagasan secara sistematis dalam bentuk bahasa tulisan.

Hal itu diakui salah seorang guru, Martha Weke yang dikemukakan dalam sesi tanya jawab. Menurut dia, dirinya selalu kesulitan memulai menulis karena tidak tau mau mulai dari mana. “Namun dengan teknik 5W 1H ternyata memudahkan saya untuk bisa mulai menulis secara runtut,” kata Martha.

Pada sesi lain Emanue Djomba mengajak para siswa dalam kegiatan krya limbah kertas koran. Ini adalah aktivitas yang berhubungan dengan seni mengubah sampah menjadi barang benilai seni dan ekonomis.
 
Pelatihan menulis bagi para guru SDI Waturedu, Naekeo menjadi salah satu kegiatan ecoliteracy
Meski belum menciptakan banyak produk dari limbah kertas koran, bersama para guru sekolah itu, para siswa dipandu untuk membentuk pola dasar olahan kertas koran yang akan menjadi bahan baku dalam membentuk karya seni berbasis kertas koran.

Krya limbah dilanjutkan dengan pelatihan hari kedua dengan membuat produk sederhana seperti membuat kotak pensil, dan produk sederhana lainnya. Diharapkan usai pelatihan ini para siswa bersama para guru melanjutkan pengembangan pengolahan limbah kertas koran menjadi barang bernilai seni ini.

Menurut Djomba , nilai-nilai yang dapat diambil dari kerajinan kertas koran, seperti: nilai ekonomi, nilai sosial dan nilai budaya.

Dari nilai ekonomi, pengolahan sampah menjadi suatu produk yang bernilai agar dapat menjadi sumber penghasilan karena produk pengolahan merupakan suatu barang yang tak jarang memilki nilai jual tinggi. Dengan adanya kepedulian masyarakat terhadap pengolahan sampah tentunya juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
 
Kegiatan krya limbah kertas koran di SDI Waturedu, Nagekeo
Nilai sosial, bahwa kegiatan pengolahan limbah akan meningkatkan kreativitas masyarakat terhadap apa saja yang ada di sekitarnya seperti sampah. Selain itu, kegiatan pengolahan sampah biasanya dilakukan dalam suatu wadah atau kelompok-kelompok kecil yang dibentuk masyarakat sehingga masyarakat akan bekerja sama dalam proses pengolahan sampah untuk menghasilkan suatu produk, sehingga juga meningkatkan rasa sosialis dalam masyarakat.

Sementara nilai budaya, bahwa kegiatan pengolahan sampah dapat memunculkan ataupun mengembangkan suatu budaya yaitu budaya peduli lingkungan dengan membuat produk berguna dari sampah.(R1)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :