Vigonews

Menyambut HUT RI Ke-73, Jambore PKK Digelar di Wolomeze



WOLOMEZE – PKK Kecamatan Wolomeze tidak pernah sepi kegiatan. Kini mereka menggelar Jambore PKK tingkat kecamatan sekaligus menyambut dan meriahkan hari kemerdekaan RI ke-73.

Jambore PKK tingkat Kecamatan Wolomeze dibuka oleh Camat Wolomeze Kasmin Belo, sekaligus sebagai tanda dimulainya berbagai pertandingan dan perlombaan menyambut HUT RI ke-73 yang dipusatkan di Desa Wue, Sabtu (11/08/2018).

Baca juga: Jambore PKK Wolomeze: Mainai Pangan Lokal Olahan, Denatana Timur Karya Kelompok Wanita Tani

Sebelum menggelar Jambore tingkat kecamatan,  beberapa desa menggelarnya di tingkat desa, di antaranya Desa Nginamanu dan Desa Mainai. Jambore yang dirangkaikan dengan perayaan HUT RI ke-73 berlagsung hingga tanggal 17 Agustus mendatang pada perayaan HUT RI tahun ini.

Pada Jambore ini PKK menyelenggarakan sejumlah lomba yang melibatkan ibu-ibu PKK dari tujuh desa, antara lain: desa Turaloa, desa Mainai, desa Denatana Timur, desa Nginamanu Selatan, desa Nginamanu, desa Wue dan desa Denatana.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Wolomeze, Ny. Nurhayat S. Belo saat meninjau sejumlah stand pameran mengatakan,  berbagai jenis lomba digelar dalam jambore ini, diantaranya  lomba stan pameran, lomba penyuluhan, lomba cerita rakyat
 
Camat Wolomeze Kasmin Belo (Ketiga dari kanan) di salah satu stan pameran arena jambore
Dikatakan Nurhayat, melalui Jambore ini, setiap peserta dari masing-masing desa menampilkan berbagai hasil kerja PKK yang dikemas dalam kegiatan pameran. “Di masing-masing stan, ibu-ibu PKK dari desa-desa memamerkan berbagai produk kerajinan tangan, seperti anyaman dari bahan bambu, olahan pangan lokal yang menghasilkan berbagai jenis penganan, dan karya kerajinan lain,” jelas Nurhayat.

Menurut Nurhayat, kegiatan ini sekaligus ingin mendapatkan konfirmasi potensi-potensi yang dimiliki di masing-masing desa. Selain itu, merangsang ibu-ibu untuk kembali  mengangkat berbagai jenis kerajinan tangan tradisional seperti tikar dan bere yang era ini sudah ditinggalkan oleh generasi muda.

Kegiatan ini juga mendorong ibu-ibu di rumah tangga supaya mulai memanfaatkan pangan lokal sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, dengan jenis pangan non beras.

Meski baru pertama kali, kata Nurhayat, ternyata mampu menumbuhkan minat para ibu untuk mengangkat potensi lokal. Hal ini tentu akan memberi dampak cukup ekonomis, karena selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri juga sebagai penghasilan yang membantu ekonomi rumah tangga.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Denatana, Getrudis Nduang mengatakan, kegiatan semacam ini memacu ibu-ibu PKK agar lebih kreatif dan inovatif. “Kita liat banyak manfaat sehingga menjadi kreatif.  Kami punya produk kerajinan anyaman yang pada masa lalu melekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Sekarang mau ditumbuhkan kembali kreativitasnya. Kami harap bahwa ke depan ada manfaat secara ekonomis dari hasil jual. Sekarang kita promosikan dulu supaya nanti orang-orang tau,” kata Getrudis.

Pantauan media ini, berbagai stan pameran dipajang berbagai hasil kerajinan tangan, olahan pangan lokal yang diracik menjadi menu makan siap saji. Para ibu berlomba-lomba menyajikan yang terbaik dan menarik.
 
Stan pameran di arena jambore PKK
Pameran yang baru pertama kali ini menarik perhatian masyarakat dan mendorong untuk berkunjung. Mereka juga memanfaatkan pameran ini untuk belanja berbagai produk lokal. “Kami rasa ini bagus sekali. Ternyata ada banyak potensi lokal yang selama ini tidak digali. Ibu-ibu juga bisa meracik makanan dari pangan lokal dan pada kegiatan begini kami bisa beli,” kata John, salah seorang pengunjung stan.

Dikatakan Nurhayat, kegiatan yang mengangkat potensi lokal dengan ciri kas masing-masing desa itu ke depan diharapkan akan bermanfaat khusunya untuk membantu menambah ekonomi rumah tangga. “Kegiatan ini juga sebagai ajang persiapan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) tingkat propinsi yang akan digelar di Kabupaten Ngada mendatang,” kata Nurhayat.

Selama ini para ibu belum diberdayakan. Buktinya, ketika dipacu dengan berbagai aktivitas melalui PKK ternyata sangat positif. “Ternyata kalau diransang kita bisa lihat betapa besar potensi mereka, Hasil karya mereka merupakan karya kreatif dan inovatif,” tambah Nurhayat.

Merakit Persaudaraan

Sementara Camat Wolomeze Kasmin Belo ketika apel pembukaan dimulainya kegiatan pertandingan dan perlombaan menyambut HUT RI ke-73 mengatakan momen ini tepat untuk merakit persaudaran dalam bingkai NKRI. Di katakan kegiatan pertandingan olahraga harus menjadi wahana dalam merekatkan persaudaraan di kecamatan ini.
 
Camat Wolomeze, Kasmin Belo membuka apel dimulainya kegiatan HUT RI ke-73
Kasmin mengingatkan para pemain tetap mengikuti ketentuan pertandingan sehingga semua berjalan aman. Tujuan kegiatan ini bukan mencari juara, sebaliknya sebagai sarana untuk membangun semangat persaudaraan sehingga dapat mengisi pembangunan.

“Memang kompetisi ada juara, tetapi juara itu bukan tujuan. Juara hanya akibat saja bukan sebab kita gelar kegiatan ini,” tegas Kasmin.

Dikatakan Kasmin olahraga itu berhubungan dengan rasa senang, sehat, semangat perjuangan, kerja sama, persaudaraan – semuanya bisa didapat nilainya dalam olahraga. Jadi, lanjutnya, melalui kegiatan ini haruslah mencapai dengan apa yang disebut senang, sehat, semangat perjuangan, kerja sama dan persaudaraan. Nilai-nilai ini yang sebenarnya harus dijunjung tinggi.
 
Kontingen pertandingan HUT RI ke 73
Karena itu dia berharap semua tim membangun sportifitas, agar manfaat olah raga dapat dirasakan dan bernilai sosial serta terus bangun spirit kerja. Semua pihak agar menghargai proses penyelenggaraan sehingga upaya merajut persaudaraan tidak sampai dikoyak oleh ego kelompok tertentu dan mengakibatkan kekacauan.

“Kita jangan berpijak pada masa lalu yang suram, tetapi dengan semangat baru menatap masa depan yang cerah,” kata Kasmin. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :